Kaca-kaca enggan merefleksikan hatiku kali ini, cermin-cermin acuh menatapku.. semua mati dihimpit kegalauan dan sugesti-sugesti datang menembusku satu.. persatu..
Dan, dunia lelah memandangiku. Arogan dan membeku. Ada lagi tambahannya?
Harusnya seperti apa dunia yang kalian ingin ciptakan? Mengapa selalu saja menjatuhkan di akhirnya? Mengapa tak kalian bangunkan kami sejak awal? Bukankah mimpi selalu sama? Bukankah jalannya semua berbeda-beda.. bukankah hasratku hanya pada Tuhan, dan semua tahu?
Mengapa bening air jua tak sanggup lagi menahan mataku. Semuanya buyar, membuih sampai ke akar.. dan aku cukup menghinamu! Betapa aku lelah mengikuti jalan yang kian berliku nan harusnya kuperosoti, luruh sejak awal. Aku tahu! Dan kita semua bisu! Mengikuti jalan-jalan ciptaan.. bukankah aku cukup memiliki alasan?
Kalau sudah waktunya, mungkinkah kata terlambat tetap menjadi mungkin? Kasian pujaan hatiku. Padahal ia menanti dari ujung tahun ingin kutapaki, namun ia akan rasakan denyutan lewat kaki palsuku, dan sepi.. tanpa rasa sedikitpun..
Maafkan aku sayang, besok aku datang menujumu.. dengan cinta yang di ujung.. yang hampir mati. Karena aku terlanjur menutup, dan tidak berusaha percaya. Bukankah orang yang dipercaya adalah orang yang terbiarkan? Tapi aku tak bebas lagi sayang, aku dan semua tak tahu maunya jadi apa..
Y a ini aku. Mengikuti kata mereka. Cukup dan tidak ingin mengetahui lebih. Harusnya ini berjalan sesuai rancana.. sampai mendung mampu menguasaiku.. sampai aku dapatkan hatiku..
Maafkan aku, gung..
Rabu, 19 Mei 2010
Ujian Nasional, JANJI SAYA! HAHA
Ujian nasional yang udah lewat banyak memberi pelajaran buat saya, buat pribadi saya yang dulunya nggak baik. Karena ujian nasional sekaligus menyelaraskan apa yang ada di tubuh, hati, sama otak. Semuanya kegabung ketika menghadapi ujian nasional.
Saya jadi mikir panjang mengenai masa depan, saya jadi berusaha menyemangati diri saya, kalo saya harus berhasil, kalo nggak nanti gimana-gimana. Motivasi! Kadang emang suka berlebihan, dan itu yang bikin capek sendiri, intinya Tuhan kan nggak suka tho yang berlebihan? Ujian nasional itu gampang kok, setiap tahun soalnya mirip, atau kalo SKL nya udah berubah, dari semester 1pun udah dikasih tau sama guru matpel’nya. Lagian juga, soal-soal di PM itu udah mirip rip rip banget, Cuma masalanya sebagai anak SMA menurut saya, begitu banyak jumlah mata pelajaran yang diujikan, bikin nilai sempurna jatuhnya jadi ngak efektif. Karena terlalu banyak, kemampuan ngapal jadi dinomersatukan, padahal emang gak semuanya juga harus diapalin, karena lebih milih cara gampang ngapal yaudah paham ga paham yang penting ngapal, kalo lupa ngandelin hati dan logika.
Then, bagaimana dengan orang-orang yang mendapat nilai sempurna, mereka menurut saya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan yang absurd, yah bisa dibilang lah luar biasa. Yang asli maupun yang palsu. Mereka juga bukti kalo UN itu gampang dan semua murid SMA sepatutnya bisa lulus. Kalo yang asli, liat aja gimana mereka belajarnya, gimana mereka meyakinkan diri mereka, mereka rata-rata adalah orang-orang yang punya cara belajar yang berlebihan, dan motivasi ke diri mereka yang saya rasa juga berlebihan, sekaligus mereka punya control yang baik, bagusnya jadi semuanya selaras. Targetnya nilai bagus, bukan cuma lulus. Kalo yang palsu, ya sama.. mereka punya cara yang baik untuk merendem di wc pagi-pagi, dan nungguin SMS dari the bocorer, atau meyakinkan dan menguatkan motivasi mereka uuntuk sekedar dapet seratus ribu atau apa kek kalo dapet 10. So, bocoran was a good choice for them.
