Kalau kita tidak akan bersama, jangan sedikitpun bilang akan bersama, karena ketika ada bayangan akan bersama sudah seharusnya kita tetap bersama. Bukan mengenai kemampuan, aku, dia, kamu, mereka dan yg lainnya mengenai perjanjian ini, tapi mengenai penantian yg kau buang di hadapanku riang-riang. Jadi aku akan diam seperti karang di pinggiran Drini kemarin yang begitu kuat dihampar air-air samudera selatan. Aku akan diam menilik wajah dan perangaimu sekarang yg menghadapiku. Bukankah sejak dulu aku seperti ini.
Aku egois dan picik. Lantas adakah selain itu alasan kamu untuk tetap jatuh cinta, heh?
Semuanya bukan lagi mengenai hanya aku atau kamu, tapi mengenai kita yg berjalan terus menuju segala ego. Aku selalu ingin menjadi prioritas seperti yg pernah dikatakan seseorang yg tetap akan memprioritaskan aku sebelum teman-temannya. Aku adalah orang yg paling buruk yg mencintaimu.
Kamis, 19 Mei 2011
Twntysmthngandlove :8
Mengenai salah seorang sahabat saya, wanita 21 tahun yg kemarin tiba-tiba kehilangan moodnya dengan sangat buruk. Wah akhirnya saya tau percintaan usia 21 tahun yg masih abu-abu. Setau saya rata-rata orang dewasa tidak banyak memilih mengenai cinta dan pilihannya. Mereka memilih yang ada kemudian mempertahankannya sampi nanti kelak menikah, dan di usia dewasa banyaknya sudah semuanya menyibukkan diri untuk memantapkan hatinya. Tapi bagi wanita yg ingin saya ceritakan kali ini rasanya akan jauh kecewa sama bayangan mengenai kedewasaan di pucuk ‘twenty-something’.
Dulu, saya ngga percaya mbak yg satu itu sudah kepala dua. Tampilan dan komposisinya kaya anak 19 taun aja. Sampai akhirnya hidup saya seakan-akan jodoh sama dia dan makhluk swadana satu lainnya, lalu tambah lagi dua makhluk idiot lainnya yg melengkapi hidup saya.
Waktu di pantai, jujurnya saya ngerasain juga morning-shock-teraphy itu. Bayangin gimana rasanya, baru dipikirin dan bangsatnya tiba-tiba ada di sana. Kalo saya jadi si mbak 21 saya bakal langsung nanjak tebing dan rela di telan ombak laut selatan yang ganas. Atau nangis sampai mata saya berdarah bergelinang di pantai dan sampe di kakinya laki-laki itu yg sedang berkencan dengan pacarnya di tepi pantai berjarak hanya sekian meter dari saya yg mengharapkannya dan sempat menjadi harapannya.
Saya sekarang betapa ngerti, yang namanya kesetiaan itu ngga bisa dilihat dari tampilan. Hati selalu menjadi masalah bagi setiap manusia. Masalah waktu khususnya masa lalu akan menjadi boomerang bagi tiap langkah kita menjalani kehidupan. Saya begitu kagum sama kesetiaan hati orang-orang dewasa di sekitar saya, sekalipun emang terlihatnya tidak terikat kepada siapapun atau bahkan cenderung menjadi begitu flamboyan, tapi kukuh hatinya tetep ya bok!! ke sana aja terus. Saya sekaligus kagum dan kaget betapa mbak yg saya ceritakan ini begitu bisa menutupi kekurangan perasaannya a.k.a galaunya doi dari semua yg berbau publisitas, luar,bahkan orang-orang yang seboboan dan selaperan sama dia hampirrr setahun lamanya.
Mbak 21 tetep ngga bisa menjadi apatis melihat laki-laki itu. Rasanya pasti beku. Saya tau bener kok. Saya juga pernah punya ‘Ridho Rhoma’, kulitnya kaya puteri salju, perutnya buncit, badannya kaya truk Hino, rambutnya kriwel, bibirnya penuh, pipinya chubby, brewoknya kemana-mana. Sampai si Ridho Rhoma saya diembay sama sahabat terdekat saya. Weldut, kita memiliki kisah sedih yg sama mengenai ridho rhoma.
