Ya. Saya sudah selesai. Saya tidak akan memaksa siapapun untuk datang. Saya mau bicara, tapi saya yakin ada waktunya. Mungkin jodoh saya emang dia, atau mungkin jodoh saya memang bukan dia. Saya ada di sini selamanya. Akan diam saja. Terserah mau bicara apa. Saya sudah banyak cerita sama mimpi saya. Saya, saya malu sama panggung saya. Ya udah ya.. ya.. yaudah.. yaudah!
Saya nggak punya alasan. Saya males meminta. Saya tau bagaimana rasanya diminta! Bodo amat dah sama hidup kamu ya. Mau kamu sama temen SD, Senior, Mantan, bodo amat! Saya mau kamu, eh saya nggak mau kamu!
when it’s hard for you to sleep tonight and you don’t know what to do
it’s like when you’re wake up in the morning
and there’s no one by your side
when you need someone
to hold you close end this
no one you could run to
now i’ve thinking about you lately
got me back to your love
#Reff
ooo i want you back (in my life) in my life
what am i suppose to do
now you are not here o come back in my life
Soulvibe- I want You back
Senin, 28 Juni 2010
Masa Terberat!
Oke, ini adalah curhatan pribadi hati saya. Saya begitu lelah akhir-akhir ini, saya harus mengurus jenjang pendidikan selanjutnya yang sudah menikam saya, kemudian saya meninju hati saya, dengan pujaan hati yang baru (baru saya sadari dia ada dari 5 tahun yang lalu, eh enggak juga. Saya sadar sedari dulu.), saya diterkam detik-detik penantian untuk panggung kecil kesayangan saya di Bulungan, tanggal 11 nanti.
Saya terlalu capek sama semua hal. Banyak yang terjadi, masa-masa sekarang adalah masa yang terberat buat saya. Belum lagi BTS 2010. See, nggak ada yg sempurna. Tapi apakah yang menuntut kesempurnaan tersebut dapat dengan sempurna mengerti bagaimana waktu kita, saya harus menjual pernyataan, kepercayaan, harga diri ketika saya, kita meyakinkan? Apa ada yang peduli, duit pendanaan hilang, panitia nombok untuk mencapai puluhan juta itu, apa ada yang tau kalo membuang waktu untuk sesuatu yg tak pernah ada sebelumnya kemudian diperjuangkan, adalah satu hal yang bangsat?
Melelahkan!
Bisa nggak?
Saya mah angkuh, sombong. Makanya saya bilang gini, karena saya nggak kuat harus merasa tolol, minder sendiri sama hati saya. Saya mau bilang ya bilang. Yang bikin konsepnya emang saya, tapi bukan saya yang membentuk saya seperti itu, bikin videonya gak ada suara, gambarnya luntur, atau nama Tiyo IPB jadi ancur, dan mungkin temen-temen yang lain yg gak ada di sana. Maaf. Saya minta maaf mewakili EO dan percetakan. Tolong bilang situ maunya apa.
Saya capek. Drop. Emak saya nggak berenti ngebacot, hati saya apalagi. Lihat, Tuhan bertindak. Nggak ada yang mungkin menjadikannya lebih baik, kecuali-Nya.
Saya cuma manusia, bisa dan biasa. Jadi saya mohon, tolong jangan rusak hidup saya lagi, kasih ke yang lain, kasih ke yang bisa menerima mulut anda, bicara saja, tidak ada yang mampu menggusarnya. Ini beban-beban saya. Sekarang saya masuk angin, badan saya sakit semua, tenggorokan saya terbakar, panas, seluruh tubuh panas. Tolong ya. Terima kasih.
Saya terlalu capek sama semua hal. Banyak yang terjadi, masa-masa sekarang adalah masa yang terberat buat saya. Belum lagi BTS 2010. See, nggak ada yg sempurna. Tapi apakah yang menuntut kesempurnaan tersebut dapat dengan sempurna mengerti bagaimana waktu kita, saya harus menjual pernyataan, kepercayaan, harga diri ketika saya, kita meyakinkan? Apa ada yang peduli, duit pendanaan hilang, panitia nombok untuk mencapai puluhan juta itu, apa ada yang tau kalo membuang waktu untuk sesuatu yg tak pernah ada sebelumnya kemudian diperjuangkan, adalah satu hal yang bangsat?
Melelahkan!
Bisa nggak?
Saya mah angkuh, sombong. Makanya saya bilang gini, karena saya nggak kuat harus merasa tolol, minder sendiri sama hati saya. Saya mau bilang ya bilang. Yang bikin konsepnya emang saya, tapi bukan saya yang membentuk saya seperti itu, bikin videonya gak ada suara, gambarnya luntur, atau nama Tiyo IPB jadi ancur, dan mungkin temen-temen yang lain yg gak ada di sana. Maaf. Saya minta maaf mewakili EO dan percetakan. Tolong bilang situ maunya apa.
Saya capek. Drop. Emak saya nggak berenti ngebacot, hati saya apalagi. Lihat, Tuhan bertindak. Nggak ada yang mungkin menjadikannya lebih baik, kecuali-Nya.
Saya cuma manusia, bisa dan biasa. Jadi saya mohon, tolong jangan rusak hidup saya lagi, kasih ke yang lain, kasih ke yang bisa menerima mulut anda, bicara saja, tidak ada yang mampu menggusarnya. Ini beban-beban saya. Sekarang saya masuk angin, badan saya sakit semua, tenggorokan saya terbakar, panas, seluruh tubuh panas. Tolong ya. Terima kasih.
Kamis, 24 Juni 2010
Because of you
Sayapun belum sempat menuliskan hasrat saya mengenai Solo. Pulang dari sana hati saya dirundung rindu. Saya juga nggak tau bagaimana mendefinisikannya, yang namanya manusia nggak pernah tau jadwal datangnya karma dan anugrah. Saya mengiranya ini adalah bentuk keduanya. Setiap saya ngomong sesuatu, setiap say abaca naskah, nonton internet, atau lagi arisan-Jcool, dan di sesi pemotretan pun saya masih mau dia. Nggak ada alasan. Awalnya.
Kalau saya bertemu sama dia, saya riang lagi riang bukan kepalang. Tapi itu lagi terlalu kalut buat saya menjelasknnya lagi. He’s my last choice, as SNMPTN. They’re my wishes everyday.
Tapi kenyataannya rasa percaya nya tidak mau datang menyambangi saya. Saya mencoba mencari tahu bagaimana dia mengulik hatinya buat saya, merasakan bagaimana kecewanya lebih dari kecewa ditolak universitas, bagaimana dikhianati sama temen calon kost yang sudah punya kost duluan. Dia begitu tau saya. Ya udah saya juga tau dia.