Mengenai motivasi, dan cara. Banyak kok cara-cara, tapi seperti biasa saya nggak nganjurin sama yang namanya system kebut semalam, weeeeeei itu mustahil banget. Pelajaran UN rata-rata ya kalo mau komplitan dikit yah minimal baca 600 halaman lah per mata pelajaran, dan itu mungkin loh untuk ada yang baca. Di sini kredit sangat berperan penting, baca buku dari awal semester (I didn’t) dikutip dari Wildan anak berprestasi dari JATIM yang nilai UN palin rendah adalah 9. Yah paling mepet 3 bulan sebelum UN udah baca-baca dan latihan soal makin rajin, bikin belajar kelompok juga okay. Hehe (btw thankyou for my LVT!). Kemudian ingat punya orangtua, dan orang yang nggak disukain, apa ya.. percaya nggak percaya sih.. tapi coba deh buka hati dan maafin kesalahan mereka, atau paling nampol kaya yang orang Jawa lakuin, sungkem sama nyokap sebelum punya hajat. UN itu hajat loh! Minta maaf aja kalo ngerasa perlu, ya perlu nggak perlu pasti mikirnya perlu. Dijamin ini hati bakal tenang. Dan berlanjut ke motivasi, bikin list aja mengenai cita-cita.
Contoh :
kalo sudah dewasa, saya mau nikah sama orang yang saya cintai dan mencintai saya. Untuk nemuin orang itu saya harus nemuin orang yg pas, orang yg pas biasanya orang yang berkepribadian baik dan cerdas, biasanya orang seperti itu berambisi kuliah di PTN , jadi saya mau ke PTN, saya mau kuliah yang pintar, selanjutnya bikin usaha di dekat mereka, berharap di iringan perjalanan bertemu dengannya.. untuk mencapai perjalanan tersebut.. saya harus lulus UN. :D
lalu lihat sugesti-sugesti yang tersedia di depan mata, tergntung apakah kita cukup melihatnya atau belum. do’a – do’a dari orang lain, dari bu guru, dari pak guru, dari emak, dari abah.. they are real suggestions! Lihat kabar orang-orang yang udah pernah lulus, dan lain2. We could make our own suggestion!
Ya. Itu ujian nasional. Jadi selamat berujian nasional
Saya jadi mikir panjang mengenai masa depan, saya jadi berusaha menyemangati diri saya, kalo saya harus berhasil, kalo nggak nanti gimana-gimana. Motivasi! Kadang emang suka berlebihan, dan itu yang bikin capek sendiri, intinya Tuhan kan nggak suka tho yang berlebihan? Ujian nasional itu gampang kok, setiap tahun soalnya mirip, atau kalo SKL nya udah berubah, dari semester 1pun udah dikasih tau sama guru matpel’nya. Lagian juga, soal-soal di PM itu udah mirip rip rip banget, Cuma masalanya sebagai anak SMA menurut saya, begitu banyak jumlah mata pelajaran yang diujikan, bikin nilai sempurna jatuhnya jadi ngak efektif. Karena terlalu banyak, kemampuan ngapal jadi dinomersatukan, padahal emang gak semuanya juga harus diapalin, karena lebih milih cara gampang ngapal yaudah paham ga paham yang penting ngapal, kalo lupa ngandelin hati dan logika.
