Tampilkan postingan dengan label SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Agustus 2010

Ultah Sinta

Hai, ulang tahun simet tahun ini nggak berkesan buat saya. Bukan mengenai pestanya yang begitu meriah dan banyak surprisenya. Buat saya, ultahnya simet adalah ajang reunion dari persahabatan yg sok suci nih. Biasanya curhatan saya poll sama abang kalo ada reunion begini. Atau ngerasanya bestfriend-an banget karena pulangnya jalan kaki sama mereka. Tahun ini nggak ada, tahun ini semuanya berubah.

Saya tau ada yg ngambek, saya tahu banyak yang menganggap saya berbeda juga.

Ya, pada akhirnya saya menganggap ini adalah perjalanan mengenai kedewaaan. Pada akhirnya kita memang tidak selamanya mampu menjadi anak-anak. Kita ingin dianggap lebih dewasa duluan, dan prosesnya terjadi bersamaan dan kemudian tidak ada yg rela bilang ; iya, saya duluan yang akan merajukmu.

Rasanya ada yang aneh, karena kita tak biasa bicara langsung. Ketika kita ingin saling member tahu, tidak ada yang sangup memulainya. Gender kali ya yang misahin kita sekarang.

Bahkan cita-cita mengulang kebahagiaan di Puncak sampe gagal terlaksana.

“maafin gue ya brothers-land, karena kita begitu canggung, sekaligus sudah malas membahas hal-hal sepele marlele, nggak kaya dulu lagi. terus, gue juga nggak tau gimana memulainya, gue juga nggak tau bagaimana menunjukkan rasa kecewa gue sama lu lagi, karena gue juga nggak tau bagaimana memulai membahas rahasia yg ada. Karena kita terlalu dekat, sampai gender bukan lagi jadi batas. Karena kalian sahabat pertama saya. Maafin gue. Gue juga nggak akan merajuk kalian duluan, saat ini. Karena gue begitu tau, kita sama-sama tau”


Harmoni- Padi -> slideshow Puncak’s folder

Senin, 28 Juni 2010

Masa Terberat!

Oke, ini adalah curhatan pribadi hati saya. Saya begitu lelah akhir-akhir ini, saya harus mengurus jenjang pendidikan selanjutnya yang sudah menikam saya, kemudian saya meninju hati saya, dengan pujaan hati yang baru (baru saya sadari dia ada dari 5 tahun yang lalu, eh enggak juga. Saya sadar sedari dulu.), saya diterkam detik-detik penantian untuk panggung kecil kesayangan saya di Bulungan, tanggal 11 nanti.

Saya terlalu capek sama semua hal. Banyak yang terjadi, masa-masa sekarang adalah masa yang terberat buat saya. Belum lagi BTS 2010. See, nggak ada yg sempurna. Tapi apakah yang menuntut kesempurnaan tersebut dapat dengan sempurna mengerti bagaimana waktu kita, saya harus menjual pernyataan, kepercayaan, harga diri ketika saya, kita meyakinkan? Apa ada yang peduli, duit pendanaan hilang, panitia nombok untuk mencapai puluhan juta itu, apa ada yang tau kalo membuang waktu untuk sesuatu yg tak pernah ada sebelumnya kemudian diperjuangkan, adalah satu hal yang bangsat?
Melelahkan!

Bisa nggak?

Saya mah angkuh, sombong. Makanya saya bilang gini, karena saya nggak kuat harus merasa tolol, minder sendiri sama hati saya. Saya mau bilang ya bilang. Yang bikin konsepnya emang saya, tapi bukan saya yang membentuk saya seperti itu, bikin videonya gak ada suara, gambarnya luntur, atau nama Tiyo IPB jadi ancur, dan mungkin temen-temen yang lain yg gak ada di sana. Maaf. Saya minta maaf mewakili EO dan percetakan. Tolong bilang situ maunya apa.

Saya capek. Drop. Emak saya nggak berenti ngebacot, hati saya apalagi. Lihat, Tuhan bertindak. Nggak ada yang mungkin menjadikannya lebih baik, kecuali-Nya.

Saya cuma manusia, bisa dan biasa. Jadi saya mohon, tolong jangan rusak hidup saya lagi, kasih ke yang lain, kasih ke yang bisa menerima mulut anda, bicara saja, tidak ada yang mampu menggusarnya. Ini beban-beban saya. Sekarang saya masuk angin, badan saya sakit semua, tenggorokan saya terbakar, panas, seluruh tubuh panas. Tolong ya. Terima kasih.

Jumat, 28 Mei 2010

The Motorcycle Diaries



Gael Garcia ganteeeng~


Film mengenai explorer dan pecinta alam. Yang main laki-laki tampan sekali ; Gael Garcia Bernal dan Rodrigo de la Serna. Mereka travelers yang keren kaya si Alexander di Into The Wild. Granado dan Alberto. Mereka orang-orang medical yang cinta alam sama negaranya, jadi mereka keliling bagian-bagian Selatan Amerika. Dari Chilli sampai Venezuela.

Mereka orang-orang yang mengabdi, dan melihat banyak yang orang lain nggak pernah liat. Mereka menetas hal-hal yang membatasi dengan orang-orang yang memiliki keterbatasan, khususnya penderita Lepra. Mereka melihat deskriminasi yang seharusnya ditiadakan, yang seharusnya mereka semua bisa bersama dengan orang-orang yang selalu dianggap lebih rendah. Mereka berjuang tanpa uang. Sama, untuk alam.

Pada intinya, saya suka filmnya.

Akhirnya juga, saya dapat mengklasifikasikan film yang saya suka. Saya suka film yang apa ya.. kalo kata anak kecil ada pemandangan bagusnya. Ya kalo buat saya mah, yang ada pemandangan menggairahkan gitu, kaya para aktornya yang seksi-seksi, yang kumel-kumel dan terlihat independent. :D Then, I really really love nature views, I love beach, mountain, or even a big tree in the movie. I really wish someday, I’ll be there, feel what the movie feels.