Tapi, kali ini jauh banget. Saya jadi lebih ngerasa semakin dekat sama sejatinya orang-orang menganggap sejati. Baru kali ini saya bisa meneriama hal-hal begitu buruk, His messed life.. I felt those are my life too, I am in them. I messed his life, I ever did it, I had apologized. What’s more? I still wanna him. I don’t wanna he is being as my last chance, I need he’s being my first chance.
Kalau kata pribadi saya, saya hanya merasa kecewa sama apa yang saya dapatkan, dan saya baru punya kesempatan untuk melihat dewa-nya itu orang kepada saya.Kemudian saya pergi jauh, nggak ada teman yg dampingin saya. Kemudian waktu itu saya sedang mendengarkan lagu ERK (oke nggak nyambung). Buat saya eleginya jadi di mana-mana, saya benci menunggu, saya mikirnya dia masih menunggu. Jadi saya sempat berfikir saya harus bergegas menariknya ke hati saya. Saya tau bagaimana rasanya menunggu. Dia yg ngajarin saya ber-dewasa. Dia yg menjadikan saya menjadi saya. Dia hujan di bulan Desember, menetas rindu sebagai sebuah kehidupan yang normal. Akhirnya saya kepadanya.
Saya jadi sempat mikir, kenapa nggak dari dulu? Karena saya nggak tau gimana harus pacaran, gimana saya harus menangisi laki-laki dan hidupnya, bagaimana saya harus menghadapi konflik kepada orang-orang lainnya. Dan karena dia bukan tipe saya. Tapi SAYA BISA SELALU RINDU DIA! BANGSAT!
TAPI ORANG-ORANG GAK TAU. SAYA SUDAH MENDOKTRIN HIDUP SAYA , TIDAK SATUPUN ORANG AKAN MENEBAK SAYA, DAN SEMUA BILANG YANG SALAH, YANG MENYEDIHKAN. Oh okay, you couldn’t guess me, Sir.
Saya harus gimana ini, rasa galau saya oh galau kenapa kau menjadi trending topic di twitter -_-
Saya akan berusaha diam. Okay saya diam. Saya menutup semua lubang-lubang lain, hanya untuk kamu dan Nicholas Saputra. Saya akan pergi jauh dari masa depan, saya mau masa lalu bersama kamu.
e.j.a
Kalau saya bertemu sama dia, saya riang lagi riang bukan kepalang. Tapi itu lagi terlalu kalut buat saya menjelasknnya lagi. He’s my last choice, as SNMPTN. They’re my wishes everyday.
Tapi kenyataannya rasa percaya nya tidak mau datang menyambangi saya. Saya mencoba mencari tahu bagaimana dia mengulik hatinya buat saya, merasakan bagaimana kecewanya lebih dari kecewa ditolak universitas, bagaimana dikhianati sama temen calon kost yang sudah punya kost duluan. Dia begitu tau saya. Ya udah saya juga tau dia.
Tapi, kali ini jauh banget. Saya jadi lebih ngerasa semakin dekat sama sejatinya orang-orang menganggap sejati. Baru kali ini saya bisa meneriama hal-hal begitu buruk, His messed life.. I felt those are my life too, I am in them. I messed his life, I ever did it, I had apologized. What’s more? I still wanna him. I don’t wanna he is being as my last chance, I need he’s being my first chance.
Kalau kata pribadi saya, saya hanya merasa kecewa sama apa yang saya dapatkan, dan saya baru punya kesempatan untuk melihat dewa-nya itu orang kepada saya.Kemudian saya pergi jauh, nggak ada teman yg dampingin saya. Kemudian waktu itu saya sedang mendengarkan lagu ERK (oke nggak nyambung). Buat saya eleginya jadi di mana-mana, saya benci menunggu, saya mikirnya dia masih menunggu. Jadi saya sempat berfikir saya harus bergegas menariknya ke hati saya. Saya tau bagaimana rasanya menunggu. Dia yg ngajarin saya ber-dewasa. Dia yg menjadikan saya menjadi saya. Dia hujan di bulan Desember, menetas rindu sebagai sebuah kehidupan yang normal. Akhirnya saya kepadanya.
Saya jadi sempat mikir, kenapa nggak dari dulu? Karena saya nggak tau gimana harus pacaran, gimana saya harus menangisi laki-laki dan hidupnya, bagaimana saya harus menghadapi konflik kepada orang-orang lainnya. Dan karena dia bukan tipe saya. Tapi SAYA BISA SELALU RINDU DIA! BANGSAT!
TAPI ORANG-ORANG GAK TAU. SAYA SUDAH MENDOKTRIN HIDUP SAYA , TIDAK SATUPUN ORANG AKAN MENEBAK SAYA, DAN SEMUA BILANG YANG SALAH, YANG MENYEDIHKAN. Oh okay, you couldn’t guess me, Sir.
Saya harus gimana ini, rasa galau saya oh galau kenapa kau menjadi trending topic di twitter -_-
Saya akan berusaha diam. Okay saya diam. Saya menutup semua lubang-lubang lain, hanya untuk kamu dan Nicholas Saputra. Saya akan pergi jauh dari masa depan, saya mau masa lalu bersama kamu.
e.j.a
Label:
06-10 ffe,
Juni 2010,
Relationship,
Subject-
Puncak Merubah Saya
Puncak merubah saya..
Menjadikan saya seperti saya yang sejak dulu sudah selalu mencintainya. Menjadikan saya abadi dan penuh syukur. Bagaimana satuan derajat mampu mengendalikan jiwa nan muram. Pantas orang Jakarta, jadi sama seperti saya, cinta sama pohon-pohonnya, dan pelukannya.
Bagaimana tidak. Ketika hawa dingin memaksamu berelegi, mengenang patah hati di balik jendela tua berjalan, kemudian angin tajamnya membekukan hatimu, mencairkan segala puncak yang membatin.. meredakan kepahitan yang tertahan di sarang lidah. Daun-daun teh yang begitu solid, membentuk barisan sekalipun mereka berbeda jarak untuk sekedar berdiri, pada akhirnya semua melihatnya jadi tetap sama.
Puncak. Begitu lekat sama yang namanya cinta. Begitu jadi menggebu cinta saya sama sang Kholik, yang begitu santun mewujudkan sebuah dunia di mimpi saya siang itu. Sebuah dunia yang lekat sama warna hijau, dan banyak kolam berenang. Layaknya dunia kreatif tanpa batas penuh abdi untuk mencari sesuap nasi, semua ada, semua diadakan oleh mereka. Sebuah dunia dengan kesejukan yang begitu sempurna, meskipun digosipkan akan berpindah ke ranah saya nantinya karena longsor. Sebuah tanah yang begitu menggoda, dan akan selalu menjadikanmu seperti pasukan Praja Muda Karana selamanya.