Then, bagaimana dengan orang-orang yang mendapat nilai sempurna, mereka menurut saya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan yang absurd, yah bisa dibilang lah luar biasa. Yang asli maupun yang palsu. Mereka juga bukti kalo UN itu gampang dan semua murid SMA sepatutnya bisa lulus. Kalo yang asli, liat aja gimana mereka belajarnya, gimana mereka meyakinkan diri mereka, mereka rata-rata adalah orang-orang yang punya cara belajar yang berlebihan, dan motivasi ke diri mereka yang saya rasa juga berlebihan, sekaligus mereka punya control yang baik, bagusnya jadi semuanya selaras. Targetnya nilai bagus, bukan cuma lulus. Kalo yang palsu, ya sama.. mereka punya cara yang baik untuk merendem di wc pagi-pagi, dan nungguin SMS dari the bocorer, atau meyakinkan dan menguatkan motivasi mereka uuntuk sekedar dapet seratus ribu atau apa kek kalo dapet 10. So, bocoran was a good choice for them.
Mengenai motivasi, dan cara. Banyak kok cara-cara, tapi seperti biasa saya nggak nganjurin sama yang namanya system kebut semalam, weeeeeei itu mustahil banget. Pelajaran UN rata-rata ya kalo mau komplitan dikit yah minimal baca 600 halaman lah per mata pelajaran, dan itu mungkin loh untuk ada yang baca. Di sini kredit sangat berperan penting, baca buku dari awal semester (I didn’t) dikutip dari Wildan anak berprestasi dari JATIM yang nilai UN palin rendah adalah 9. Yah paling mepet 3 bulan sebelum UN udah baca-baca dan latihan soal makin rajin, bikin belajar kelompok juga okay. Hehe (btw thankyou for my LVT!). Kemudian ingat punya orangtua, dan orang yang nggak disukain, apa ya.. percaya nggak percaya sih.. tapi coba deh buka hati dan maafin kesalahan mereka, atau paling nampol kaya yang orang Jawa lakuin, sungkem sama nyokap sebelum punya hajat. UN itu hajat loh! Minta maaf aja kalo ngerasa perlu, ya perlu nggak perlu pasti mikirnya perlu. Dijamin ini hati bakal tenang. Dan berlanjut ke motivasi, bikin list aja mengenai cita-cita.
Contoh :
kalo sudah dewasa, saya mau nikah sama orang yang saya cintai dan mencintai saya. Untuk nemuin orang itu saya harus nemuin orang yg pas, orang yg pas biasanya orang yang berkepribadian baik dan cerdas, biasanya orang seperti itu berambisi kuliah di PTN , jadi saya mau ke PTN, saya mau kuliah yang pintar, selanjutnya bikin usaha di dekat mereka, berharap di iringan perjalanan bertemu dengannya.. untuk mencapai perjalanan tersebut.. saya harus lulus UN. :D
lalu lihat sugesti-sugesti yang tersedia di depan mata, tergntung apakah kita cukup melihatnya atau belum. do’a – do’a dari orang lain, dari bu guru, dari pak guru, dari emak, dari abah.. they are real suggestions! Lihat kabar orang-orang yang udah pernah lulus, dan lain2. We could make our own suggestion!
Ya. Itu ujian nasional. Jadi selamat berujian nasional
ME NOW MEI
Setelah menjadi alumni, hehe. Setelah berhasil menyelesaikan momok dalam diri saya, setelah berhasil menyelesaikan ketakutan dalam diri saya. Akhirnya. Akhirnya. Akhirnya.
Saya beralih pada hati saya, ternyata masih begitu banyak yang harus saya selesaikan. Atau mungkin terpaksa dan sengaja sekaligus saya mau selesaikan. Menganggur adalah bukan cita-cita seseorang. Harusnya ada yang lebih menghasilkan yang bisa saya kerjakan, tapi saya mah udah bocah-bocah aja. Mau kerja, adanya jadi SPG.. ngerasa belom siap mental aja dikecengin kalo Nicho lewat depan saya nantinya..
Saya beralih ke panggung. Saya mencari hati saya yang hilang. Rindu dan cukup rindu. Alhamdulillah udah banyak lagi anugrah yang Tuhan sampaikan ke saya. Saya dikasih kesempatan bertemu sama keluarga-keluarga yang lama saya tinggalkan.