Kalau Granado dan Alberto berfikir keliling Am-Sel adalah karena mereka ingin menambah gairah hidup mereka, dan tidak ingin menjadi manusia tua yang jenuh. Mereka juga dalam survey yang baik, mereka meneliti sekaligus kehidupan yang mereka lewati. Dan, yang terbaik dalam film ini adalah, film ini mengenai bagaimana meraih “Cita-cita yang umum dan mimpi yang sama”..

Good! I have a same dream too. I want to be an explorer too, I want to reach something like them, or other explorer. Pada kenyataannya, kita pergi untuk mendapatkan sesuatu, untuk mencapai sesuatu. Meskipun pada ujungnya nanti hanya untuk diceritakan kepada anak cucu.

Saya mau keliling pulau Jawa, yah atau enggak keliling Indonesia, atau juga paling banter keliling Eropa atau keliling dunia lah. :D Saya terlalu tertarik sama makhluk ciptaan Allah;manuusia. Makanya kalo nggak jadi public relation, atau sebelum jadi wanita karier, punya usaha dan punya anak, saya berniat jadi ahli antropologi, tapi nggak mau kaya bu sudi.

Saya yakin, tujuan yang lebih mantep’nya akan segera saya temui. Saya mau nikmati alam Negeri saya, yang selalu orang-orang bicarakan, saya mau tanning-skin alami, saya mau foto di mana-mana, saya mau jadi makin cinta sama alam, saya mau mengenal orang-orang dengan pribadinya, saya mau seperti mereka; melihat yang tidak terlihat; sebenernya saya nggak mau lihat jin jahat secara langsung. Amin ya Allah.

Kalau seumpamanya kantong memungkinkan, dan fikiran Ibu masih jernih. Kalau Anak Krakatau atau Merapi tak bicara, saya akan berangkat. Kalau saya ada mitra dan ada niat yang masih kuat seperti kasur yang selalu saya tiban saat ini.. !

Gracias, Ernestito!

Menyelesaikannya.

Ada sebagian dari orang-orang yang membutuhkan apa yang orang-orang lain sangat mengharamkannya. Buat saya itu bagian dari hidup.

Karena menurut saya kembali, hidup itu memang seharusnya begitu. Sejak awal juga karena saya taunya hidup itu sangat berbeda, tapi perbedaan itu yang saling melengkapi. Ada orang-orang yang terus ingin berada di keduanya. Ingin mengerti kesemuanya, ia melihat bagian lainnya. Saya.

Saya, apa ya. Iya, manusia. Tapi kadang saya emang kadang jadi sok suci kayak Dewa. Tapi inilah saya, hidup-hidup saya, kok ya malah repot sendiri ngurusin saya.

Saya menyingkap apa yang orang-orang bicarakan, saya bertanya, melangkah, dan menimbun apa yang mereka bicarakan. Saya datang, dengan fikiran saya sendiri, begitu juga ketika saya nanti kembali, sekalipun saya kepengaruh.. tapi yang ada ujungnya saya akan mengkritik dan merelungi jiwa sayya sendiri. kalau saya suka, yah ketimbrungan terus.. kalau saya nggak suka yah saya cibir terus. Sekalipun dalam hati. Saya kan nggak konsisten.

Banyak orang yang malu untuk membuka dirinya sendiri, padahal orang itu tidak cukup mengenal dirinya sendiri, munafik. Apa ya, kadang jadinya malah menujukan orang lain menjadi munafik, well that’s what I ever felt.

Kadang kita perlu lagi bikin shocking-line buat diri sendiri deh, secara nggak sadar kadang taraf kesadaran kita jadi menurun. Yang biasanya kita ngucap istighfar udah jadi ampuna-ampunan, eh malah udah ga mempan akhir-akhirnya. Setelah itu buat saya adalah member diri sendiri waktu, baru deh kita bisa mengenal apa salahnya. Dan yang lebih tepat lagi adalah ketika saya menemukan alasan, begitu juga kita. Dengan alasan, semuanya jadi fare, dengan alasan yang jalang sekalipun jadi lebih masuk akal. Buat saya alasan yg baik adalah alasan yang gak gubris orang-orang, alasan khusus untuk nerima kesalahan sendiri tanpa harus melibatkan siapapun, apalagi nyakitin perasaan orang lain.

Selanjutnya, adalah cara menutup mata. Seperti yg saya lakukan baru saja. Mandi sambil merem. Bagaimana kita harus melihat sekalipun dengan mata tertutup, bagaimana kita melihat dari seluruh bagian, sekalipun kita tak mampu melihat.

Dan pada akhirnya, kita diajak kembali melihat dunia. Sekalipun itu galau, dan masih kelabu. Tapi di balik itu kita harus percaya, saya percaya… masih ada hal yang bermanfaat di antara hal-hal yang sangat gak penting yang usai ita lakoni hari ini. Dan pada akhirnya.. keduanya tetap berbeda, tak bisa disatukan. Dan, pada akhirnya kita berhasil menemukan alasan. Dan, pada akhirnya kita mampu mengetaskan apa yang menggelinjang di hati.

Rabu, 19 Mei 2010

Seberapa Sempurnanya Hidup Saya..

Seberapa sempurnanya hidup saya di mata orang. Saya selalu bisa menjadi salah satu yang paling sempurna menganggap bahwa diri saya sangatlah tidak sempurna. Bukankah saya absurd?

Lantas mengapa saya dipertemukan dengan yang tetap absurd? Mengapa saya tetap diberikan yang paling tidak sempurna.

Ya, hal ini mengenai pementasan yang jiwanya entah kemana, kalah menyelekit ketimbang obat jerawat saya. Obat belerang emang sedikit agak perih ya. Tapi yang namanya pementasan, harusnya ada yang namanya greget, hati, yah paling dangkal rasa lah. Dan baru kali ini saya tidak mendapatkannya sekalipun. Benar-benar absurd.

Mungkin laki-laki yang pantas di samping saya adalah laki-laki normal yang setia menunggu saya dengan kelabu, dan bertanya ‘sudah cukupkah sayumu?’


