Tampilkan postingan dengan label Januari 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Januari 2010. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2010

The Forbidden Door



Well, I got Pintu Terlarang.
Film yang saya sendiri kurang menangkap maknanya. Tapi, sumpah ya ini film.. photo directnya keren banget, yang paling keren adalah visualisasian kota tua Jakarta, menjadi kota antah berantah nan indah. Si orang gila Joko Anwar berhasil menampilkan sesuatu dan menguaknya. Dari sebuah hal yang tabu menjadi sedikit mudah dimengerti tapi tetap misterius.
Bagaimana film ini menjaga pensaran para penontonnya, dari awal hingga akhir. Sejak saya menekan tombol close ke dvd sampe saya mengembalikan keeping-keping Cdnya. Saya masih belum menangkap utuh dari film ini, idiot.

Jadi ceritanya ini reviewnya saya ambil dari

Diangkat dari novel thriller karya Sekar Ayu Asmara, dikenal sebagai penulis yang selalu memiliki kecenderungan berpikir 'melenceng' dari garis normal, bercerita tentang Gambir (Fachri Albar) seorang pematung muda yang sukses namun selalu tampak resah dan gelisah dengan segala pencapaiannya. Gambir juga diceritakan selalu disetir oleh sang istri Talyda (Marsha Timothy), ibunya (Henidar Amroe), koh Jimmy sang sponsor (Tio Pakusadewo) maupun sahabatnya Dandung (Ario Bayu). Di tangan mereka kehidupan Gambir selalu terombang-ambing tanpa pegangan yang jelas.

Awalnya film ini menyajikan suasana supranatural yang kuat, kala Talyda memaksa Gambir untuk memasukkan janin hasil hubungan luar nikah mereka ke dalam perut patung hamil karya Gambir. Semenjak itu seperti mendapatkan daya tarik baru, semua patung Gambir (yang telah dititipi janin) seakan-akan berubah menjadi menarik dan bernyawa.

Namun ternyata alur cerita tidak mengijinkan film ini terjebak menjadi sebuah horror klise seperti yang terkira. Karena akhirnya perlahan-lahan perhatian penonton dialihkan ke berbagai potongan adegan masa lalu tentang penyiksaan seorang anak serta keberadaan pintu terlarang dari sebuah ruangan yang dibuat sang istri dalam rumah baru mereka.

Di sini kebrilianan cerita asli dan penyutradaan Joko Anwar bergabung menghadirkan beragam twist yang tidak terkira dan membuat penonton menarik nafas. Terutama adegan mencekam di mana Gambir harus menghabisi orang terdekatnya dan bagaimana ending cerita membuat penonton mengerti mengapa semua ini harus terjadi.

Walau untuk penggambaran beberapa adegan masih terlihat pengaruh sutradara Hideo Nakata berdasar pada novel laris karya Koji Suzuki, Ringu, gaya Joko Anwar membesut tampilan fotografis dan serta elemen grafis boleh dipuji. Pemilihan karakter warnanya pun sangat mendukung dan cukup unik dalam mendukung permainan emosi penonton.

Tidak seperti film Indonesia lain yang sering kedodoran dalam unsur screenplay, logika umum ataupun detil kerangka waktu, Pintu Terlarang bisa dibilang cukup rapi dalam hal ini. Sekalipun ada sedikit kejanggalan atau stereotype kuno tentang aplikasi kehidupan mewah, twist cerita yang dibuat di akhir film membuat kita memaafkan banyak 'kejanggalan' tersebut.

Brilian!!!

Good movie, tapi saya emang gak suka sama film yang genrenya orang-orang psikopat kaya begini. Heran banget ya, film-film orang Indonesia kok kalo kerennya minta ampun kaya begini selalu deh ceritanya macem-macem yang gak bisa bikin nyaman nontonnya. Aduh request dong pak sutradara tolong bikini saya film yang genrenya komedi atau romantis macem begini dong. Artisnya, visualisasinya, ooooh

Jumat, 22 Januari 2010

Mereka Bilang Saya, Monyet!

Mereka bilang saya monyet, adalah salah satu film yang fantastis buat saya. Adalah bagaimana menciptakan sesuatu yang minor dan tidak semua orang kehendaki, hadir begitu saja dengan tatanan rapi dan berani.

Saya menanggapi hasil karya yang satu ini merupakan cerminan hidup yang saya sempat bayangkan untuk terjadi di hidup saya sendiri.
Menjadi binal, puas merokok, alcohol, pulang malam, bareng temen, punya pacar seniman, terlebihh seorang penulis. Yang terkecuali yang mereka sebut ‘ngewe’

Oh ya! Saya tahu gimana rasanya hidup jadi ancur, hidup jadi begitu mudah dengan jual badan langsung dapet apartemen, sekarang saya tahu bagaimana sesungguhnya orang yang sering saya anggap keren yang mejeng di coffeeshop hi class adalah pelacur tingkat tinggi, saya tau gimana rasanya jadi ibu sekaligus bapak.