Jadi, tiap hari saya belajar untuk persiapan mencapai cita-cita saya. Semoga saya tembus UMB dan SNMPTN amin ya Allah. Selanjutnya saya persiapan untuk pementasan, 2 pementasan sekaligus sepamer-pamernya. Saya memasak sarapan tiap hari buat metlek’ bantuin ibu saya. Persiapan cetak BTS. Persiapan perpisahan kali yah aha. Belajar nyetir lagi. Nyari pacar.
So, this is me now. I’m 17 years old, had graduate from my hi-school, have many pals, and had knew I have some people that read on my posting-blog
Saya beralih pada hati saya, ternyata masih begitu banyak yang harus saya selesaikan. Atau mungkin terpaksa dan sengaja sekaligus saya mau selesaikan. Menganggur adalah bukan cita-cita seseorang. Harusnya ada yang lebih menghasilkan yang bisa saya kerjakan, tapi saya mah udah bocah-bocah aja. Mau kerja, adanya jadi SPG.. ngerasa belom siap mental aja dikecengin kalo Nicho lewat depan saya nantinya..
Saya beralih ke panggung. Saya mencari hati saya yang hilang. Rindu dan cukup rindu. Alhamdulillah udah banyak lagi anugrah yang Tuhan sampaikan ke saya. Saya dikasih kesempatan bertemu sama keluarga-keluarga yang lama saya tinggalkan.
Jadi, tiap hari saya belajar untuk persiapan mencapai cita-cita saya. Semoga saya tembus UMB dan SNMPTN amin ya Allah. Selanjutnya saya persiapan untuk pementasan, 2 pementasan sekaligus sepamer-pamernya. Saya memasak sarapan tiap hari buat metlek’ bantuin ibu saya. Persiapan cetak BTS. Persiapan perpisahan kali yah aha. Belajar nyetir lagi. Nyari pacar.
So, this is me now. I’m 17 years old, had graduate from my hi-school, have many pals, and had knew I have some people that read on my posting-blog
Halo Selamat Pagi!
Halo selamat pagi, saya rindu sekali menulis. Menulis kepadanya, teman sejati saya. :) :) :)
Akhir-akhir ini saya sibuk banget, lebih tepatnya dari dua minggu yang lalu, saya mulai wara-wiri kesana kemari cari kerjaan, yah nganterin temen, belajar, belom lagi adanya pementasan dadakan, selanjutnya babak kurasi Festival Teater SLTA tahun ini, sudah di depan mata, dan project-project selanjutnya adalah..
berusaha yang terbaik untuk UMB dan SNMPTN, terus masih ada yang menunggu; Theater Competition untuk Sampoerna Foundation ft Starbucks.
Apa ya? Ngerasa ada kehidupan yang baru aja. Belajar menjadi rajin dan lebih independen kali ya. Saya jadi semangat belajar, bukan karena paksaan dan UN udah mau deket lagi.. tapi saya niat belajar karena saya ngerasa sendiri kalo saya emang butuh.
Saya berusaha menjadi optimis, akhir-akhir ini juga keluarga saya yang nyemangatin. Rasanya hidup masih punya target itu menyenangkan, nggak kaya setelah habis UN persis, saya nggak tau mau ngapain.
Capek dan kere sih emang kalo gini, kalo nggak ikut ngumpul sama temen ntar dibilang gak solid, gak belajar ntar nyesel seumur hidup, gak teater ntar mati. Aaaaaaaaaaaa.
So thank God, had gave me all that I want, all that I never thought that would be mine…
I wish all the best fo my last activities, wish that there are people that need what I do, they need.. they love to see, I don’t know.. hehehe
Akhir-akhir ini saya sibuk banget, lebih tepatnya dari dua minggu yang lalu, saya mulai wara-wiri kesana kemari cari kerjaan, yah nganterin temen, belajar, belom lagi adanya pementasan dadakan, selanjutnya babak kurasi Festival Teater SLTA tahun ini, sudah di depan mata, dan project-project selanjutnya adalah..
berusaha yang terbaik untuk UMB dan SNMPTN, terus masih ada yang menunggu; Theater Competition untuk Sampoerna Foundation ft Starbucks.