Ah, saya mengacau lagi. saya mencari bagaimana jawaban dari bagaimana-bagaimana selanjutnya, tapi yang jelas adanya pada saya adalah bagaimana-bagaimana lain yang terus muncul.
Saya begitu merindu panggung, tapi taaaaaaaak beginiiiiiii.. kau khianati hati ini.. kau curangi aku..

Kemana hasrat saya? Nafsu yang memburu? Harusnya datang…

Panggungku nan Malang..

Kaca-kaca enggan merefleksikan hatiku kali ini, cermin-cermin acuh menatapku.. semua mati dihimpit kegalauan dan sugesti-sugesti datang menembusku satu.. persatu..

Dan, dunia lelah memandangiku. Arogan dan membeku. Ada lagi tambahannya?

Harusnya seperti apa dunia yang kalian ingin ciptakan? Mengapa selalu saja menjatuhkan di akhirnya? Mengapa tak kalian bangunkan kami sejak awal? Bukankah mimpi selalu sama? Bukankah jalannya semua berbeda-beda.. bukankah hasratku hanya pada Tuhan, dan semua tahu?

Mengapa bening air jua tak sanggup lagi menahan mataku. Semuanya buyar, membuih sampai ke akar.. dan aku cukup menghinamu! Betapa aku lelah mengikuti jalan yang kian berliku nan harusnya kuperosoti, luruh sejak awal. Aku tahu! Dan kita semua bisu! Mengikuti jalan-jalan ciptaan.. bukankah aku cukup memiliki alasan?

Kalau sudah waktunya, mungkinkah kata terlambat tetap menjadi mungkin? Kasian pujaan hatiku. Padahal ia menanti dari ujung tahun ingin kutapaki, namun ia akan rasakan denyutan lewat kaki palsuku, dan sepi.. tanpa rasa sedikitpun..

Maafkan aku sayang, besok aku datang menujumu.. dengan cinta yang di ujung.. yang hampir mati. Karena aku terlanjur menutup, dan tidak berusaha percaya. Bukankah orang yang dipercaya adalah orang yang terbiarkan? Tapi aku tak bebas lagi sayang, aku dan semua tak tahu maunya jadi apa..

Y a ini aku. Mengikuti kata mereka. Cukup dan tidak ingin mengetahui lebih. Harusnya ini berjalan sesuai rancana.. sampai mendung mampu menguasaiku.. sampai aku dapatkan hatiku..
Maafkan aku, gung..

Ujian Nasional, JANJI SAYA! HAHA

Ujian nasional yang udah lewat banyak memberi pelajaran buat saya, buat pribadi saya yang dulunya nggak baik. Karena ujian nasional sekaligus menyelaraskan apa yang ada di tubuh, hati, sama otak. Semuanya kegabung ketika menghadapi ujian nasional.

Saya jadi mikir panjang mengenai masa depan, saya jadi berusaha menyemangati diri saya, kalo saya harus berhasil, kalo nggak nanti gimana-gimana. Motivasi! Kadang emang suka berlebihan, dan itu yang bikin capek sendiri, intinya Tuhan kan nggak suka tho yang berlebihan? Ujian nasional itu gampang kok, setiap tahun soalnya mirip, atau kalo SKL nya udah berubah, dari semester 1pun udah dikasih tau sama guru matpel’nya. Lagian juga, soal-soal di PM itu udah mirip rip rip banget, Cuma masalanya sebagai anak SMA menurut saya, begitu banyak jumlah mata pelajaran yang diujikan, bikin nilai sempurna jatuhnya jadi ngak efektif. Karena terlalu banyak, kemampuan ngapal jadi dinomersatukan, padahal emang gak semuanya juga harus diapalin, karena lebih milih cara gampang ngapal yaudah paham ga paham yang penting ngapal, kalo lupa ngandelin hati dan logika.

Then, bagaimana dengan orang-orang yang mendapat nilai sempurna, mereka menurut saya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan yang absurd, yah bisa dibilang lah luar biasa. Yang asli maupun yang palsu. Mereka juga bukti kalo UN itu gampang dan semua murid SMA sepatutnya bisa lulus. Kalo yang asli, liat aja gimana mereka belajarnya, gimana mereka meyakinkan diri mereka, mereka rata-rata adalah orang-orang yang punya cara belajar yang berlebihan, dan motivasi ke diri mereka yang saya rasa juga berlebihan, sekaligus mereka punya control yang baik, bagusnya jadi semuanya selaras. Targetnya nilai bagus, bukan cuma lulus. Kalo yang palsu, ya sama.. mereka punya cara yang baik untuk merendem di wc pagi-pagi, dan nungguin SMS dari the bocorer, atau meyakinkan dan menguatkan motivasi mereka uuntuk sekedar dapet seratus ribu atau apa kek kalo dapet 10. So, bocoran was a good choice for them.

Mengenai motivasi, dan cara. Banyak kok cara-cara, tapi seperti biasa saya nggak nganjurin sama yang namanya system kebut semalam, weeeeeei itu mustahil banget. Pelajaran UN rata-rata ya kalo mau komplitan dikit yah minimal baca 600 halaman lah per mata pelajaran, dan itu mungkin loh untuk ada yang baca. Di sini kredit sangat berperan penting, baca buku dari awal semester (I didn’t) dikutip dari Wildan anak berprestasi dari JATIM yang nilai UN palin rendah adalah 9. Yah paling mepet 3 bulan sebelum UN udah baca-baca dan latihan soal makin rajin, bikin belajar kelompok juga okay. Hehe (btw thankyou for my LVT!). Kemudian ingat punya orangtua, dan orang yang nggak disukain, apa ya.. percaya nggak percaya sih.. tapi coba deh buka hati dan maafin kesalahan mereka, atau paling nampol kaya yang orang Jawa lakuin, sungkem sama nyokap sebelum punya hajat. UN itu hajat loh! Minta maaf aja kalo ngerasa perlu, ya perlu nggak perlu pasti mikirnya perlu. Dijamin ini hati bakal tenang. Dan berlanjut ke motivasi, bikin list aja mengenai cita-cita.