Dan yg namanya kekukuhan hati itu tidak selamanya baik. Suatu hari kita harus sadar dan benar-benar membuka hati, atau bahkan pergi jauh dari sana untuk mendapatkan hal yg lebih baik untuk melengkapi diri kita. Kekukuhan hati itu tidak lagi baik selama hanya kita yg terus berjuang. Kekukuhan hati akan tidak baik kalau selama ini kita trus mensugestikan bahwa hanya dia yg bisa meluluhkan semuanya.
Saya belajar banyak, pantai mengajarkan saya banyak, laut memberikan saya hidup lebih banyak. Purnama waktu itu memberikan pandangan seluas laut yg membentang sepanjang-panjangnya dunia. Saya akan menjadi kukuh lalu selanjutnya tidak lagi bila hanya saya yg harus lagi berjuang. Mengenai apapun.. semangat mbak 21!
Dulu, saya ngga percaya mbak yg satu itu sudah kepala dua. Tampilan dan komposisinya kaya anak 19 taun aja. Sampai akhirnya hidup saya seakan-akan jodoh sama dia dan makhluk swadana satu lainnya, lalu tambah lagi dua makhluk idiot lainnya yg melengkapi hidup saya.
Waktu di pantai, jujurnya saya ngerasain juga morning-shock-teraphy itu. Bayangin gimana rasanya, baru dipikirin dan bangsatnya tiba-tiba ada di sana. Kalo saya jadi si mbak 21 saya bakal langsung nanjak tebing dan rela di telan ombak laut selatan yang ganas. Atau nangis sampai mata saya berdarah bergelinang di pantai dan sampe di kakinya laki-laki itu yg sedang berkencan dengan pacarnya di tepi pantai berjarak hanya sekian meter dari saya yg mengharapkannya dan sempat menjadi harapannya.
Saya sekarang betapa ngerti, yang namanya kesetiaan itu ngga bisa dilihat dari tampilan. Hati selalu menjadi masalah bagi setiap manusia. Masalah waktu khususnya masa lalu akan menjadi boomerang bagi tiap langkah kita menjalani kehidupan. Saya begitu kagum sama kesetiaan hati orang-orang dewasa di sekitar saya, sekalipun emang terlihatnya tidak terikat kepada siapapun atau bahkan cenderung menjadi begitu flamboyan, tapi kukuh hatinya tetep ya bok!! ke sana aja terus. Saya sekaligus kagum dan kaget betapa mbak yg saya ceritakan ini begitu bisa menutupi kekurangan perasaannya a.k.a galaunya doi dari semua yg berbau publisitas, luar,bahkan orang-orang yang seboboan dan selaperan sama dia hampirrr setahun lamanya.
Mbak 21 tetep ngga bisa menjadi apatis melihat laki-laki itu. Rasanya pasti beku. Saya tau bener kok. Saya juga pernah punya ‘Ridho Rhoma’, kulitnya kaya puteri salju, perutnya buncit, badannya kaya truk Hino, rambutnya kriwel, bibirnya penuh, pipinya chubby, brewoknya kemana-mana. Sampai si Ridho Rhoma saya diembay sama sahabat terdekat saya. Weldut, kita memiliki kisah sedih yg sama mengenai ridho rhoma.
Dan yg namanya kekukuhan hati itu tidak selamanya baik. Suatu hari kita harus sadar dan benar-benar membuka hati, atau bahkan pergi jauh dari sana untuk mendapatkan hal yg lebih baik untuk melengkapi diri kita. Kekukuhan hati itu tidak lagi baik selama hanya kita yg terus berjuang. Kekukuhan hati akan tidak baik kalau selama ini kita trus mensugestikan bahwa hanya dia yg bisa meluluhkan semuanya.
Saya belajar banyak, pantai mengajarkan saya banyak, laut memberikan saya hidup lebih banyak. Purnama waktu itu memberikan pandangan seluas laut yg membentang sepanjang-panjangnya dunia. Saya akan menjadi kukuh lalu selanjutnya tidak lagi bila hanya saya yg harus lagi berjuang. Mengenai apapun.. semangat mbak 21!