Puncak! Dengan gerimis nan mengembun di jendela saya, menua namun tetap menjadi pesona. Menghilang buana tapi ujungnya tetap sama. Yah sempurna lah ya. Dan ketika membandingkannya dengan kehidupan sesempurna tadi, bagaimana memulai pertanyaan untuk menanyakan apa yang orang sana fikirkan hingga stress, apa yang memicu mereka jadi depresi, uhm.. oke .. jadi, apa yang malah membuat banyak di sana terlihat orang gila tidak waras, dengan pakaian setengah jadi, dan tubuh berurakan ciuman lumpur-lumpur dan kotoran, di mana-mana?
Di balik semua pesona terdapat hal-hal klise yang merebak. Yang menjalin pada siapapun nan melihatnya. Kota kecil nan mengandalkan bumi tinggalnya, yang ia jual kepada masyarakat Jakarta, pada orang-orang Arab banyak nan bermukim, pada setiap jiwa nan memenuhi panggilan jiwanya. Kota, nan semua mimpi berawal padanya, setiap ujung berakhir padanya, tempat untuk mengawali jujur kepada dirinya sendiri. kota terdekat untuk bicara pada bukit. Oh ya.
Puncak. Karena saya cinta Puncak, terlebih Taman Safarinya, dan udaranya. Terima kasih telah merubah saya, menjadikan saya memaafkan ibu saya, menjadikan saya berfikir lebih dewasa untuk memikirkan memberi oleh-oleh apa untuk adek saya yg jahanam, mengingatkan saya pada orang yg saya rindukan, memberikan sahabat yang baik untuk sekedar memberikan saya minyak kayu putih dan mendukung saya membuat tattoo nama saya dan nama orang yang saya rindukan, memberikan saya sebuah tempat untuk berteriak; I AM FREEEEEEEEEEE sehabis promnite dan membuat semua penghuni hotel jadi mual, mencegah saya untuk menjadi binal untuk ke Club,Mabuk, dan kembali menghisapNya, menjadikan air kolam jinak ketika saya menjajahinya ketika fajar subuh membentang, menyadarkan bahwa mereka adalah orang-orang sempurna meskipun tidak begitu saling mengenal di mana rumahnya dan siapa nama Bapaknya; teman-teman 10’, terima kasih akhirnya saya memang harus punya orang yang saya nggak suka di SMA, terima kasih untuk masa-masa akhir di setiap perguruan, pendidikan yang saya geluti.. m4’aChi3 y4cH p03nC4kZx :D
Menjadikan saya seperti saya yang sejak dulu sudah selalu mencintainya. Menjadikan saya abadi dan penuh syukur. Bagaimana satuan derajat mampu mengendalikan jiwa nan muram. Pantas orang Jakarta, jadi sama seperti saya, cinta sama pohon-pohonnya, dan pelukannya.
Bagaimana tidak. Ketika hawa dingin memaksamu berelegi, mengenang patah hati di balik jendela tua berjalan, kemudian angin tajamnya membekukan hatimu, mencairkan segala puncak yang membatin.. meredakan kepahitan yang tertahan di sarang lidah. Daun-daun teh yang begitu solid, membentuk barisan sekalipun mereka berbeda jarak untuk sekedar berdiri, pada akhirnya semua melihatnya jadi tetap sama.
Puncak. Begitu lekat sama yang namanya cinta. Begitu jadi menggebu cinta saya sama sang Kholik, yang begitu santun mewujudkan sebuah dunia di mimpi saya siang itu. Sebuah dunia yang lekat sama warna hijau, dan banyak kolam berenang. Layaknya dunia kreatif tanpa batas penuh abdi untuk mencari sesuap nasi, semua ada, semua diadakan oleh mereka. Sebuah dunia dengan kesejukan yang begitu sempurna, meskipun digosipkan akan berpindah ke ranah saya nantinya karena longsor. Sebuah tanah yang begitu menggoda, dan akan selalu menjadikanmu seperti pasukan Praja Muda Karana selamanya.
Puncak! Dengan gerimis nan mengembun di jendela saya, menua namun tetap menjadi pesona. Menghilang buana tapi ujungnya tetap sama. Yah sempurna lah ya. Dan ketika membandingkannya dengan kehidupan sesempurna tadi, bagaimana memulai pertanyaan untuk menanyakan apa yang orang sana fikirkan hingga stress, apa yang memicu mereka jadi depresi, uhm.. oke .. jadi, apa yang malah membuat banyak di sana terlihat orang gila tidak waras, dengan pakaian setengah jadi, dan tubuh berurakan ciuman lumpur-lumpur dan kotoran, di mana-mana?
Di balik semua pesona terdapat hal-hal klise yang merebak. Yang menjalin pada siapapun nan melihatnya. Kota kecil nan mengandalkan bumi tinggalnya, yang ia jual kepada masyarakat Jakarta, pada orang-orang Arab banyak nan bermukim, pada setiap jiwa nan memenuhi panggilan jiwanya. Kota, nan semua mimpi berawal padanya, setiap ujung berakhir padanya, tempat untuk mengawali jujur kepada dirinya sendiri. kota terdekat untuk bicara pada bukit. Oh ya.
Puncak. Karena saya cinta Puncak, terlebih Taman Safarinya, dan udaranya. Terima kasih telah merubah saya, menjadikan saya memaafkan ibu saya, menjadikan saya berfikir lebih dewasa untuk memikirkan memberi oleh-oleh apa untuk adek saya yg jahanam, mengingatkan saya pada orang yg saya rindukan, memberikan sahabat yang baik untuk sekedar memberikan saya minyak kayu putih dan mendukung saya membuat tattoo nama saya dan nama orang yang saya rindukan, memberikan saya sebuah tempat untuk berteriak; I AM FREEEEEEEEEEE sehabis promnite dan membuat semua penghuni hotel jadi mual, mencegah saya untuk menjadi binal untuk ke Club,Mabuk, dan kembali menghisapNya, menjadikan air kolam jinak ketika saya menjajahinya ketika fajar subuh membentang, menyadarkan bahwa mereka adalah orang-orang sempurna meskipun tidak begitu saling mengenal di mana rumahnya dan siapa nama Bapaknya; teman-teman 10’, terima kasih akhirnya saya memang harus punya orang yang saya nggak suka di SMA, terima kasih untuk masa-masa akhir di setiap perguruan, pendidikan yang saya geluti.. m4’aChi3 y4cH p03nC4kZx :D
ELEGI PAGI PAGI WAKTU ITU
Hari ini, pagi ini saya berelegi lagi. membiru, pupus harapan.. menatap cermin dari layar laptop saya. Membisu, dari apa-apa yang seharusnya saya bicarakan. Tidak, sebenarnya saya baru saja bilang, saya baru saja bilang.