Saya tau antiklimaksnya. Makanya saya terus berharap jadi orang yang terus bersyukur, jadi orang yang selalu mengerti orang lain, dan gak nuntut orang lain untuk ngerti saya.

Minggu, 17 Januari 2010

kalau sakit :(

Hari ini sakit lagi. Endah sakit, lelakinya endah juga, aku sakit, lelaki itu juga sakit. Sakit semuanya, otaknya, hatinya, jantungnya, tubuhnya.
Radangku kambuh, tubuhku ini sarangnya para radang. Dari tenggorokan, sampai usus. Kata ibu ngga boleh namanya sentuh saos, apalagi mie instant.
Ibuku selalu tau pada akhirnya. Karena aku adalah orang nan paling bodoh sedunia. Orang yang mengulang kesalahan yang sudah pernah terjadi.
Segala cairan ada di tubuh, yang hidup ketika ibu sentuh. Yang lain tak bergeming, utuh.
Aku mau mati. Firasatku benar, hari kemarin.
Dan, aku bersyukur Tuhan masih mencintaiku.

Kacau.
Meracau.

Minggu, 10 Januari 2010

normal post

Halo, saya sudah selesai menangis. Dan letih tentang kesemuanya yang sedang maupun sudah terjadi. Alhamdulillah, saya masih punya bekal hidup di dunia, sekalipun saya terus membatini, menekan hasrat-hasrat saya untuk menjadi kufur. Saya masih beriman insya Allah.

Bukankah yang seperti ini yang mereka anggap permainan Tuhan, saya lelah menganggap diri saya lebay, saya lebih tepatnya akan menganggap Tuhan yang lebay, atau makhluk yang saya sebut ibu di seluruh waktu saya adlah yang paling lebay yang pernah ada.
Awalnya saya hanya letih menatap senja, dia begitu indah lalu meninggalkan saya begitu saja. Tapi, mengapa harus ada jejak-jejak yang tertinggal? Malam, dan langit bentuknya tetap sama, mengapa sang senja tidak merubahnya, dengan bentuk yang sekaligus absurd mungkin.. sehingga saya tak lagi sempat mengingat bahwa ia telah meninggalkan saya. Hati saya benar-benar tersayat tatkala mendengar kata memori, dan ingat kalian sudah pergi. Saya sama siapa?

Bulir-bulirnya menyentuh kulit saya dan mengingatkan bahwa jangan coba berani mencintai seseorang sebelum meyakini diri sendiri bahwa sudah berani kehilangan seseorang tersebut.

Selanjutnya, saya ingin merangkai kata membentuk kalimat tanya, yang saya fikir orang yang membaca akan membela saya seutuhnya dan menjawab its okay baby, your mother just too much..

Wajar kan seandainya saya membutuhkan teman? Pulang bimbel, terus rapat panitia bts, setelah itu lari ke citywalk lihat pameran buku, dan berkeliling mutiara cari jajanan kecil, dan pulang ke rumah ayu.. sekedar bersua dengan ranjangnya, tertawa lantas menangis, dan akhirnya hujan menghalangi saya pulang, ayah saya menyindir untuk menginap, dan pada akhirnya saya tetap pulang –sebelum azan isya!- dan ditanya menghisap rokok apa dan saya tetap dihina. Saya ngga terima.
Menikmati shower, dengan vertigo, dan sesak di ulu hati. Kepala memikul beban yang harusnya ini beban sang jantung hati. Its called stress. Alhamdulillah

Bulir-bulirnya menyentuh kulit saya dan mengingatkan bahwa semua pesakitanmu, adalah hasil karyamu sendiri. Merubah moodmu, melepas kontrolnya, dan sedikit campur tangan Tuhan, nan mengenai takdir. kun fa ya kun.

Tuhan, kapan ya saya jadi normal?

Kamis, 07 Januari 2010

bing bang

Halo!
Ini masalah kebimbangan saya kembali. Ini tentang mimpi dan sesuatu yang tidak akan pernah pasti.
Saya mengambil PMDK untuknya.
Di daerah.
Di kampung saya.

Saya suka sama suasana yang baru, masalahnya layaknya nama saya.. saya akan menjadi selalu bimbang. Ganju, terayun.. mengambang bak banyu ning kali. Terbawa sana-sini.

Saya mencoba meyakini. Dapat ilmu dan gampang cari kerja sana-sini. Jadi perempuan yang lebih manusiawi, dan juga ngga ketinggalan hal-hal yang trendin di Jakarta ini.


Jadi saya berharap tentang doa-doa, tempat kost yang nyaman, sebuah shopping mall, dan tidak ada lagi sedikitpun doktrin, lagi. 