Apa ya? Ngerasa ada kehidupan yang baru aja. Belajar menjadi rajin dan lebih independen kali ya. Saya jadi semangat belajar, bukan karena paksaan dan UN udah mau deket lagi.. tapi saya niat belajar karena saya ngerasa sendiri kalo saya emang butuh.
Saya berusaha menjadi optimis, akhir-akhir ini juga keluarga saya yang nyemangatin. Rasanya hidup masih punya target itu menyenangkan, nggak kaya setelah habis UN persis, saya nggak tau mau ngapain.
Capek dan kere sih emang kalo gini, kalo nggak ikut ngumpul sama temen ntar dibilang gak solid, gak belajar ntar nyesel seumur hidup, gak teater ntar mati. Aaaaaaaaaaaa.
So thank God, had gave me all that I want, all that I never thought that would be mine…
I wish all the best fo my last activities, wish that there are people that need what I do, they need.. they love to see, I don’t know.. hehehe
Jumat, 07 Mei 2010
Buronan Tersayang
Terlalu indah ketika kita dihadapkan sama masa lalu. Karena sebenar-benarnya masa lalu adalah lebih banyak hal-hal yang terlalu sangat mudah untuk dirindukan kembali, meskipun tidak sedikit juga hal-hal konyol bin nyolotin yang males banget untuk sekedar diingatkan.
Buronan Detik adalah awal kehidupan, awal kefanatikan. Awal dari cinta tingkat tinggi, sama hal yang juga absurd, dan betah nggak betah udah tetap harus dijalani. Begitu banyak utang yang bercecer, waktu kesita, suara sana sini, tangis sana sini, dan semuanya bertahun-tahun sudah saya lewati. Kita lewati. Para buronan.
Oh ya. Ingat seperti kata Vincent; Satu-satunya yang mampu menjadikan saya orgasme, cuma panggung. Cuma di panggung saya begitu mungkin memenuhi hasrat yang ada di setiap tetes darah saya, mungkin. Saya begitu bersyukur telah melaluinya, tapi bukankah lebih baik untuk segera membenahinya, segera mnegubur sisa-sisa buruknya? Bukankah lebih baik untuk melanjutkannya, lanjutkan mimpinya? Bukankah semua berawal darinya? Bukankah kita saling cinta dan akan selalu saling menjaga? Sekalipun tatapan matapun dapat membunuh hati masing-masing dari kita, segala curiga bisa dijadikan pedang penghantar panas bara emosi diri masing-masing, kemudian saling membunuh dengan tangis akhirnya. Dan selanjutnya, seperti yang selalu saya harapkan. Kita bersama, bukan lagi saya bersama kalian.
Terima kasih telah membangun rentangan garis dari Tuhanku, kalian begitu menghidupiku. Dengan kesederhanaan, dengan tawa, atau sekedar puisi. Terima kasih atas cintanya, terima kasih telah mengenalkanku pada panggung, dan lampunya. Terima kasih, Teater 35 tersayang, terima kasih Pience- yang paling saya kasihi.
Saya berdo’a semoga kita dapat memperbaikinya. Semoga kita dapatkan kemenangannya. Kemenangan untuk menguasai hati kita yang mudah diburon. Semoga kita dapat mendedikasikannya dengan baik, seperti alumni-alumni yang mendidik kita.. seperti bulan malam itu yang begitu terang dan jadi saksinya, seperti butiran pasir di kasur yang menyelimuti kita, seperti tangisku yang memecah dialog kita. Oh itu bagian yang menyakitkan! Jadi, karna sudah banyak saksinya. Saya sayang kalian :3 cheeew
Buronan Detik adalah awal kehidupan, awal kefanatikan. Awal dari cinta tingkat tinggi, sama hal yang juga absurd, dan betah nggak betah udah tetap harus dijalani. Begitu banyak utang yang bercecer, waktu kesita, suara sana sini, tangis sana sini, dan semuanya bertahun-tahun sudah saya lewati. Kita lewati. Para buronan.