Anda mengerti bagaimana cinta seorang ibu untuk anaknya, bukan?
Ya ini masalah saya dan dia lagi.
Rasanya aneh, di usia saya yang sudah 17 tahun ini, masih saja belum saya bisa uraikan siapa Ibu saya. Rasanya dia terlalu kekanak-kanakan menghadapi saya yang sudah terlanjur dewasa. Mengenai apa yang terjadi pagi ini, sulit sekali saya jelaskan. Padahal saya sudah begitu yakin, dan saya tidak mengalaminya secara langsung.. saya menjauh, dan saya ingin pergi.. tapi saya tetap di sini. Saya terkunci dan akan selamanya di sini.. mengikat apa yang seharusnya saya dapat. Saya tidak mengerti lagi bagaimana caranya.
Kalau Ibu saya memilih mati ketimbang menghadapi saya yang beringas, saya berharap Ibu saya mati di hari Selasa, biar seperti yang orang bicarakan. Mati di Selasa mengajak orang, dan biar saya ikut, mati selanjutnya. Betapa saya mencintai Ibu saya, betapa saya tak ingin dia sendiri.
Tapi begitu tidak tahannya saya, menghadapi tekanan yg selalu menghimpitnya, saya begitu sadar, saya begitu takut, dan dia selalu menyebut, tapi selanjutnya dia meracau saya. Emosi saya mengambang jadi terkapar, tak tahan jadi anak durhaka. Saya sambut teriakannya..
Begitu saya ingin pergi, dia larang saya pergi ke Panggung, dia larang saya mati, tapi dia terus makani hati payau saya ini. Dia bilang saya tolol, tapi dia begitu sedih menunjukkan foto saya ke hadap public, dia naikkan hatinya dari nama saya, dia begitu bahagia pegang foto saya nan berkebaya, cerita kalau saya Tukang Juara dari SD.
Saya harus bagaimana. Dia terlalu banyak yang menekan, tapi saya enggan, saya kuat untuk menahan maunya. Dia keras seperti saya, tak ada yang mau salah antara dia atau saya.
Ya ALLAH.
(Sebelum Ke SOLO)
Anda mengerti bagaimana cinta seorang ibu untuk anaknya, bukan?
Ya ini masalah saya dan dia lagi.
Rasanya aneh, di usia saya yang sudah 17 tahun ini, masih saja belum saya bisa uraikan siapa Ibu saya. Rasanya dia terlalu kekanak-kanakan menghadapi saya yang sudah terlanjur dewasa. Mengenai apa yang terjadi pagi ini, sulit sekali saya jelaskan. Padahal saya sudah begitu yakin, dan saya tidak mengalaminya secara langsung.. saya menjauh, dan saya ingin pergi.. tapi saya tetap di sini. Saya terkunci dan akan selamanya di sini.. mengikat apa yang seharusnya saya dapat. Saya tidak mengerti lagi bagaimana caranya.
Kalau Ibu saya memilih mati ketimbang menghadapi saya yang beringas, saya berharap Ibu saya mati di hari Selasa, biar seperti yang orang bicarakan. Mati di Selasa mengajak orang, dan biar saya ikut, mati selanjutnya. Betapa saya mencintai Ibu saya, betapa saya tak ingin dia sendiri.
Tapi begitu tidak tahannya saya, menghadapi tekanan yg selalu menghimpitnya, saya begitu sadar, saya begitu takut, dan dia selalu menyebut, tapi selanjutnya dia meracau saya. Emosi saya mengambang jadi terkapar, tak tahan jadi anak durhaka. Saya sambut teriakannya..
Begitu saya ingin pergi, dia larang saya pergi ke Panggung, dia larang saya mati, tapi dia terus makani hati payau saya ini. Dia bilang saya tolol, tapi dia begitu sedih menunjukkan foto saya ke hadap public, dia naikkan hatinya dari nama saya, dia begitu bahagia pegang foto saya nan berkebaya, cerita kalau saya Tukang Juara dari SD.
Saya harus bagaimana. Dia terlalu banyak yang menekan, tapi saya enggan, saya kuat untuk menahan maunya. Dia keras seperti saya, tak ada yang mau salah antara dia atau saya.
Ya ALLAH.
(Sebelum Ke SOLO)
Bang Dodai M38
Baru saja saya pulang. Pulang, pulang, pulang.
Well. Ada yang saya dapatkan malam ini. Saya baru saja pulang diantar sama bagian dari kumpulan orang-orang yang saya suka katain “ANJING LOH BANG!” yep.. abang-abang EM-TI, M38. Berangkat saya ketemu, pulang eh bareng dia dianterin. Stop-stop, bukan kayak yang di ftv. Tapi ini lebih mengenai kejernihan hati nan tidak semua orang punya, dan itu hadir di figure orang yang saya suka semprotin, lagi “ANJING LOH BANG”.
Ini mengenai pria-pria yang mencoba mengenal lawan jenisnya. Maksudnya saya gitu. Gatau ya, abangnya pelan-pelan berhasil menanyakan sedikit hidup saya. Tebak karena apa? Bukan karena saya takut, eh takut juga sih. Tapi terlebih adalah karena saya segan, sama abang-abangnya.
M38 itu adalah jiwa yang langka di lajur Bendhil to the Tomang, kalo jalan lelet banget kaya tai, kalo abangnya ngejar setoran bagai anak metal naik jet coaster di jalanan, bikin jantungan ngebutnya! Ee.
Terus tiba-tiba saya dapet abang yang tadi ketemu di pangkalan. Nanyain saya.. saya mesem doang. Eh semua penumpang yang sama saya ternyata langganan dia semua, semuanya akrab banget. Terus abangnya berkesan ramah banget, saya jadi inget Rosulullah SAW, mungkin abangnya dulu anak pengajian kali ya.. jadi dia tuh jualannya jujur gitu, ngejelasin dulu ke pelanggannya tarifnya berapa, terus ngebiarin dikasih seikhlasnya, bahkan abangnya bilang kalo nggak punya duit gak usah bayar, belom lagi.. abangnya kaya bawa anak buah gitu, tapi anak buahnya istimewa.. orang dengan keterbelakangan mental yang udah paruh baya gitu dan susah bicara.. saya sih tau ngangkot duitnya gak seberapa apalagi abangnya juga masih anak buah, eh tapi abangnya sengaja ngajak dan ngongkosin orang itu. Belom lagi, sebenernya abangnya mau pulang, eh karena kasian liat cewek cantik kaya saya (bkakaka) akhirnya dia bela-belain lanjut ke Bendhil. Dan pas saya sendirian, masuklah laki-laki yang saya yakin mau ngejambret saya, good.. abangnya langsung suruh saya maju.. duduk di depan. Aman!