Contoh :
kalo sudah dewasa, saya mau nikah sama orang yang saya cintai dan mencintai saya. Untuk nemuin orang itu saya harus nemuin orang yg pas, orang yg pas biasanya orang yang berkepribadian baik dan cerdas, biasanya orang seperti itu berambisi kuliah di PTN , jadi saya mau ke PTN, saya mau kuliah yang pintar, selanjutnya bikin usaha di dekat mereka, berharap di iringan perjalanan bertemu dengannya.. untuk mencapai perjalanan tersebut.. saya harus lulus UN. :D

lalu lihat sugesti-sugesti yang tersedia di depan mata, tergntung apakah kita cukup melihatnya atau belum. do’a – do’a dari orang lain, dari bu guru, dari pak guru, dari emak, dari abah.. they are real suggestions! Lihat kabar orang-orang yang udah pernah lulus, dan lain2. We could make our own suggestion!

Ya. Itu ujian nasional. Jadi selamat berujian nasional

ME NOW MEI

Setelah menjadi alumni, hehe. Setelah berhasil menyelesaikan momok dalam diri saya, setelah berhasil menyelesaikan ketakutan dalam diri saya. Akhirnya. Akhirnya. Akhirnya.

Saya beralih pada hati saya, ternyata masih begitu banyak yang harus saya selesaikan. Atau mungkin terpaksa dan sengaja sekaligus saya mau selesaikan. Menganggur adalah bukan cita-cita seseorang. Harusnya ada yang lebih menghasilkan yang bisa saya kerjakan, tapi saya mah udah bocah-bocah aja. Mau kerja, adanya jadi SPG.. ngerasa belom siap mental aja dikecengin kalo Nicho lewat depan saya nantinya..

Saya beralih ke panggung. Saya mencari hati saya yang hilang. Rindu dan cukup rindu. Alhamdulillah udah banyak lagi anugrah yang Tuhan sampaikan ke saya. Saya dikasih kesempatan bertemu sama keluarga-keluarga yang lama saya tinggalkan.

Jadi, tiap hari saya belajar untuk persiapan mencapai cita-cita saya. Semoga saya tembus UMB dan SNMPTN amin ya Allah. Selanjutnya saya persiapan untuk pementasan, 2 pementasan sekaligus sepamer-pamernya. Saya memasak sarapan tiap hari buat metlek’ bantuin ibu saya. Persiapan cetak BTS. Persiapan perpisahan kali yah aha. Belajar nyetir lagi. Nyari pacar.

So, this is me now. I’m 17 years old, had graduate from my hi-school, have many pals, and had knew I have some people that read on my posting-blog 

Halo Selamat Pagi!

Halo selamat pagi, saya rindu sekali menulis. Menulis kepadanya, teman sejati saya. :) :) :)

Akhir-akhir ini saya sibuk banget, lebih tepatnya dari dua minggu yang lalu, saya mulai wara-wiri kesana kemari cari kerjaan, yah nganterin temen, belajar, belom lagi adanya pementasan dadakan, selanjutnya babak kurasi Festival Teater SLTA tahun ini, sudah di depan mata, dan project-project selanjutnya adalah..

berusaha yang terbaik untuk UMB dan SNMPTN, terus masih ada yang menunggu; Theater Competition untuk Sampoerna Foundation ft Starbucks.

Apa ya? Ngerasa ada kehidupan yang baru aja. Belajar menjadi rajin dan lebih independen kali ya. Saya jadi semangat belajar, bukan karena paksaan dan UN udah mau deket lagi.. tapi saya niat belajar karena saya ngerasa sendiri kalo saya emang butuh.

Saya berusaha menjadi optimis, akhir-akhir ini juga keluarga saya yang nyemangatin. Rasanya hidup masih punya target itu menyenangkan, nggak kaya setelah habis UN persis, saya nggak tau mau ngapain.

Capek dan kere sih emang kalo gini, kalo nggak ikut ngumpul sama temen ntar dibilang gak solid, gak belajar ntar nyesel seumur hidup, gak teater ntar mati. Aaaaaaaaaaaa.

So thank God, had gave me all that I want, all that I never thought that would be mine…

I wish all the best fo my last activities, wish that there are people that need what I do, they need.. they love to see, I don’t know.. hehehe

Jumat, 07 Mei 2010

Buronan Tersayang

Terlalu indah ketika kita dihadapkan sama masa lalu. Karena sebenar-benarnya masa lalu adalah lebih banyak hal-hal yang terlalu sangat mudah untuk dirindukan kembali, meskipun tidak sedikit juga hal-hal konyol bin nyolotin yang males banget untuk sekedar diingatkan.

Buronan Detik adalah awal kehidupan, awal kefanatikan. Awal dari cinta tingkat tinggi, sama hal yang juga absurd, dan betah nggak betah udah tetap harus dijalani. Begitu banyak utang yang bercecer, waktu kesita, suara sana sini, tangis sana sini, dan semuanya bertahun-tahun sudah saya lewati. Kita lewati. Para buronan.

Oh ya. Ingat seperti kata Vincent; Satu-satunya yang mampu menjadikan saya orgasme, cuma panggung. Cuma di panggung saya begitu mungkin memenuhi hasrat yang ada di setiap tetes darah saya, mungkin. Saya begitu bersyukur telah melaluinya, tapi bukankah lebih baik untuk segera membenahinya, segera mnegubur sisa-sisa buruknya? Bukankah lebih baik untuk melanjutkannya, lanjutkan mimpinya? Bukankah semua berawal darinya? Bukankah kita saling cinta dan akan selalu saling menjaga? Sekalipun tatapan matapun dapat membunuh hati masing-masing dari kita, segala curiga bisa dijadikan pedang penghantar panas bara emosi diri masing-masing, kemudian saling membunuh dengan tangis akhirnya. Dan selanjutnya, seperti yang selalu saya harapkan. Kita bersama, bukan lagi saya bersama kalian.

Terima kasih telah membangun rentangan garis dari Tuhanku, kalian begitu menghidupiku. Dengan kesederhanaan, dengan tawa, atau sekedar puisi. Terima kasih atas cintanya, terima kasih telah mengenalkanku pada panggung, dan lampunya. Terima kasih, Teater 35 tersayang, terima kasih Pience- yang paling saya kasihi.