Oh ya. Ingat seperti kata Vincent; Satu-satunya yang mampu menjadikan saya orgasme, cuma panggung. Cuma di panggung saya begitu mungkin memenuhi hasrat yang ada di setiap tetes darah saya, mungkin. Saya begitu bersyukur telah melaluinya, tapi bukankah lebih baik untuk segera membenahinya, segera mnegubur sisa-sisa buruknya? Bukankah lebih baik untuk melanjutkannya, lanjutkan mimpinya? Bukankah semua berawal darinya? Bukankah kita saling cinta dan akan selalu saling menjaga? Sekalipun tatapan matapun dapat membunuh hati masing-masing dari kita, segala curiga bisa dijadikan pedang penghantar panas bara emosi diri masing-masing, kemudian saling membunuh dengan tangis akhirnya. Dan selanjutnya, seperti yang selalu saya harapkan. Kita bersama, bukan lagi saya bersama kalian.
Terima kasih telah membangun rentangan garis dari Tuhanku, kalian begitu menghidupiku. Dengan kesederhanaan, dengan tawa, atau sekedar puisi. Terima kasih atas cintanya, terima kasih telah mengenalkanku pada panggung, dan lampunya. Terima kasih, Teater 35 tersayang, terima kasih Pience- yang paling saya kasihi.
Saya berdo’a semoga kita dapat memperbaikinya. Semoga kita dapatkan kemenangannya. Kemenangan untuk menguasai hati kita yang mudah diburon. Semoga kita dapat mendedikasikannya dengan baik, seperti alumni-alumni yang mendidik kita.. seperti bulan malam itu yang begitu terang dan jadi saksinya, seperti butiran pasir di kasur yang menyelimuti kita, seperti tangisku yang memecah dialog kita. Oh itu bagian yang menyakitkan! Jadi, karna sudah banyak saksinya. Saya sayang kalian :3 cheeew
Label:
Bestfriends-Things,
Lantai Panggung,
Mei 2010,
SMA
Bagaimana dengan Jafar?
Bagaimana dengan Jafar? Bagaimana dengan anak yatim piatu yang hidupnya di atas MCK dan disorot. Bagaimana dengan saudaramu yang susah untuk kuliah? Bagaimana mereka yang masih saja meminta uang seribu rupiah dan memebersihkan tiap langkahmu? Bagaiman mereka yang tak sedikitpun punya ilmu? Bagaimana mereka yg tidak sedikitpun diberkahi ilmu? Bagaimana mereka yang tidak sedikitpun bernurani? Bagaiman dengan mereka yang belum makan seddikitpun hari ini? Bagaimana dengan mereka yang tidak punya ibu? Bagaimana dengan mereka yang tak bisa membaca?
Hidup macam apa yang kali ini aku jalani. Bagaimana seorang diri mampu menghadapi hidup dalam bayang-bayang kesempurnaan yang selalu ia hadirkan dalam hidupnya. Bagaiman seseorang yang selalu menganggap sahabat yang tiap hari di sampingnya adalah saingannya, bagaimana ia berfikir orang yang mendidiknya akan mengkhianatinya, bagaimana ia merasa bahwa adik kecilnya akan membunuhnya, bagaimana ia berfikir akan menikah dengan abangnya, bagaimana ia merasa bahwa cintanya selalu jauh padahal ada orang di sana berjanji setia? Bagaimana bagaimana?
Bagaimana bisa di puasa pagi ini aku merenung dan begitu merasa kacau? Bagaimana bisa aku baru sadari ketotalitasan adalah kunci dari hidup nan begitu rumit? Bagaimana bisa aku merasa begitu rendah, sangat rendah, lebih rendah dari pelacur kampong, atau lebih malang daripada Jafar nan malang. Bagaimana aku terlalu kurang rasa untuk mengatakan terima kasihTuhan.
astaghfirullah.