Rabu, 04 Mei 2011
Gnomeo and Juliet, last April

Saya mencintai London, sejak saya kelas tiga sd. Sejak saya tau dengan lebih rinci mengenai negara dingin tersebut. Ada banyak hal yang membuat saya begitu jatuh cinta kepadanya. Negara yang memiliki kelas dan gaya bicara asing yang indah. Termasuk film yg baru saja saya lihat. Gnomeo and Juliet.
Sebenarnya saya ngga begitu ngerti kenapa tiba-tiba saya jadi jatuh cinta sama film animasi. Saya mencintai semua jenis film yg berkarakter baik. Tapi bagii saya animasi puya nilai lebih untuk mengisi sabtu minggu pagi yang tanpa beban. Animasi dewasa ini mengajarkan saya lebih memabaca film dengan teliti melalui gaya kartun yang menggemaskan. Sebenernya ngga lucu, tapi bisa ketawa aja. Bahkan animasi sekarang lebih menampilkan satu hal yang berbeda.. ya zaman dulu animasi cuma sekedar pamer gambar bagus dan cerita kocak, tapi sekarang idealisme bisa muncul di animasi-animasi. Terutama mungkin ya emang sebagai misionaris satu hal tertentu ya yang dibuat sama pihak-pihak khusus. Contohnya pengajaran-pengajaran agama yang dibuat mudah melalui film animasi baik pendek maupun panjang.
Dalam Gnomeo and Juliet, saya melihat satu hal lain dalam romansa tuan Elton John di dalamnya. Ost. Filmnya dari doi semua, soalnya. Satu kehidupan lain yang ngga pernah kita sangka, mungkin-ngga-mungkin itu teerjadi, kalo di kebun ada kehidupan selain serangga-serangga dan bunga, yaitu patung-patung kurcaci.
Tau Romeo and Juliet kan? cinta, kutukan, sama perbedaan. Hal-hal yg ngga pernah diharapkan siapapun. Karena pada dasarnya manusia ngga mau dianggap buruk. Mereka selalu berharap cukup kepada yg normal.
Padahal buat mencapai satu hal yang begitu terlihat baik, kita ngga akan lepas sama hal-hal yang berkaitan dengan jalan yg berbeda. Untuk mendapatkan satu hal yg lebih kita harus menjalankan cara yg lebih. Cara yang berbeda dengan yg biasa.
Cinta itu pada dasarnya memang beda. Kita disatukan karena kita berbeda, naluri kita selalu bertanya mengenai apa yang ada padanya dan yang kurang sama kita. Karena itu kemudian kita saling melengkapi satu sama lain. Yang salah, terkadang ngga semua orang di sekitar kita punya pikiran seperti itu. Gnomeo&Juliet mengajarkan saya untuk melakukan hal yg lebih untuk mencapai cintanya.
Saya sih bukn orang yang nekat, tapi saya selalu setuju perbedaan bukan satu hal yg bisa menghalangi apapun saat ini. Pluralisme. Liberalisme. Bahkan menjadi apatis sekalipun adalah hak siapapun. Setiap orang bisa aja hal itu.
Film animasi menye-menye gini, ngajarin saya banyak hal. Si flaminggo plastik pink, yang diciptakan satu dan sama persis dengan pasangannya bisa aja kepisah dan hancur lebur hatinya (tsaaah), jauh beda sama Gnomeo&Juliet yang dipertemukan atas perbedaan.
Demikian semiotik indah saya di sabtu pagi ini. gonna post it soon. Hope it’ll inspire you to watch some goon animation movies. Love
Absurditas
Ada satu hal mengenai hidup. Absurditas.
Dalam sebuah pementasan, saya membuat, berproses, dan memerankannya absurditas itu. Saya mengenalnya melalui realitas yang melintas di depan mata saya selama ini. saya pikir sesuatu yg jarang dibicarakan, adalah satu hal yg sulit untuk kembali ditemukan. Nyatanya, satu hal yang tidak terlihat mungkin saja begitu dekat dengan kita.
Absurditas adalah mengenai hal-hal abstrak yang tidak bisa kita visualisasikan melalui pembicaraan satu jam saja, saya mengenal pintu absurditas membutuhkan sekiranya 100 hari. Dan menampilkannya bersama orang-orang yg saya cintai dalam sebuah pentas. Dan menjadikan cinta.