Saya berdo’a semoga kita dapat memperbaikinya. Semoga kita dapatkan kemenangannya. Kemenangan untuk menguasai hati kita yang mudah diburon. Semoga kita dapat mendedikasikannya dengan baik, seperti alumni-alumni yang mendidik kita.. seperti bulan malam itu yang begitu terang dan jadi saksinya, seperti butiran pasir di kasur yang menyelimuti kita, seperti tangisku yang memecah dialog kita. Oh itu bagian yang menyakitkan! Jadi, karna sudah banyak saksinya. Saya sayang kalian :3 cheeew

Bagaimana dengan Jafar?

Bagaimana dengan Jafar? Bagaimana dengan anak yatim piatu yang hidupnya di atas MCK dan disorot. Bagaimana dengan saudaramu yang susah untuk kuliah? Bagaimana mereka yang masih saja meminta uang seribu rupiah dan memebersihkan tiap langkahmu? Bagaiman mereka yang tak sedikitpun punya ilmu? Bagaimana mereka yg tidak sedikitpun diberkahi ilmu? Bagaimana mereka yang tidak sedikitpun bernurani? Bagaiman dengan mereka yang belum makan seddikitpun hari ini? Bagaimana dengan mereka yang tidak punya ibu? Bagaimana dengan mereka yang tak bisa membaca?

Hidup macam apa yang kali ini aku jalani. Bagaimana seorang diri mampu menghadapi hidup dalam bayang-bayang kesempurnaan yang selalu ia hadirkan dalam hidupnya. Bagaiman seseorang yang selalu menganggap sahabat yang tiap hari di sampingnya adalah saingannya, bagaimana ia berfikir orang yang mendidiknya akan mengkhianatinya, bagaimana ia merasa bahwa adik kecilnya akan membunuhnya, bagaimana ia berfikir akan menikah dengan abangnya, bagaimana ia merasa bahwa cintanya selalu jauh padahal ada orang di sana berjanji setia? Bagaimana bagaimana?

Bagaimana bisa di puasa pagi ini aku merenung dan begitu merasa kacau? Bagaimana bisa aku baru sadari ketotalitasan adalah kunci dari hidup nan begitu rumit? Bagaimana bisa aku merasa begitu rendah, sangat rendah, lebih rendah dari pelacur kampong, atau lebih malang daripada Jafar nan malang. Bagaimana aku terlalu kurang rasa untuk mengatakan terima kasihTuhan.


astaghfirullah.

Bagaimana mataku bisa sembab tiba-tiba dan berifikir meracau. Hilang dasar kepala dan ideku. Betapa aku kurang bersyukur kepada –Nya.

Ya Allah. Terima kasih karena kau selau menuntunku. Memberikan ayah dan Ibu. Memberikan metlek. Dan latar belakang keluargaku. Terima kasih sudah memberiku hidup, dan segala tetek bengeknya. Tawa hingga air-air mataku. Terima kasih telah member uang jajan pagi ini, terima kasih telah di izinkan melihat Jafar. Terima kasih karena sempat mengingat mereka yang mengecewakanku. Terlebih terima kasih kali ini untuk mengingatkanku kepada Teater 35 belahan jiwa, dan saudara-saudara di sana.

Minggu, 02 Mei 2010

Orang Gila Makan Tahu Bandung

Ketika aku melihat wajahnya yang temaram, menghiasi layarnya..

Aku seperti melihat titik hitam dari seorang wibawa laki..

Ia berteriak tajam, mengikat parau suaranya..

Ia menjadi biru, dan terlihat sangat kebiruan.. bukan bahagia.. tapi ditelan derita

Ia mendamba seseorang dengan ketampanannya..

Dan mata-mata yang jelita.. ia terus mendamba..

Ia bermimpi suatu saat, akan memeluknya..

Sekalipun langit sore usai menantangnya, mimpi buruk memeluknya..

Ia setia, dan menantinya..



Oh, seperti tahu bandung disirami kecap..

Mata sayunya adalah kenikmatan dunia.

Rabu, 28 April 2010

Termewek-mewek crew!

Sebenarnya ini karena si subjeknya’ minta diceritain sih.. haha

Jadi karena cinta, karena cinta yang menaikkan derajat mimpi seseorang. Dan nggak lebih baik kalau misalnya hanya menjadi sang pemimpi saja, hanya menanti keajaiban? Apiknya seorang manusia, adalah menjadi sang pemimpi yang mendapatkan mimpinya, ya.. paling tidak melihat bagaimana mimpinya tersebut datang, sekalipun datangnya ke tetangga sebelah.

Zaman sekolah udah berakhir, sekalipun MCR terus bernyanyi I don’t love you’, kita semua berusaha menghadirkan mimpinya si keriting jumpa dengan si jangkung. Heleeeeeuh.. menciptakan nama yang tidak baik (gimana nasib anak saya yah aha).

Jadi, hari itu karena hari Jum’at dan menurut kepercayaan sangat baik untuk berbuat sesuatu, jadi kita memilih untuk menzolimi gadis arab si boneka fulla, Wafa di hari ulang tahunnya, lalu berbekal Mr. Jeruk Nipis dan kendaraannya mami Hikmah, kita nembus Karet, dan ngiket embah Nuni Imania di tiang ruumah tetangganya, dan sukses mandiin pake blau. Sukses kita didamprat ibu-ibu bawel. Zz

Next.. niatnya pulang, tapi ada yg ngambek. Gak enak juga sama gadis-gadis lainnya di mobil menantiku (HAHAHAH), finally saya ngikut kut kut.. biasa jadi evil’ yang paling kejam.. ngeracunin si keriting :p. weeeeeeeeeent to Pakubuwono, setelah sampai disambut oleh si oom, yang udah feeling nggak enak kita dateng.

“si jangkungnya ada di rumah lama.. di alfa.. telfon aja…” oom teriak dari balik pagar

“apa om.. belanja di alfa? Sama mamanya?.. lama gak?”, banyak yang nyaut..