Saya bengong. Abangnya seumuran sepupu saya yang saya sukain. Kasian nggak kuliah, dan nggak mau saya panggil abang, nama keluarganya belakangnya huruf –i semua nama abangnya Dodi apa Jodi gitu.. dan abangnya punya temen udah almarhum dulu sekolah di 35 dan lagi saya mengingatkan dia tentang almarhumah adeknya. Dan lagi, lagi yang dia sampaikan.. “hidup itu nggak selalu di atas dek, roda hidup berputar”.. *breezingmenataplangit
Abangnya seperti tidak rela saya ke Solo, dan dia mengantar saya ke sisi paling aman menuju The Rusun.
Well, so many things in this world that I never thought before, then could happen to my life. Thank you Allah, thank you bang.. *sambilnungguorangbaleswall*
Well. Ada yang saya dapatkan malam ini. Saya baru saja pulang diantar sama bagian dari kumpulan orang-orang yang saya suka katain “ANJING LOH BANG!” yep.. abang-abang EM-TI, M38. Berangkat saya ketemu, pulang eh bareng dia dianterin. Stop-stop, bukan kayak yang di ftv. Tapi ini lebih mengenai kejernihan hati nan tidak semua orang punya, dan itu hadir di figure orang yang saya suka semprotin, lagi “ANJING LOH BANG”.
Ini mengenai pria-pria yang mencoba mengenal lawan jenisnya. Maksudnya saya gitu. Gatau ya, abangnya pelan-pelan berhasil menanyakan sedikit hidup saya. Tebak karena apa? Bukan karena saya takut, eh takut juga sih. Tapi terlebih adalah karena saya segan, sama abang-abangnya.
M38 itu adalah jiwa yang langka di lajur Bendhil to the Tomang, kalo jalan lelet banget kaya tai, kalo abangnya ngejar setoran bagai anak metal naik jet coaster di jalanan, bikin jantungan ngebutnya! Ee.
Terus tiba-tiba saya dapet abang yang tadi ketemu di pangkalan. Nanyain saya.. saya mesem doang. Eh semua penumpang yang sama saya ternyata langganan dia semua, semuanya akrab banget. Terus abangnya berkesan ramah banget, saya jadi inget Rosulullah SAW, mungkin abangnya dulu anak pengajian kali ya.. jadi dia tuh jualannya jujur gitu, ngejelasin dulu ke pelanggannya tarifnya berapa, terus ngebiarin dikasih seikhlasnya, bahkan abangnya bilang kalo nggak punya duit gak usah bayar, belom lagi.. abangnya kaya bawa anak buah gitu, tapi anak buahnya istimewa.. orang dengan keterbelakangan mental yang udah paruh baya gitu dan susah bicara.. saya sih tau ngangkot duitnya gak seberapa apalagi abangnya juga masih anak buah, eh tapi abangnya sengaja ngajak dan ngongkosin orang itu. Belom lagi, sebenernya abangnya mau pulang, eh karena kasian liat cewek cantik kaya saya (bkakaka) akhirnya dia bela-belain lanjut ke Bendhil. Dan pas saya sendirian, masuklah laki-laki yang saya yakin mau ngejambret saya, good.. abangnya langsung suruh saya maju.. duduk di depan. Aman!
Saya bengong. Abangnya seumuran sepupu saya yang saya sukain. Kasian nggak kuliah, dan nggak mau saya panggil abang, nama keluarganya belakangnya huruf –i semua nama abangnya Dodi apa Jodi gitu.. dan abangnya punya temen udah almarhum dulu sekolah di 35 dan lagi saya mengingatkan dia tentang almarhumah adeknya. Dan lagi, lagi yang dia sampaikan.. “hidup itu nggak selalu di atas dek, roda hidup berputar”.. *breezingmenataplangit
Abangnya seperti tidak rela saya ke Solo, dan dia mengantar saya ke sisi paling aman menuju The Rusun.
Well, so many things in this world that I never thought before, then could happen to my life. Thank you Allah, thank you bang.. *sambilnungguorangbaleswall*
Sang Buronan
Aku akan buat kesemuanya ini tiba, ketika aku sampai di penjara. Di penjara waktuku. Aku adalah sang buronan, tak letih mencari relung untuk hilangkan hati dan jiwaku.. aku sang buronan, melari adalah sebuah naluri.. dan akulah buronanmu.
Aku menuntut, dan semua berhasil jua datang menuntutku. Meriuh, dan menjadikan aku bertabur pada sembilu api, dan terbawa gelombang pasang di danau yang begitu tenang, atau badai memutarku, sampai aku tak lagi mampu menjamah tanah, menjamah tanah yang ranah, lemah, dan tak mampu lagi menyambutku.
Aku bersembunyi pada lingkaran, lingkaran, pelukan nan begitu erat menghantamku. Memburuku dari segala arah, dan meriah.
HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Keypad A hampir hancur. Mirip, layaknya aku.
Aku masih punya Tuhan. Tuhan sembunyikan aku. Tuhan tikam aku. Tuhan tahan air mataku. Tuhan hapus segala raguku. Ya Allah maha pemberi cinta, dan yang paling aku cintai, harusnya aku seperti ini sedari dulu. Sedari aku masih pada mimpi, sedari mata-mata dunia belum lagi usai menatapku, selagi aku belum membubuhkan jari-jariku..
Ini bukan sebagian. Aku terlalu lincah, menghadapimu muka teralis, muka baja.. muka pembunuh jiwa raga! Biar aku, biar.. aku takkan lagi hilangkan tandanya.. dan kau jua takkan lagi mampu menangkapku! Aku, aku akan lari selamanya, aku akan lari dari teriakan Ibu, Aku akan lari dari tuntutan seorang anak, aku akan lari dari dunia, aku akan lari dari bayang-bayang mati..
Jadi, aku akan lari, mengitari semua puisi di dunia ini. Mencari, dan dicari..
Aku menuntut, dan semua berhasil jua datang menuntutku. Meriuh, dan menjadikan aku bertabur pada sembilu api, dan terbawa gelombang pasang di danau yang begitu tenang, atau badai memutarku, sampai aku tak lagi mampu menjamah tanah, menjamah tanah yang ranah, lemah, dan tak mampu lagi menyambutku.
Aku bersembunyi pada lingkaran, lingkaran, pelukan nan begitu erat menghantamku. Memburuku dari segala arah, dan meriah.
HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Keypad A hampir hancur. Mirip, layaknya aku.