Suatu hari ada yg menghubungi saya karena sebuah drama. Bicara mengenai langit, dan membuatkan puisi mengenai jendela. Ada yang menyemangati saya mengenai detik-detik kelulusan sekolah menengah, makhluk absurd.
Dia datang dan memanggil saya di tengah hutan jati dengan rindu yang menggebu. Dan saya membalas pesan-pesannya di pasar-pasar dengan Ibu-ibu yang bertelanjang kaki. Dia membacakan saya buku-buku sastra dan cita-citanya menjadi seorang penyair yan melihat wanitanya di panggung. Dia menjadikan sementara dunia berpihak kepadanya. Dan saya tidak lagi tenang membaca puisinya. Saya takut kehilangan puisi-puisinya karena jarak-jarak hati yang tidak begitu dekat. Jadi saya meminta seseorang itu untuk pergi, sebaiknya meninggalkan kenyataan yang hampir terbangun dari makhluk-makhluk seperti kita akan jauh lebih baik.
Jadi, saya tinggalkan hati yang sudah beku dan tidak lagi biru. Saya temui sebuah hal yang jauh dengan pikiran absurd. Saya temui kenyataan. Sekalipun tidak seindah mimpi-mimpi abstrak yg telah lalu. Meskipun banyak bait yg menuntun saya kembali.
Saya menjalani sepenuh hati, kemudian menutup masa-masa aneh. Saya berjalan dengan pikiran yang baik mengenai masa sekarang. Saya tidak akan mengungkit masa lalu, sejak saya menjadi milik laki-laki itu. Saya tidak berpikir bagaimana menyimak masa depan yang harusnya tidak pantas saya tekan dari sekarang. Misteri akan tetap misteri selama kita berkeyakinan bahwa Tuhan masih ada. Dan saya menghargai.
Biar kelak ketika saya baca ini, saya akan mengerti bagaimana mengenang satu hal dan selanjutnya dengan besar hati menutupnya dan tidak mengusik masa yg aka datang selanjutnya. bagaimana masa lalu terbaca, indah, tidak begitu disesali, dan menjadi pengalaman baik untuk hidup selanjutnya. Terima kasih, Jendela.
Dalam sebuah pementasan, saya membuat, berproses, dan memerankannya absurditas itu. Saya mengenalnya melalui realitas yang melintas di depan mata saya selama ini. saya pikir sesuatu yg jarang dibicarakan, adalah satu hal yg sulit untuk kembali ditemukan. Nyatanya, satu hal yang tidak terlihat mungkin saja begitu dekat dengan kita.
Absurditas adalah mengenai hal-hal abstrak yang tidak bisa kita visualisasikan melalui pembicaraan satu jam saja, saya mengenal pintu absurditas membutuhkan sekiranya 100 hari. Dan menampilkannya bersama orang-orang yg saya cintai dalam sebuah pentas. Dan menjadikan cinta.
Suatu hari ada yg menghubungi saya karena sebuah drama. Bicara mengenai langit, dan membuatkan puisi mengenai jendela. Ada yang menyemangati saya mengenai detik-detik kelulusan sekolah menengah, makhluk absurd.
Dia datang dan memanggil saya di tengah hutan jati dengan rindu yang menggebu. Dan saya membalas pesan-pesannya di pasar-pasar dengan Ibu-ibu yang bertelanjang kaki. Dia membacakan saya buku-buku sastra dan cita-citanya menjadi seorang penyair yan melihat wanitanya di panggung. Dia menjadikan sementara dunia berpihak kepadanya. Dan saya tidak lagi tenang membaca puisinya. Saya takut kehilangan puisi-puisinya karena jarak-jarak hati yang tidak begitu dekat. Jadi saya meminta seseorang itu untuk pergi, sebaiknya meninggalkan kenyataan yang hampir terbangun dari makhluk-makhluk seperti kita akan jauh lebih baik.
Jadi, saya tinggalkan hati yang sudah beku dan tidak lagi biru. Saya temui sebuah hal yang jauh dengan pikiran absurd. Saya temui kenyataan. Sekalipun tidak seindah mimpi-mimpi abstrak yg telah lalu. Meskipun banyak bait yg menuntun saya kembali.