“maksudnya ada di perumahan alfa”, Pak Imron nyaut dengan cool.

Dengan bikin malesnya, kadonya udah dikasih ke oom duluan, makanya kita omelin si keriting. Apa boleh buat kita harus masuk ke rumahnya, nunggu di dalem bukan karena dipaksa oomnya tapi kita yang memaksa oom. Bzz. Ngatur formasi, ngerepotin si

oom, bisik-bisik, berencana godain adeknya si jangkung lagi. super girls!Jangkung pulang, dan semua bubar. Eh keriting gak ngomong, udah keluar, nangis, dan ragu-ragu lagi, yaudah sukses kita pakssa, dan saya sukses mendorongnya sampai depan pager. And they finally talked about what they want to talked.. we went home after it.. even in the car we really like one of drama-show termewek-mewek.. huhu check it guys.. it’ll be on ur tvtrans at 7pm.. it must be there!

Lega. Kita semua lega. Intinya adalah, tanpa pedulikan setan di luar sana yg akan lebih bicara najis-najisan’ mengenai ini, perasaan kita yang sesungguhnya adalah sudah benar-benar bicara, dan nggak lagi hampa,men.. toh setan-setan di luar ngggak pernah peduli sama perasaan kita kan, kalo jeleknya aja.. rame! Lagian, ini mengenai waktu yang sangat panjang. Waktu itu saya bilang, kalau si tuan jangkung tidak lagi merespon, jangan berharap lagi nyun, masih banyak amri-amri lain yang shaleh, dan mencintai sampeyan apa adanya.. tapi coba deh buka lembar baru kalau misalnya dia merespon, jadi temen dulu.. karena saya yakin nanti lama-lama dia juga bener-bener jatuh cinta sama sampeyan..

Yah namanya SMA ya.. setiap orang punya cinta, saya rasa si keriting Yuni Rachmawati Puteri cantik lebih beruntung bisa bicara sama Amri Shadiqin yang papanya baik ngasih kita es syrup paling seger sedunia (waktu itu lagi kehausan). Ketimbang, yang gak bilang, malu bilang, dan males bilang. Kalau mereka jodoh, saya bener-bener harus ingat tulisan ini. Kalau mereka nggak jodoh, yah inget aja.. mau saya tunjukkin ke anak saya, dan anaknya Yuni, serta anak-anak Termewek-mewek crew! HAHAHHAHA

Oh good!

Baru pulang dari Kebun Raya Bogor, I got many things from it.. hehe

Apa ya, mungkin ini bukan yang pertama kalinya, saya beriringan sama abang-abang yang super kaya mereka, atau sama Avola, dan Dian.. tapi sekian lama masa yang memisahkan kita, berjam-jam itu kembali saya rasakan penuh menutupi apa yang saya telah lewatkan. Mungkin bagi orang awam yang tidak mengerti kita (baca:orang normal yang cukup tidak mengetahui gendengnya kita, hehe) hal-hal yang kita lewati adalah hal-hal nggak beres, dan nggak patut disimak..

Tapi tahukah anda, banyak yang saya dapatkan ketika saya di samping mereka. Banyak rasa yang mengelilingi saya, dan dalam hubungan ini semestinya saya duluan sadar kalo mereka akan tetap menjadi mereka, I mean they always be them selves only, as my brothers, being here with me, with us.. but I also just realized at this time.. at our last trip. Begitu juga yang terjadi sama saya, nggak ada alasan untuk takut menjadi muka minyak, atau sekedar lepek-lepekan rambut di sekitar mereka, atau ketika saya ciumin ketiak mereka satu-satu yang ternyata sama asemnya kaya saya.. haha..bagusnya mereka selalu menerima saya. Alhamdulillah lagi. makanya kalo sama mereka saya dipaksa jadi laki-laki sementara. -.-

Mengenai ketika kita berjalan beriringan, berkorban atau saling pangku-pangkuan, nasihat sok tua gak penting yang padahal penting banget dan selalu disadari di belakangan, atau semboyan satu makan semua makan, atau humor gak penting yang selalu bikin ngakak. Dan yang terpenting mereka selalu ada, bener-sebener-benernya omongan Pebrio Kalianda,mereka selalu ada, demi Tuhan mereka selalu ada..

Mereka orang yang konsisiten, baik sebagai laki-laki, saudara, sahabat, soulmate, otak, hati,pembaca blog, tempat curhat, bahkan nafsu makan, mereka yang nggak pernah orang-orang duga. Mereka orang yang selalu baik. Atau mungkin ini hanya terjadi sama saya? Karena itulah saya bersyukur lebih banyak, orang-orang yang selalu saya fikirin kalo mereka berubah, atau bukan mereka sebenernya selama ini. Tapi anehnya, mereka dari awal sampai menuju akhir tetep begini nggak berubah, tetep menyenangkan, dan disayangkan..

Pernah karena saya single pada saat itu, saya ngucap nggak sengaja..dan langsung diceletukin..

“lo bilang lo single pil.. lo butuh satu orang laki-laki di SMA yang bisa sayang dan ada di samping lo? tapi lo liat dong di sekitar lo, ada berapa laki-laki yang ada buat lo, siap untuk dipanggil kapanpun, siap ada di saat suka dan duka..”

Ngeeeeeeeeek. Sekut! Diancuk, kemana aja saya yah.. masih ada mereka ya.. pentesan saya selalu kangen sama mereka, pantesan dunia mimpi saya di masa terakhir menjadi anak-anak selalu tentang mereka..

“bener ya, gimanapun kalian jauh lebih berharga dibandingin laki-laki manapun..”


Waktu awal saya di 17 tahun dengan duren dan paksaan untuk percaya, ada mereka. Saat saya butuh informasi dan haus di jalan ada mereka. Saat saya ingin berpuisi di sms ada mereka. Saat saya mau naik kereta ada mereka, saat kere ‘ada mereka, saat sugih’ ada mereka, saat takut hantu dinoland ada mereka, saat saya butuh bayangan ada mereka, saat bernyanyi ada mereka, saat laper ada mereka, saat saya mau foto ada mereka, saat saya pingsan ada mereka, saat saya tertawa ada mereka, saat saya makan pasti ada mereka. Semuanya ada mereka

Anehnya kebanyakan mereka adalah laki-laki, saudara-saudara yang sejak awal saya kenal dari salah satu kelas kesayangan asuhan mak atik; X-2 atau sekarang saudara-saudara di LVT, Trima kasih juga Dian, Avola, dan Uti, yang membuat perempuan tiada kalah hari Bogor.