Aku masih punya Tuhan. Tuhan sembunyikan aku. Tuhan tikam aku. Tuhan tahan air mataku. Tuhan hapus segala raguku. Ya Allah maha pemberi cinta, dan yang paling aku cintai, harusnya aku seperti ini sedari dulu. Sedari aku masih pada mimpi, sedari mata-mata dunia belum lagi usai menatapku, selagi aku belum membubuhkan jari-jariku..
Ini bukan sebagian. Aku terlalu lincah, menghadapimu muka teralis, muka baja.. muka pembunuh jiwa raga! Biar aku, biar.. aku takkan lagi hilangkan tandanya.. dan kau jua takkan lagi mampu menangkapku! Aku, aku akan lari selamanya, aku akan lari dari teriakan Ibu, Aku akan lari dari tuntutan seorang anak, aku akan lari dari dunia, aku akan lari dari bayang-bayang mati..
Jadi, aku akan lari, mengitari semua puisi di dunia ini. Mencari, dan dicari..
Cinderella Man

Cinderella Man. That was a drama, and that was you must called as the best romantic Boxer-Husband-Wife life.
I don’t know who is Braddock, but Russel Crowe perfectly let me knew who is he. Russel Crowe is a perfect daddy-figure.
It was about, something in life. You have the upside, or you never know you’ll get the downside. Life, neverone could know detail what will happen. It was also about Jimmy’s life. He is a great man, a great boxer, he was one of the world champion at Boxing. He dedicated his life to his wife, children. And as you know, he is a wise man, he fighted for his life, even he had down and didn’t has anything, anymore in this world at his age. He even sacrificed his life to world war.. people called him as the Cinderella Man, everyone in the town love him.
Finally, I have to make the conclusion… hmm what? I got a mess feeling from last nite..
Okay. As a wife you have to love your husband and your children, even they are really will or have sucking your life. You know, sometime we have to see what people not see. We have to!
Love Actually is around
Love actually is all around, the movie that I just watched.
Seperti kisah-kisah cinta lainnya. Tapi yang saya suka dari film ini adalah setting awal zaman Millenium a.k.a zaman 2000an nggak begitu terlihat jadul sekali. Dan yang saya suka, di sana banyak ditampilkan karena memang ditampilkan di Inggris, jadii banyak deh orang Inggrisnya. Everybody loves England-Man :D.
Dengan mengambil kasus yang umum, tapi menurut saya banyak hal-hal yang apik yang disampaikan di film. Karena kata Ike saya cengeng ketika menonton film, jadi wajar juga kali ya kalo saya nangis. Terharu juga sih, pas diajarin sama film, ketika seorang sahabat mengakui Love Actually’nya adalah sahabatnya, managernya yang selama ini ada untuknya. Bagi umat Kristian, event christmast yang begitu special dijadikan moment untuk menyatakan cinta sejati mereka, pemeran-pemeran dari film ini. Intinya sih bukan mommentnya kapan, tapi bagaimana cara perasaan itu tersampaikan dan menjadi sebuah hal yang.. apa ya.. making some happiness kali yak, hehe.
About me again!
My love actually is only about my bestfriends, now. Cheers
Seperti kisah-kisah cinta lainnya. Tapi yang saya suka dari film ini adalah setting awal zaman Millenium a.k.a zaman 2000an nggak begitu terlihat jadul sekali. Dan yang saya suka, di sana banyak ditampilkan karena memang ditampilkan di Inggris, jadii banyak deh orang Inggrisnya. Everybody loves England-Man :D.
Dengan mengambil kasus yang umum, tapi menurut saya banyak hal-hal yang apik yang disampaikan di film. Karena kata Ike saya cengeng ketika menonton film, jadi wajar juga kali ya kalo saya nangis. Terharu juga sih, pas diajarin sama film, ketika seorang sahabat mengakui Love Actually’nya adalah sahabatnya, managernya yang selama ini ada untuknya. Bagi umat Kristian, event christmast yang begitu special dijadikan moment untuk menyatakan cinta sejati mereka, pemeran-pemeran dari film ini. Intinya sih bukan mommentnya kapan, tapi bagaimana cara perasaan itu tersampaikan dan menjadi sebuah hal yang.. apa ya.. making some happiness kali yak, hehe.
About me again!
My love actually is only about my bestfriends, now. Cheers
Gaza, love
Awal Juni ini
Akhir-akhir ini kita dilibatkan sama kata “manusiawi”. Orang-orang sekitar seperti baru saja dibangkitkan setelah mendengar gusrah-gusruh di kapal. Baru menunggu korban, baru pada akhirnya membuka mata, tangi kok yen wis telat.. bangun ketika ada yang bawa-bawa nama dari Tanah Air, tangi nek mpun wonten tiyangan saka sluruh dunia, a.k.a mancanegara. Seakan takut yang dari negeri sendiri hilang tertelan.
Sekarang, baru sok berdo’a biar mereka para syuhada diterima jihadnya, baru berhenti minum kopi Yahudi, baru benci sama Israel.
Sekarang baru tau, anak umur 3 tahun ditembakin di depan mata ibunya, baru tahu anak lulus SMA seumuran diperkosa giliran macem zaman Gerwani, baru buka Youtube untuk tidak sekedar melihat video Justin Bieber.. tapi untuk melihat kumpulan variasi menu pembantaian FuckIsrael untuk Palestina.
Sekarang baru tahu. Sekarang baru ditwit, sekarang baru diangkat di coffeeshop sambil sok sedih. Sekarang baru sok sedih, sekarang baru mau tobat. Sekarang, sekarang, sekarang..
Baru saat itu kita sadar? Subhanallah. Justru mereka yang pergi ke sana sudah ikhlas lahir batin nyerahin diri mereka untuk menjaga mukjizat Allah yang maha besar; warga Palestina yang dilimpahi ketabahan luar biasa dan Masjidil Aqsha.
Mereka yang ke sana, mereka yang memilih jalannya. Syuhada yang calon surga amin ya Allah. Mereka yang ke sana yang pergi untuk Allah, mempercepat kiamat, menghapus semua cobaan berat dari Allah,menerima cobaan dengan ridho Nya.
Mereka yang ke sana, yang tanpa topeng bersimpati, mewakili yang tidak mampu. Membunuh yg namanya ketakutan, yang menggetarkan hati dengan tekad mereka. Sekalipun orang selalu menganggap mujahid macam mereka lekat dengan yg namanya terrorist. Ya Allah naudzubillah. Saya berdoa para terrorist pergi ke Gaza, beribadah di luar negeri saja.
Sekarang, orang-orang makin bimbang. Kalau Yahudi suatu saat mampu ditaklukan, kiamatlah dunia.. apalagi saat ini calon dajal sudah lahir di Israel, silakan googling bayi mata di kening..
