Tampilkan postingan dengan label Agustus 2010.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agustus 2010.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 September 2010

Best fuckin Pals :*

“Aku ingat, Bu. Dina ingat pesan Ibu. Tidak peduli dibilang manja dan pengaduan, aku ingat waktu bercerita di hadapan Ibu.. aku ingat bagaimana sangaunya tangisku.”

Saya jadi ingat bagaimana rupa sahabat-sahabat saya. Di Jakarta. Saya pikir saya sudah menemukan pengganti mereka di sini. Saling ngejagain, di unexpected city ini. Saya pikir, dan saya terus berpikir..

Saya nggak niat ngomongin dari belakang atau apa. Saya sudah pernah ditunjuk sebagai orang munafik, karena dianggap ngomong belakang. Padahal semua tahu ini namanya diarytronic, you called as Blog. Anggap saja saya masih curhat. Dan, dulu rasanya kecewa banget, karena dulu saya selalu menganggap saya sayang banget sama dia. Tapi, sahabatnya ternyata sama kaya yg sekarang. Saya ternyata lebih cenderung menjaga perasaannya, ketimbang peran sebagai sesama teman yg harusnya saling menjaga perasaannya. Saya ini gampang sayang sama orang. Kalau saya peduli, selamanya saya peduli. Nggak bisa bohong kalau saya bilang, saya sudah melupakannya. Buat saya, sedikit yg kamu tunjukkan ke pada saya, selamanya saya mau tunjukkan semuanya untuk kamu.

Tapi saya sudah dewasa. Datangnya masalah seperti ini saya mulai nanggepinnya lazim dan umum terjadi. Saya mau berhati-hati. Toh, tidak semuanya harus menjadi sahabat. Saya selalu percaya sama feeling saya, saya mencoba percaya sama diri saya. Kata Mbak Kos kesayangan saya; “Temen itu kalo diajakin seneng mah,buanyak dek.. tapi coba kalo kita susah.. ada yg peduli?”. Well, nggak semuanya baik untuk saya.

Kalo sudah datang masalah, itu adalah tanda kalo apa yg kita jalani ini akan lebih spesifik. Entah menjadi semakin sayang, atau emang kita ditakdirin pisah. Kaya orang pacaran aja. Nyatanya kedewasaan itu timbulnya susah sekali saat dalam perkara. Jadi, mari kita serahkan sekarang semuanya, pada nurani. Saya percaya, suatu hari nanti kedewasaan yg terlambat itu akan membawa penyesalan mengenai yg kejadian akhir-akhir ini. Jadi, jangan ditunggu

Saya nggak ikut-ikutan kok. Rasanya, saya memang mulai sayang sama kamu, kalian, kalian berdua, kalian semua, kita semua. Tapi, saya janji nggak akan ngerepotin. Mau dianggap apa sama kalianpun, saya tetap berusaha abnormal, di hadapan kalian. Seperti hidup kita sebelumnya.

Saya bilang sama diri saya, saya mau jagain kalian sampai nanti 3 setengah tahun ke depan. Kalian bisa andalkan saya sebagai teman, sekalipun saya nggak akan pernah bisa. Saya sangat bersyukur, memiliki teman-teman yg mengagumkan pertama saya menginjak kampus, tenar barengan sebagai kelompok terheboh, jalan-jalan ke manapun dan saling ngejaga. Tau nggak, itu hal yg terindah di Solo.

Tapi setelah itu, nyatanya saya nggak bisa berharap lebih. Emang kalo seneng-seneng itu nggak cepet habisnya. Tapi masalah yang cuma seujung jari itu nggak akan pernah habis. Saya nggak akan tergantung, saya akan menggantung diri saya sendiri. Di pohon lain misalnya. Saya mau mencari pohon, yg benar-benar peduli sama gulma di kakinya, pohon yg benar-benar melindungi saya. Toh, mumpung kalian belum memberikan ilmu yg lebih, perasaan, atau rumah atau apapun yg jauh lebih berharga. You all my bestfriends, ever.

Dengar!

Dengar coba dengar, ketika rintik hujan usai menyambangimu senja itu.. dan matamu tergeletak dalam penantian panjang yang hilang begitu saja..

Lalu kamu terpuruk mendengar desisan tangismu, hatimu yg membiru. Sangau dan payau. Berharap ada yg memeluk dan menggenggam lekat tangan tipismu.. dan gejolaknya berputar, putar, membayangimu. Mengotori pikiranmu, prasangka nan melangkahimu, buta!