Saya menjalani sepenuh hati, kemudian menutup masa-masa aneh. Saya berjalan dengan pikiran yang baik mengenai masa sekarang. Saya tidak akan mengungkit masa lalu, sejak saya menjadi milik laki-laki itu. Saya tidak berpikir bagaimana menyimak masa depan yang harusnya tidak pantas saya tekan dari sekarang. Misteri akan tetap misteri selama kita berkeyakinan bahwa Tuhan masih ada. Dan saya menghargai.
Biar kelak ketika saya baca ini, saya akan mengerti bagaimana mengenang satu hal dan selanjutnya dengan besar hati menutupnya dan tidak mengusik masa yg aka datang selanjutnya. bagaimana masa lalu terbaca, indah, tidak begitu disesali, dan menjadi pengalaman baik untuk hidup selanjutnya. Terima kasih, Jendela.
Beda, Jauh Berbeda, eh?
Bayangan dan kenyataan itu ternyata jaraknya dekat sekali. Saya selalu membayangkan hal-hal yang bahkan seharusnya ngga terbayangkan, tapi justru pada akhirnya menjadi kenyataan. Dan rasanya setiap kenyataan itu tidak lebih baik dari bayangan. Sekalipun bentuknya imaji, menjadi bayangan yang dalam arti tidak terwujud, jauh lebih aman ketimbang kita menyentuh yang namanya kenyataan dan selanjutnya justru membelit kita dengan untaian hasil bayangan yang selama ini kita ciptakan. Sudahlah terima saja kalau kita hanyalah makhluk pencipta bayangan dan terlibat di dalamnya.
Tapi ini adalah sebuah kehidupan yang Tuhan limpahkan, dengan bayangan kita hanya menjadi makhluk yang mengais mimpi di liang-liang dasar laut. Tidak ada yang berhasil menemukan apa-apa di dalam sana. Bagi kebanyakan manusia lain. Tapi kita makhluk bayangan, kita nggak aan pernah tau bahkan bahwa di dasar laut sana ada secercah kebahagiaan, entah bertemu Surga dan Tuhannya, atau kebahagiaan realita yang dicari kebanyakan manusia tersebut, menyebut mutiara-mutiara yang diburu manusia-manusia lainnya. Kita belum mencoba.
Dan seringnya merasa bayangan tersebut selalu menjadi sesuatu yang terencana, berbeda ketika kita membaca realita. Realita terjadi tiba-tiba. Ketika kita memutuskan sesuatu tanpa melihat yang lain, sepintas, dan melintas.. kemudian keputusan itu menjadi frontal, tidak biasa, kelu, aneh, abnormal. Jauh berbeda dengan yang dianggap kebanyakan dengan realita bukan. Kenyataan itu yang sudah dianggap etis, tradisi, normal, biasa, dan terus berjalan. Kita mengambil keputusan dengan tiba-tiba dan akhirnya sadar keputusan tersebut adalah sesuatu yang dulu lekat kita bayangkan dan kita mustahilkan adanya. Manusia naif.
Manusia, bisakah menahan melakukan apa yang dianggap sebuah bayangan saja tidak dapat menjadikanmu apa-apa? Kita semua terjadi begitu saja. Baik bayangan maupun kenyataan.
Mulai kali ini saya tidak akan mengabaikan kemudian me-mustahilkan bayangan tersebut dalam kehidupan saya. Saya memilih kenyataan dan bayangan sekaligus. Mereka benar-benar memberi pengaruh dalam dunia kegalauan saya. Sumpah, saya udah eneg banget sama yang namanya galau. Asau!
Tapi ini adalah sebuah kehidupan yang Tuhan limpahkan, dengan bayangan kita hanya menjadi makhluk yang mengais mimpi di liang-liang dasar laut. Tidak ada yang berhasil menemukan apa-apa di dalam sana. Bagi kebanyakan manusia lain. Tapi kita makhluk bayangan, kita nggak aan pernah tau bahkan bahwa di dasar laut sana ada secercah kebahagiaan, entah bertemu Surga dan Tuhannya, atau kebahagiaan realita yang dicari kebanyakan manusia tersebut, menyebut mutiara-mutiara yang diburu manusia-manusia lainnya. Kita belum mencoba.