Forever brothers and Guardian Angels,
Ahmad Abank Sandi, Pebrio Pepi Kalianda, Haposan Masteng Sidabutar, Arza Dewo Radiansyah, Rio Paidjo Cahyo, Sabriyan Babihe Agung WT, Fahrizal Femau Alifioni, Sonny Sonce Setiawan, Meigara Ega Juma (curang ga punya nama cengan), Bani Dedek Dasanovendra, Kharisma Pundel Panji, Pandu Cunge Mahasyah, Rahmat Jciva Rajiv, Nur Kiki Rizki, Rio Badung Wahyudi, bahkan alm. Irawan.. Mr. Guardian Angel Rahmatullah, Uda Febrinaldi begeeeeng..

Gonna miss you all, promise to you... In this case, I swear dedicate all my hi-school life just for you all, for X2, for LVT..
Call my name 3 times, your guardian angel, Fentianasari 

Aku melihat raungannya.

Ia begitu rapuh, dan berpeluh. Aromanya kubayangkan mentari jatuh padanya, tengik dengan abunya, dan mengibar setiap langkahnya..

Dan petikan suaranya..dan matanya yang tak usai menatapku..lalu dentuman tabuhnya… ia ingin berkuasa di dunia, ia meneriakkan apa yang mau ia curahkan.. ia begitu kuat dengan legam kulitnya..

Dan tubuh ringkihnya, layaknya banci kurus nan rela disodomi tuan-tuan berpunya.. dan mau segalanya. Percayalah padaku, ia tak begitu meyakinkan untuk menjadi seorang laki-laki..

Tapi ia akan selalu dipuja, laki-laki terpuja. Dari senyumnya yang mengiris, menusuk hatiku lekat-lekat, dan tak ingin menjauh dari belaian mata coklatnya..

Ringkiiiiiiih! Bolehkah aku memelukmu, bolehkah aku membelai rambutmu.. bolehkah aku merasakan hasratmu.. bolehkah langitku mencapaimu.. bolehkah kusatukan panggungnya..

Tuan nan kecil, bolehkan?

Jawabnya, tergantung deritamu. Dan aku menjawab lagi, aku ogah menderita.

Kalau begitu sampaikan pada dunia, dan biarkan ceritanya.. biarkan ceritanya sampai pada mimpimu.. biarkan aku jatuh-jatuh.. sekalipun hanya di bayanganmu saat bercermin.

Sabtu, 17 April 2010

Selamat Menikmati

Selamat menikmati pagimu, seperti senja kemarin nan aku cintai.. seperti bumi yang membeku beberapa jam yang lalu.. dan menyerupai aku yang enggan membarisi bait-baitku..

Bila jawabannya telah hadir, itu bukan jawaban sesungguhnya. Sungguh.

When You Sick

When you sick..
Ada hal-hal yang begitu banyak menyantroni kita ketika kita sedang sakit. Masalahnya yang namanya sakit, adalah paling nggak enak sedunia. Sakit itu ..sakit, mau sakit hati sakit jasmaniah, dan sakit-sakit lainnya. Nggak dapat dipungkiri lagi rasa sakit adalah anugrah terindah dari Tuhan, selain karena begitu lama berkesannya, kita begitu banyak mendapat jawaban dari rasa sakit, sekalipun jawaban itu bukan jawaban yang kita sempat harapkan.. hari ini gue sakit, nggak tau sakit apa, nggak sempet ke dokter, tapi gue berfikir bagaimana gue sendiri yang akan men-dokter-I diri gue sendiri.. dan gue berharap dokter doktrin yang ini dapat membantu, sekalipun hanya membuat sedikit mikir..

• When you sick, jangan inget nyokap. Inget orangtua, terutama nyokap akan membuat kita semakin terpuruk. Nyokap itu segala-galanya, kalo inget dia, dia tau kita lagi sakit, dia pasti lagi miris banget, dan itu yang akan bikin nge-down.. yang kedua inget nyokap bikin kita inget kalo selalu ada malaikat yang telah ngelahirin kita dan dia selalu ada buat kita, come on guys! Ini yang terparah, kalo udah inget beginian, sakit kita malah gak sembuh.. makin parah, karena tingkat manjanisme kita semakin meningkat kat kat. Alhasil, ngapa-ngapain..
“mbuu.. ambilin ini..”, “mbu.. suapin..”, “mbu..atit..”

• When you sick, buatlah satu motivasi yang kuat, motivasi atau janji sama diri sendiri kalo kita akan mendapatkan motivasi itu. Dan motivasi tersebut akan jauh lebih baik, baik, baik banget ketimbang kita terus bertahan nyakitin diri sendiri atau tidak berusaha sedikitpun menyelesaikan rasa sakit itu. Tenggat waktunya harus dekat, dengan target penyembuhan. Tapi jangan kejam juga sama diri sendiri, karena biasanya ketika kita sedang sakit, kita sebenarnya sedang memaksa diri kita istirahat, istirahat dari kejamnya dunia.. so.. time is the best answer, you just must be wise to divide it.

• When you sick, please we’are so sensitive! True.. maritrue! Tapi cobalah, ketika kita sakit, jangan putus makan makanan rumah, makanan yang tepat, buat kesensitivitasan itu menjadi sesuatu yang bisa kita taklukan, layaknya air yang terjam, kita bisa memanfaatkannya jadi sumber tenaga listrik, dan kita bisa memanfaatkan rasa berlebih yang namanya kesensitivitasan kita menjadi sesuatu yang baik. Buat nafsu, jangan meragu. Makan itu baik kok, apalagi banyak, terutama saat sakit. Asupan yang beragam bikin badan cepet pulih, dan bikin kenyang. Dan satu-satunya hal yang sukses mendoktin segala apapun yang ada di dunia termasuk rasa sakit adalah makanan. Just believe it.. orang hidup di dunia, kerja pagi malem buat MAKANAN! Jadi jangan lagi sensitive, tapi sensitifkan lidah untuk tetap mengunyah.