Saya bukan macam orang yang berkomentar untuk siapa-siapa. DARI DULU. Ini tentang diri saya, mengingatkan diri saya sendiri. menjadi lebih baik itu perlu, menjadi damai tidak mementingkan diri sendiri tapi melihat apa yang orang lain lihat, apa yang orang lain anggap. Pantas atau belumnya. Sekalipun dunia tidak sedikitpun melihat saya, bukankah sudah sepatutnya saya melihat dunia yg begitu besar, karena saya tinggal bersamanya. Kasian tau kalo nggak punya temen.
Ini adalah racauan dari otak busuk saya. Israel bangsat itu, bahkan neraka nggak akan sudi menerima mereka di sana.. dan saya yakin kalo Hitler bangun lagi, semuanya akan terkendali sementara, dan kita semua langsung saja suruh Hitler bunuh dirinya sendiri kembali..
Akhir-akhir ini kita dilibatkan sama kata “manusiawi”. Orang-orang sekitar seperti baru saja dibangkitkan setelah mendengar gusrah-gusruh di kapal. Baru menunggu korban, baru pada akhirnya membuka mata, tangi kok yen wis telat.. bangun ketika ada yang bawa-bawa nama dari Tanah Air, tangi nek mpun wonten tiyangan saka sluruh dunia, a.k.a mancanegara. Seakan takut yang dari negeri sendiri hilang tertelan.
Sekarang, baru sok berdo’a biar mereka para syuhada diterima jihadnya, baru berhenti minum kopi Yahudi, baru benci sama Israel.
Sekarang baru tau, anak umur 3 tahun ditembakin di depan mata ibunya, baru tahu anak lulus SMA seumuran diperkosa giliran macem zaman Gerwani, baru buka Youtube untuk tidak sekedar melihat video Justin Bieber.. tapi untuk melihat kumpulan variasi menu pembantaian FuckIsrael untuk Palestina.
Sekarang baru tahu. Sekarang baru ditwit, sekarang baru diangkat di coffeeshop sambil sok sedih. Sekarang baru sok sedih, sekarang baru mau tobat. Sekarang, sekarang, sekarang..
Baru saat itu kita sadar? Subhanallah. Justru mereka yang pergi ke sana sudah ikhlas lahir batin nyerahin diri mereka untuk menjaga mukjizat Allah yang maha besar; warga Palestina yang dilimpahi ketabahan luar biasa dan Masjidil Aqsha.
Mereka yang ke sana, mereka yang memilih jalannya. Syuhada yang calon surga amin ya Allah. Mereka yang ke sana yang pergi untuk Allah, mempercepat kiamat, menghapus semua cobaan berat dari Allah,menerima cobaan dengan ridho Nya.
Mereka yang ke sana, yang tanpa topeng bersimpati, mewakili yang tidak mampu. Membunuh yg namanya ketakutan, yang menggetarkan hati dengan tekad mereka. Sekalipun orang selalu menganggap mujahid macam mereka lekat dengan yg namanya terrorist. Ya Allah naudzubillah. Saya berdoa para terrorist pergi ke Gaza, beribadah di luar negeri saja.
Sekarang, orang-orang makin bimbang. Kalau Yahudi suatu saat mampu ditaklukan, kiamatlah dunia.. apalagi saat ini calon dajal sudah lahir di Israel, silakan googling bayi mata di kening..
Saya bukan macam orang yang berkomentar untuk siapa-siapa. DARI DULU. Ini tentang diri saya, mengingatkan diri saya sendiri. menjadi lebih baik itu perlu, menjadi damai tidak mementingkan diri sendiri tapi melihat apa yang orang lain lihat, apa yang orang lain anggap. Pantas atau belumnya. Sekalipun dunia tidak sedikitpun melihat saya, bukankah sudah sepatutnya saya melihat dunia yg begitu besar, karena saya tinggal bersamanya. Kasian tau kalo nggak punya temen.
Ini adalah racauan dari otak busuk saya. Israel bangsat itu, bahkan neraka nggak akan sudi menerima mereka di sana.. dan saya yakin kalo Hitler bangun lagi, semuanya akan terkendali sementara, dan kita semua langsung saja suruh Hitler bunuh dirinya sendiri kembali..
Senin, 21 Juni 2010
Dari dulu
MaybeYou:
Apa? Mau ngomong apa?
Gue:
Kangen nggak sama gue? Gue kangen sama lo? Apa kabar? Gimana sekolahnya, jangan males-males dong.. masih suka bolos gak?
MaybeYou:
Gitu deh. Gatau kangen apa nggak.
Gue:
Oh ya udah.
MaybeYou:
Mau bangkit-bangkit lagi? nanti ngecewain gue lagi?
Gue :
Emang dari dulu, gue pernah ENGGAK ngecewain lo? Terus kenapa? Udah sama-sama pernah nangis kan karena ke-sok-sinetronan a’la SMP dari dulu? Udah pernah sama-sama ilfil kan?
MaybeYou:
Tau.
Gue :
Ngapain nangis kalo gak sakit. Gue pernah, karena lo.
MaybeYou:
Apa yg mau disesalin?
Gue :
Kayak dulu, udah nyiain elo. I never could stop sorry’ to you. I miss you. Ternyata sebuah kesan begitu sulit gue lepasin dari elo? Gue itu masih bocah, dan ketakutan sendiri gimana pacaran, lagian dulu nyokap gak ngizinin gue pacaran, nah lo anarkis banget kalo kangen maunya nyamperin gue mulu. I didn’t know what I supposed to do at that time, I only a kid..selanjutnya, Ternyata yang pertama ngirimin surat cinta buat gue itu elo ya, yang ngasih kado valentine ke gue di kolong meja itu elo, yang Ambon kasih tau ke gue itu elo ya, yang ngeliatin dan sengaja nyamperin gue pas latihan basket itu elo ya, yang nyegat gue untuk ngasih kado ulang tahun gue itu elo ya, yang yang yang yang..
Gue ngerasanya ada yang aneh. Temen gue banyak loh, banyak banget, yang perempuan, apalagi yang laki-laki. Tapi nggak ada yang bisa gue zolimin lebih dan tabah sekaligus kaya lo.
Tau gak kenapa gue ngabur gitu aja terakhir kita, soalnya gue takut kehilangan lo untuk selanjutnya, sekaligus gue takut karma jadi wanita penghitungan. Masa gue diduain, tai banget. Kasian bego puan lo pas itu, gue sampe diterror bahkan pas kalian putus.