Dan seringnya merasa bayangan tersebut selalu menjadi sesuatu yang terencana, berbeda ketika kita membaca realita. Realita terjadi tiba-tiba. Ketika kita memutuskan sesuatu tanpa melihat yang lain, sepintas, dan melintas.. kemudian keputusan itu menjadi frontal, tidak biasa, kelu, aneh, abnormal. Jauh berbeda dengan yang dianggap kebanyakan dengan realita bukan. Kenyataan itu yang sudah dianggap etis, tradisi, normal, biasa, dan terus berjalan. Kita mengambil keputusan dengan tiba-tiba dan akhirnya sadar keputusan tersebut adalah sesuatu yang dulu lekat kita bayangkan dan kita mustahilkan adanya. Manusia naif.
Manusia, bisakah menahan melakukan apa yang dianggap sebuah bayangan saja tidak dapat menjadikanmu apa-apa? Kita semua terjadi begitu saja. Baik bayangan maupun kenyataan.
Mulai kali ini saya tidak akan mengabaikan kemudian me-mustahilkan bayangan tersebut dalam kehidupan saya. Saya memilih kenyataan dan bayangan sekaligus. Mereka benar-benar memberi pengaruh dalam dunia kegalauan saya. Sumpah, saya udah eneg banget sama yang namanya galau. Asau!
Jumat, 29 April 2011
Pasti eike biysaa, cyiin!
Orang dewasa itu berpikir dengan bijaksana, tidak terburu-buru, dan selalu berusaha menghargai setiap kesempatan dan keadaan yg ada, baik itu di masa lalu, sekarang, maupun kelak masa depan. satu hal yg saya tahu tentang cinta di atas usia 17 tahun adalah Indra Bhaskara, yah mengingat event ulangtahun saya. Dia begitu banyak mengajarkan saya mengenai kedewasaan dan budi baik sebagai manusia lah ya hitungannya. Satu hal yg saya ajarkan kepadanya adalah keegoisan dan kecenderungan menjadi kekanak-kanakan.
Tapi kali ini ada hal lain pada setiap kesalahan. Saya berusaha terus memperbaikinya, tapi sepeti semmuanya sudah tertutup untuk bisa baik seperti semula. Saya hanya tidak ingin suatu hari menyesal, karena saya mohon sama Tuhan, kalo ada jalan keluar untuk saya sekarang, ya Alloh tutuplah semua jalan untuk kembali, khusus dalam urusan cinta-cintaan. Sebenarnya, saya juga tidak cukup dewasa dalam urusan ini, setiap hal kecil yg ia berikan kepada saya, setiap kali tangannya di kepala saya, setiap kali ia memeluk saya seperti ada badai, setiap kecemasannya melalui sms, setiap bla..bla.. saya selalu menghargai dengan segenap pikiran yg ada saat itu. Betapa kali ini saya benar-benar takut kehilangan seseorang.
Tapi lagi, kali ini setiap usaha terdengar, eh terkesan sia-sia. Pada kenyataannya kita tidak mungkin pernah bisa membangkitkan mayat untuk kembali hidup bersama kita, meskipun sampai dewasa ini kadang kasus keajaiban sering muncul.. tapi ya berapa banding berapa sama kemungkinan yg udah segambreng yg ngga mungkin.
Saya bingung, tapi kali ini tidak akan membiarkannya kemabali bingung. Sesuatu yg dilakukan dengan ikhlas saya yakin akan berbuah baik. Saya dan dia adalah contoh terbaiknya, saya yakin betapa ikhlas dan tulusnya dia meyakinkan kita dulu. Saya tidak ingin mensugestikan buruk, dia juga punya Tuhan. Kalo dia bohong dia yg masuk nerakanya sendiri. kita itu berbeda, tapi betapa dia dapat membuat saya yakin kalo kita mungkin bersama, menunjukkan ke orang-orang kalo cinta ga kepisah agama, ngga masuk itungan masa depan loh ya. Dia selalu mengajarkan saya kalo masa depan itu misteri.
Saya adalah orang yg tidak lagi akan menyesal.. saya berjanji. Saya tidak cukup dewaasa. Saya hanya tidak bisa meyakinkannya seperti ia selalu meyakinkan saya. Kalo kita bersama kita butuh semuanya untuk diubah, atau kita benar-benar akan berpisah. Haha, konyol.. ceritanya ini saya sedang galau.