• Ini gue gak punya alasan tepat sih, mungkin lebih ke indvidualnya terutama orang Indonesia. Menggunakan hal-hal yang tradisional bukan hal-hal yang buruk dilakukan cuma aja caranya norak, TAPI menuangkan minyak angin ke badan, atau pake balsam di kepala dan hidung, atau minum kencur buatan ibu, diikerikin dan lain-lain adalah alternative yang sangat baik, dan sangat personality. Guys, selama kita sakit inget inget dikit kebudayaan bangsa, ya ga papalah.. selain cepat sembuh dan berkhasiat, hasilnya sangat nyata, meskipun gondok juga kalo ketauan punggung kaya macan garong..

Goodluck guys, get well soon. Eh cocok gak jadi tukang nulis artikel majalah? hihihi

He's Just NOT That Into You




Actually I don’t understand about what’s really on my mind. Its too tired to talk about men. I have no a man yet. But, I will someday. He will be there with me, all the time, I believe. I never ask him to marry me, except if I have 26 years old.

He’s not just that into you, is something weird and the most perfect.. ummh you know.. like the complete knowledge about men. A relationship, or a kiss, a life, women and their men. I didn’t see about even a romantic part, because that was not a romantic, it was poor, and ya there were parts that made you fun too see that, it never thought by everyone about what will happen.

I feel the movie was boring, but the movie was a one of a great movie too. I know what a real man, man and its not a boy. And I think its so west’, aha I was thinking about men here, my country(oh ya our country was mentioned on this movie, they mean ‘mbok2 Indonesia’), yeah maybe in Jakarta, in the city, the urban, the office workers, they may look like men on the movie, but not all men like that.

About faithful, or being sure about the marriage, I think men here are better than on the movie. But if you go there, maybe USA, or somewhere, you may meet a man with all mentioned on the movie.

I am not.

hidup

Biarkan hidup menjadi hidup, jangan paksakan hidup jika ia tidak akan hidup sekalipun terpaksa.

Jalani mau Tuhan, biar kita aman. Bukankah untuk ini kita diciptakan.

Sekalipun selalu ada jalan, di mana jalan tersebut menjanjikan ia akan bersama selamanya, menemani hidup kita sepanjang hayat. Tapi tidak ada satupun yang abadi di dunia ini spesifikasinya, sekalipun itu sebuah tipuan.

Coba tolong dengarkan hatimu yang bimbang, jangan biarkan dia hilang dan lagi di ambangnya..


Ketika ia hilang, hidupmu hilang. Dan titelmu sebagai manusia, mati. Hilang tertelan bumi.


Coba tolong luapkan hatimu, jangan menekannya. Nanti membeku jadi penyakit manusia.


Jika ia beku, tidak ada lagi yang dapat mencairkanmu.. dan hantaman badai akan menutupmu selamanya..


Biarkan sebuah hidup terdedikasikan untuk hidup yang lainnya, itu akan menenangkanmu.. dan yang sesungguhnya yang akan memelukmu erat, kecuali dia berkhianat.


Biarkan senja hilang menelan hidupmu, jingganya akan menyejukkan matamu. Dan semua yang ada di dunia menatapnya, melepasmu dengan harapan esok bersua kembali. Meskipun tak ada sedikitpun harapan kau kembali..


Tapi!

Ini dunia, fana. Dan belum seseorang pun mengatakannya ini adalah miliknya. Zaman juga mengakuinya. Karena aku belum tunduk, karena aku belum berhenti hidup. Karena aku belum manggung’ di GKJ dan di GBB.

Setiap manusia menarik semua harapan dan ingin menjadi di salah satunya. Penguasa. Kalau tertinggal, akan jauh tertinggal. Melarat, dan berak-pun bisa jadi susah. Dari kecil punya Ibu, menuntut minta dirubah nasibnya, biar bisa bertahan menanti maut. “biar kamu bisa sekolah, dan beli pulsa..” , dan aku meminta biar bisa naik haji sama-sama. Kalau semua tertahan, akan terjatuh. Kalau hati beku, akan hilang. Sedangkan bertahan layaknya menaruh pensil mekanik di atas ponsel. Dia akan selalu terjatuh, tapi kalau aku tahu caranya, akupun dapat hidup di dunia ini.

Rabu, 07 April 2010

Analogi anak SMA dan Seniman

Nggak ada yang lebih bisa menentukan mana yang lebih baik, terutama di saat-saat kita menjadi individual yang benar-benar menjadi idealis seperti sekarang. Tapi untungnya, memiliki sahabat menjadikanmu lebih baik. Seseorang pernah bilang ke gua, kalo hal-hal yang sepele merele yang gue hadapi adalah sia-sia kalo dibahas terus, percuma dua-duanya mau dianggap benar. Terus ada juga orang yang selalu tidak pernah menganggap siapapun salah diantara yang bertikai. Terus, ada juga yang membela, tapi pura-pura simpati ceritanya, gak tau main di belakang lagi atau nggak. Ada juga sahabat yang mendidik kita apa adanya, yaitu membela kita selamanya.

Setelah itu yang namanya punya masalah, akhirnya berkacalah kita sama hati. Sama Tuhan.

Mejadi seniman memang pekerjaan terhina. Sukanya menghina, dan selalu dihina.

Seniman juga tidak begitu saja memutuskan dirinya sebagai seniman, tapi orang-orang yang menyebutnya demikian. Baru, setelah itu ia tersugesti dan merasa ia jadi seniman. Padahal sebetulnya dia juga nggak tau persis baik-buruknya seniman.

Jadi, manusia di zaman SMAnya sama persis dengan proses seniman menjadikan dirinya sendiri.

Ini bukan paragraph analogi yang baik. (-___-)” padahal kan nggak mau nulis ginian