Bagaimana mataku bisa sembab tiba-tiba dan berifikir meracau. Hilang dasar kepala dan ideku. Betapa aku kurang bersyukur kepada –Nya.
Ya Allah. Terima kasih karena kau selau menuntunku. Memberikan ayah dan Ibu. Memberikan metlek. Dan latar belakang keluargaku. Terima kasih sudah memberiku hidup, dan segala tetek bengeknya. Tawa hingga air-air mataku. Terima kasih telah member uang jajan pagi ini, terima kasih telah di izinkan melihat Jafar. Terima kasih karena sempat mengingat mereka yang mengecewakanku. Terlebih terima kasih kali ini untuk mengingatkanku kepada Teater 35 belahan jiwa, dan saudara-saudara di sana.
Hidup macam apa yang kali ini aku jalani. Bagaimana seorang diri mampu menghadapi hidup dalam bayang-bayang kesempurnaan yang selalu ia hadirkan dalam hidupnya. Bagaiman seseorang yang selalu menganggap sahabat yang tiap hari di sampingnya adalah saingannya, bagaimana ia berfikir orang yang mendidiknya akan mengkhianatinya, bagaimana ia merasa bahwa adik kecilnya akan membunuhnya, bagaimana ia berfikir akan menikah dengan abangnya, bagaimana ia merasa bahwa cintanya selalu jauh padahal ada orang di sana berjanji setia? Bagaimana bagaimana?
Bagaimana bisa di puasa pagi ini aku merenung dan begitu merasa kacau? Bagaimana bisa aku baru sadari ketotalitasan adalah kunci dari hidup nan begitu rumit? Bagaimana bisa aku merasa begitu rendah, sangat rendah, lebih rendah dari pelacur kampong, atau lebih malang daripada Jafar nan malang. Bagaimana aku terlalu kurang rasa untuk mengatakan terima kasihTuhan.
astaghfirullah.
Bagaimana mataku bisa sembab tiba-tiba dan berifikir meracau. Hilang dasar kepala dan ideku. Betapa aku kurang bersyukur kepada –Nya.
Ya Allah. Terima kasih karena kau selau menuntunku. Memberikan ayah dan Ibu. Memberikan metlek. Dan latar belakang keluargaku. Terima kasih sudah memberiku hidup, dan segala tetek bengeknya. Tawa hingga air-air mataku. Terima kasih telah member uang jajan pagi ini, terima kasih telah di izinkan melihat Jafar. Terima kasih karena sempat mengingat mereka yang mengecewakanku. Terlebih terima kasih kali ini untuk mengingatkanku kepada Teater 35 belahan jiwa, dan saudara-saudara di sana.
Minggu, 02 Mei 2010
Orang Gila Makan Tahu Bandung
Ketika aku melihat wajahnya yang temaram, menghiasi layarnya..
Aku seperti melihat titik hitam dari seorang wibawa laki..
Ia berteriak tajam, mengikat parau suaranya..
Ia menjadi biru, dan terlihat sangat kebiruan.. bukan bahagia.. tapi ditelan derita
Ia mendamba seseorang dengan ketampanannya..
Dan mata-mata yang jelita.. ia terus mendamba..
Ia bermimpi suatu saat, akan memeluknya..
Sekalipun langit sore usai menantangnya, mimpi buruk memeluknya..
Ia setia, dan menantinya..
Oh, seperti tahu bandung disirami kecap..
Mata sayunya adalah kenikmatan dunia.
Aku seperti melihat titik hitam dari seorang wibawa laki..
Ia berteriak tajam, mengikat parau suaranya..
Ia menjadi biru, dan terlihat sangat kebiruan.. bukan bahagia.. tapi ditelan derita
Ia mendamba seseorang dengan ketampanannya..
Dan mata-mata yang jelita.. ia terus mendamba..
Ia bermimpi suatu saat, akan memeluknya..
Sekalipun langit sore usai menantangnya, mimpi buruk memeluknya..
Ia setia, dan menantinya..
Oh, seperti tahu bandung disirami kecap..
Mata sayunya adalah kenikmatan dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)