Tapi kali ini ada hal lain pada setiap kesalahan. Saya berusaha terus memperbaikinya, tapi sepeti semmuanya sudah tertutup untuk bisa baik seperti semula. Saya hanya tidak ingin suatu hari menyesal, karena saya mohon sama Tuhan, kalo ada jalan keluar untuk saya sekarang, ya Alloh tutuplah semua jalan untuk kembali, khusus dalam urusan cinta-cintaan. Sebenarnya, saya juga tidak cukup dewasa dalam urusan ini, setiap hal kecil yg ia berikan kepada saya, setiap kali tangannya di kepala saya, setiap kali ia memeluk saya seperti ada badai, setiap kecemasannya melalui sms, setiap bla..bla.. saya selalu menghargai dengan segenap pikiran yg ada saat itu. Betapa kali ini saya benar-benar takut kehilangan seseorang.
Tapi lagi, kali ini setiap usaha terdengar, eh terkesan sia-sia. Pada kenyataannya kita tidak mungkin pernah bisa membangkitkan mayat untuk kembali hidup bersama kita, meskipun sampai dewasa ini kadang kasus keajaiban sering muncul.. tapi ya berapa banding berapa sama kemungkinan yg udah segambreng yg ngga mungkin.
Saya bingung, tapi kali ini tidak akan membiarkannya kemabali bingung. Sesuatu yg dilakukan dengan ikhlas saya yakin akan berbuah baik. Saya dan dia adalah contoh terbaiknya, saya yakin betapa ikhlas dan tulusnya dia meyakinkan kita dulu. Saya tidak ingin mensugestikan buruk, dia juga punya Tuhan. Kalo dia bohong dia yg masuk nerakanya sendiri. kita itu berbeda, tapi betapa dia dapat membuat saya yakin kalo kita mungkin bersama, menunjukkan ke orang-orang kalo cinta ga kepisah agama, ngga masuk itungan masa depan loh ya. Dia selalu mengajarkan saya kalo masa depan itu misteri.
Saya adalah orang yg tidak lagi akan menyesal.. saya berjanji. Saya tidak cukup dewaasa. Saya hanya tidak bisa meyakinkannya seperti ia selalu meyakinkan saya. Kalo kita bersama kita butuh semuanya untuk diubah, atau kita benar-benar akan berpisah. Haha, konyol.. ceritanya ini saya sedang galau.
Sabtu, 16 April 2011
It’s-a-New-York-I-Love-You

I have my own passion about this world after all my normally passion as a human like wanna give my parents, family, and people around me more happiness. I wanna around this world, actually that passion started when I was in first grade in hi-school.. I watched many movies then read many books, I love somethin called as an art, then it makes me feel, then say ‘I am gonna be there someday’. Arts motivated me. My traveling passion came from them. The arts. The arts that included on the books and the movies that I’ve watched.
Feels like so much impossible to me, but I am trying on. Then on this lovely Saturday morning, I’ve watched something good movie. I watched a movie about something that I love, somewhere that someday I may be there. New York. Well, how easy something let you remember about everything that has gone or maybe lost. I just forget what I am doin on, or I did before, and even I forget about where I am going to do next. A movie just reminded me. My passion.
New York, is something that I always dream. About somewhere that I am going to after Europe. Okay. I make the line. Maybe I can’t around all parts of this world, but I have a list about wherever I will go, I really wanna be there. New York include in.
I love that city, it reminds me about my hometown, my childhood, my biggest dream ever, Jakarta. The place that all people can do everything, as a liberalism that agreed by them, there. As a song, sung by my fav singer, complete. As a whore under the lamps with snows over her, she just still stands up, watches the street, looks for the chance fo survive. As I am with my boyf, different everythings there, the cab, bridge, and oh the NYPD. You know, life is in New York. With thousand people tries survive there, life looks so hard, then it’s too cold. People and the weather.
This love stories movie, New York I Love You, just opened my eyes again about New York. About all kind people there, Chinesse, Indian, or something called Yidish.
Well my vertigo’s asking me to stop this posting. Bye later. Oh love you eN, waY :*
Langganan:
Postingan (Atom)
