Rabu, 29 Juli 2009

I hate you.

Simply, its about me. I couldnt feel anything again, its really tell about me, mine, my stupid life with him.


MFWD- Waiting for Nothing

This night is so cold and I can't sleep tonight
Thinking back when the last time that I saw you
You're the one that I want but I can't do anything
I can't make you mine

I can't speak anything when I'm standing next to you
This dream is too good to be true

* You always fly above me and I won't be able to catch you
Oh boy. You're too perfect for me
I always run behind you and I won't be able to get you
Like the last time I saw you with her

Do I look like a fool? When I talk to you
My heart just broke when I know the truth
I can't lie to myself no matter what it takes and I won't stop loving

It's so silly thinking of you on and on
And I want you so desperately

Selasa, 21 Juli 2009

Tentang Ganju -belum terselesaikan. red

Apa karena peran ini begitu melelahkan? Gue sebenar-benarnya adalah takut, amat takut karenanya.
Apa? Lesbi? Astaghfirullah, ampun Gusti..
Mana ada perempuan sama perempuan. Kenapa harus ada? Gue sangat butuh laki-laki, sekalipun itu cuma terkadang. Karena, gue mencoba menguatkan diri. Gue super, bisa dong ngapa2in sendiri.
Dan, akhirnya gue sadar itu salah satu pemicunya.

Lesbi itu, selalu dikaitkan dengan seks. Perempuan sama perempuan, jenuh sama laki-laki, trauma, dan yang terakhir jatuh cinta pada sesama jenis yg begitu perhatian.
Lesbi itu, liar, perempuan ga bener, dan buta arah.
Lesbi itu, hasrat, cinta yg tulus, lembut, dan saling melindungi.

Kenapa gue yg harus jadi lesbi? Jangan-jangan pas casting, cuma ngasal nih dipilih gue, ka?
Gue bukan Ganju, gue fenti yg dulu suka sama Ghost Rider. Eh, tapi gue bukan lagi fenti yg dulu, sekarang gitu loh.. Gue pasti Ganju si model Lesbi.
Dan, lesbi terus membayangi gue. Gue usaha professional, tapi bo! Lawaan main guee..
Kalo gue jadi lesbi, gue pilih Indah kalalo deh. Tapi ini.. Si atap yg udah kaya sedarah sama gue. Dia mah udah kaya emak gue. Ckck
Untungnya, tiada adegan seronok.

Lalu gimana gue ngeyakinin ke diri gue kalo gue ga akan jadi lesbi? Soalnya, berkelit-berkelit tiap hari bikin gue stress. Padahal, padahal gue lagi diskusi sama Ganju, bukan sama fenti.
Gimana gue bisa nunjukkin gue bukan lesbi dan lesbi sekaligus?
Gimana gue bisa ngatasi rasa jenuh, capek, sekaligus takut pas latihan?(curhat
Satu-satunya cuma si gentong. Makasih yah, untung ada lo.

Senin, 20 Juli 2009

Sebuah Mozaik

Mozaik itu, takkan pernah kembali bersatu. Aku mencinta, tapi di tengah jalan kulihat si cinta mati. Dan aku terpisah.
Berusaha menyatukannya, namun kadung perih. Lalu aku menyapunya, dia tak mau hilang.
Mozaik itu, sudah tertanam. Tapi ia terlihat ragu untuk menumbuhiku. Ia hanya bersemayam dalam kelam kalbu. Aku tak dapat lagi menghisap aromanya. Aku mencari, namun tetap tak dapat dicari.
Mozaik itu, menghantuiku. Aku jatuh cinta pada rangkaian hurufnya, tapi ia tak mencinta. Cintanya tak akan pernah bangun untukku. Ia terus membayangiku, mengolokku dari langit. Ia terus mengejarku, padahal aku sudah berusaha tenang. Agar dia anggap aku sudah mati, jadi hantu, dan tak patut lagi dihantui.
Lagipula untuk apa dia menghantuiku lagi, kalau ia hanya tersenyum menebar pesonanya untukku. Cih, aku tak butuh.
Mozaik itu, serpihan hatiku tentangnya. Tentang kita, para cinta. Sekali lagi, cinta sudah tiada. Hatiku merana, semua terpisah ke mana-mana. Satu ini, satu itu. Tolonglah tenggelamkan aku pada dasarnya sekaligus, agar aku bergemelut terus sakit, tapi aku sedikit bahagia bertemu satu patahan itu.
Atau, hempaskanlah aku pada luar dunia ini. Agar aku dapat menghindar dari serpihan yg tersisa, dan aku tersiksa jauh darimu.
Pilihlah mozaik! Aku menunggu.