Nggak ada yang bisa gantiin elo. Meskipun gue selalu mikirnya gue bisa dapetin laki-laki yang lebih baik, yang lebih soleh, yang lebih kurus, yang lebih gak kumel.. yang lebih lebih.. tapi nggak ada yang kaya lo, yang diem-diem nem UNnya nyaingin gue, yang dianggep temen-temennya lebih jago bahasa Inggris, yang lebih pendiem sok imut, yang pemalu-maluin, yang lebih sok baik suka ngasih gue boneka, ngeeeng..
Enggak juga sih, gak ngajakin balikan juga. Gue cuma mau elo lulus secepatnya, jangan madol terus, uang jajan ditabung buat calon professor, rajin shalat, jangan pulang malem, dan kurangin rokoknya. Be a man my boy! Kalo jodoh gak ke mana.. nggak nyambung dari awal kan gue zz
MaybeYou :
Oh, ok.
Apa? Mau ngomong apa?
Gue:
Kangen nggak sama gue? Gue kangen sama lo? Apa kabar? Gimana sekolahnya, jangan males-males dong.. masih suka bolos gak?
MaybeYou:
Gitu deh. Gatau kangen apa nggak.
Gue:
Oh ya udah.
MaybeYou:
Mau bangkit-bangkit lagi? nanti ngecewain gue lagi?
Gue :
Emang dari dulu, gue pernah ENGGAK ngecewain lo? Terus kenapa? Udah sama-sama pernah nangis kan karena ke-sok-sinetronan a’la SMP dari dulu? Udah pernah sama-sama ilfil kan?
MaybeYou:
Tau.
Gue :
Ngapain nangis kalo gak sakit. Gue pernah, karena lo.
MaybeYou:
Apa yg mau disesalin?
Gue :
Kayak dulu, udah nyiain elo. I never could stop sorry’ to you. I miss you. Ternyata sebuah kesan begitu sulit gue lepasin dari elo? Gue itu masih bocah, dan ketakutan sendiri gimana pacaran, lagian dulu nyokap gak ngizinin gue pacaran, nah lo anarkis banget kalo kangen maunya nyamperin gue mulu. I didn’t know what I supposed to do at that time, I only a kid..selanjutnya, Ternyata yang pertama ngirimin surat cinta buat gue itu elo ya, yang ngasih kado valentine ke gue di kolong meja itu elo, yang Ambon kasih tau ke gue itu elo ya, yang ngeliatin dan sengaja nyamperin gue pas latihan basket itu elo ya, yang nyegat gue untuk ngasih kado ulang tahun gue itu elo ya, yang yang yang yang..
Gue ngerasanya ada yang aneh. Temen gue banyak loh, banyak banget, yang perempuan, apalagi yang laki-laki. Tapi nggak ada yang bisa gue zolimin lebih dan tabah sekaligus kaya lo.
Tau gak kenapa gue ngabur gitu aja terakhir kita, soalnya gue takut kehilangan lo untuk selanjutnya, sekaligus gue takut karma jadi wanita penghitungan. Masa gue diduain, tai banget. Kasian bego puan lo pas itu, gue sampe diterror bahkan pas kalian putus.
Nggak ada yang bisa gantiin elo. Meskipun gue selalu mikirnya gue bisa dapetin laki-laki yang lebih baik, yang lebih soleh, yang lebih kurus, yang lebih gak kumel.. yang lebih lebih.. tapi nggak ada yang kaya lo, yang diem-diem nem UNnya nyaingin gue, yang dianggep temen-temennya lebih jago bahasa Inggris, yang lebih pendiem sok imut, yang pemalu-maluin, yang lebih sok baik suka ngasih gue boneka, ngeeeng..
Enggak juga sih, gak ngajakin balikan juga. Gue cuma mau elo lulus secepatnya, jangan madol terus, uang jajan ditabung buat calon professor, rajin shalat, jangan pulang malem, dan kurangin rokoknya. Be a man my boy! Kalo jodoh gak ke mana.. nggak nyambung dari awal kan gue zz
MaybeYou :
Oh, ok.
Label:
06-10 ffe,
Elegy,
Juni 2010,
Relationship
ALESAN BANGET LO TI
Sekarang untuk apa merajuk dia lagi. karma itu menyakitkan. Ya sudah pada intinyta saya memang rindu sama dia. Tapi nanti saya kan menyulamnya setelah saya usai ujian. Biar dia tak lagi mampu menyudahi mimpi saya. Tuh kan dia masih bisa disampingkan. Ya sudah dia emang selalu penting-gak-penting buat saya. Tapi pada intinya saya selalu butuh dia ya. Saya berharap dia bisa lebih baik, biar saya bisa makin termotivasi karena dia.
Please. Pas nanti ngerasa bersalah lagi. lo harus ingat ini, ti.
Dia yg ada satu-satunya ada buat lo, dia yg mampu ngalahin perasaan lo ke laki-laki lain, dia pernah bilang kalo dia sayang sama lo, kalo dia selalu bisa diandalkan, kalo dia bukan tipe lo tapi lo bisa kangen sama dia, kalo dia orang tersabar ngadepin lo, kalo dia bisa malu-maluin lo, kalo dia pernah jadi temen lo sbelumnya, kalo dia bela-belain semuanya buat lo, kalo dia orang yg gak kebukti mau macem-macemin lo, kalo dia yang bener-bener teradiksi tentang lo, kalo dia yang masih suka ditanyain nyokap, kalo lo masih panik kalo inget dia madol lagi apa nggak, kalo dia yang selalu jadi backingan, jadi alasan kalo lo masih punya hidup, kalo lo ngerasa bisa menjadi manusia. Kalo lo ngerasa pertama kali menjadi dewasa.
Nyatanya sekarang lo yg kehilangan dia. Makan tuh karma.
Please. Pas nanti ngerasa bersalah lagi. lo harus ingat ini, ti.
Dia yg ada satu-satunya ada buat lo, dia yg mampu ngalahin perasaan lo ke laki-laki lain, dia pernah bilang kalo dia sayang sama lo, kalo dia selalu bisa diandalkan, kalo dia bukan tipe lo tapi lo bisa kangen sama dia, kalo dia orang tersabar ngadepin lo, kalo dia bisa malu-maluin lo, kalo dia pernah jadi temen lo sbelumnya, kalo dia bela-belain semuanya buat lo, kalo dia orang yg gak kebukti mau macem-macemin lo, kalo dia yang bener-bener teradiksi tentang lo, kalo dia yang masih suka ditanyain nyokap, kalo lo masih panik kalo inget dia madol lagi apa nggak, kalo dia yang selalu jadi backingan, jadi alasan kalo lo masih punya hidup, kalo lo ngerasa bisa menjadi manusia. Kalo lo ngerasa pertama kali menjadi dewasa.
Nyatanya sekarang lo yg kehilangan dia. Makan tuh karma.
Langganan:
Postingan (Atom)