Waktu dia ulang tahun.

Ini hari apa?
Ini hari cinta, jawabnya.
Dunia, pandangi dia
Sentuhlah dan buat ia terpana
Jangan lukai hatinya
Beri dia segala pintanya
Peluk raganya dan lindungi jiwanya
Berkahi dan wujudkan mimpinya.
Hari ulang tahun, tanpa mantan pacarnya.
Tapi syukurlah perempuan serupa ada dekatnya.
Tidak aku, aku si perancu tak tahu malu
Gagal menggulingkan kado untukmu
Berdoa hingga aku menangisi
Mengelami


tertanda,
Si Bodoh

Minggu, 05 Juli 2009

Life

Sampai saat ini, gue belum bertemu sama kegalauan itu. Gue belum ketemu situasi, di mana biasanya gue merasa terpojok sendirian tanpa sedikit halpun terjadi dalam hidup gue. Selanjutnya gue nangis, dan menulis.
Gue lagi di dalam bagian realitas hidup. Gue lagi sakit.
Iya sih ngga ada hubungannya. Tapi, buat gue karena sakit itu beneran real. Nyakitin jiwa raga gue, dan tegoran dari Yang Maha Kuasa itu jadi begitu terasa banget, yah karena nyata di depan mata.
Sekarang gue lagi ngeliat yg di hadapan gue sesuatu yg bener2 harus diberesin aja, jadinya gue ga sempet mikirin sesuatu yg aneh, datang tiba2, gaib, dan kemudian menyudutkan gue.

Ada lebih dan kurangnya, kondisi gue yg sekarang, real. Pertama yg lebih, gue lebih menikmati hidup sebagai manusia dan status hidup gue yg sebenar2nya. Yah, enak ga enak gue belajar, karna pada akhirnya suatu saat nanti gue hidup terus di keadaan kaya gini meskipun ga seutuhnya. Hmm, gue bayanginnya nanti kalo udah jadi ibu2, pasti deh gue bakal tenggelam dalam hidup gue di bagian ini terus-terus, ga mungkin lah gue jadi ibu2 tukang mimpi atau imajiner tiap hari. Kasian nanti keluarga gue, ckck.
Next masih yg baik, gue bisa melakukan sesuatu dengan lebih seutuhnya sadar atau apalah namanya. Gimana ya, gue ngerasa kaya lebih baik dan ingin bersikap lebih dewasa aja. Jadinya keliatan lebih baik.

Dan, yg kurang? Karena gue manusia, jadi gue anggep akan selalu ada yg kurang, wajar lah.
See, tulisan di blog gue lebih ke pada tulisan yg norak dan ga bertele-tele. Jadi ga rahasia. Gue jadi sering ngerasa jenuh, kangen sama diri gue yg gombal, kangen bikin puisi, kangen menulis. Cuma karena ke-real-an itulah gue ngerasa apa yg gue imajinasikan itu ngga pantes lagi di diri gue. Jadi gue males nulis puisi, tapi nanti kangen sendiri.

Gue bersyukur deh, gue ikutin alur aja. Gue juga ga mau juga deh menentang takdir.