Hidup tidak lagi terlihat adil, ada deruan hati. Tapi tidak lagi mampu kau sangkal, dia di sini. Masih ada di sini. Sampai kita mati.

Dan, kau tak lagi mampu melongok pesanku.. pesanku nan basah, meriah, di ukiran-ukiran kulitmu.. sayang, padahal aku berikan itu sepenuh hati..

Tapi elegi menahanku dan kamu.. penuh tanpa relung kosong. Hingga awan mendung di luar berbaris menunggu untuk sekedar menenangkan hatimu. Awan di luar pun ingin menenangkanmu. Memelukmu dari galau nan menghancurkanmu. Ya, sejak senja itu.

Harusnnya aku tidak membauimu, di jejak fajar itu..

Sekarang, pada tepi bulanpun aku enggan tersenyum. Aku meringis, pakis, miris. Dasar jancuk, gelegek, bajingan, buangsat.. mana bisa aku lupa! Haha *kopromenjulingkanmataberputarputarnyeburkeair*

Tebak siapa 1

Dia adalah tipikal laki-laki realistis dan terdidik. Sekalipun terlihat sebenar-benarnya tolol, dan benar-benar nekat. Laki-laki nan manja, dan begitu kekanak-kanakan. Tapi sekaligus mampu menjadi sandaran, dan pelindung tangan saya yang begitu kecil di tangannya.

Laki-laki yang menyakitkan hati perempuan manapun yg tidak bisa di sampingnya. Laki-laki yang sekaligus brengsek, dan begitu menyenangkan dengan kedewasaan sementaranya. Laki-laki yang tidak pernah sekalipun berkoar mengenai sedikitpun kelebihannya. Laki-laki , yg secara tidak langsung sering juga membicarakan hal-hal yg dia hindari; membicarakan orang lain. Labil! Laki-laki yang terbiasa menjadi pribadi yg mudah bergaul dengan siapapun terutama perempuan. Laki-laki yang merasa dirinya harus sebagai dirinya, sekalipun tidak pernah sedikitpun bisa dibanggakan. Hidupnya penuh dedikasi kepada hal-hal buruk dan teman-temannya. Tidak pernah menunjukkan keseriusannya sedikitpun, sekalipun, kapanpun. Tapi mampu menjual janjinya pada siapapun. Jangan percaya padanya! Haha. Laki-laki yg setia mengantar ke wc di manapun. Oh ya, more tip, a man with his mess life not forever be a mess at all. He cares with a girl beside her, believe me, but not being trust him so much :D -> MORE EXAMPLE ; just remember Radit&Jani.

Laki-laki yg mampu mendewasakan saya. Laki-laki yang mengajarkan saya bahwa kedewasaan adalah hasil ciptaan diri sendiri. Bukan lagi mengenai penantian, bukan lagi mengenai termehek-mehek pada satu cinta dan terus seperti orang-orang yang hanya memiliki satu harapan dalam hidupnya, sekalipun sudah terikat. Bukan, bukan mengenai ketidak setiaan yg saya petik, tapi mengenai menyudahi perasaan terpendam dan tidak berguna menunggu seseorang yang mustahil untuk ditunggu. Rasanya, saya seperti memiliki dia, dan yg lain. Saya tidak perlu berharap kembali kepada Tuan Karma, meskipun cinta saya nggak akan habis buat dia, si Tuan Karmanya loh!

Jangan pernah berharap kepada tipikal seperti ini, dia tidak akan memberikan sedikitpun kesetiaan kepadamu, perempuan! Sekalipun bersamanya, terlihat seperti berada pada rasa aman ketika memeluk tangan kurus kekarnya, atau tubuh ceking yang menjagamu di pelukannya yg erat, dan tidak berhenti mengusap kepalamu. Cukup janjikan, kalau saya ada di sini selamanya buat kamu. Saya, perempuan temanmu hari ini dan besok. Sahabat bermain dan tertawa, dan dapat kau ceritakan apa saja. Segala jenis bir sampai es teller, dan sebagainya. Cukup pegang tangannya, dan dia menggenggam tangan saya.
Eh, Tolong ya, ini kisah lama. Jangan ada yang cemburu-cemburuan :p ROTFL*

Watch out girl! even you really love his pefume so muchhhhhhh, muaaaaaaaach :*

and I am finally, totally wrong at all about him. He's not a good man at all

Update about my last life

Ehem.. ehem.

That’s I am trying to share you something awesome. Whoops.. actually these are about more than something. I had got many trips here :D

I am not yet totally trip-er or even a backpacker like I wish before. I just visited places that we thought they would be alrite when we visit at that time. The places that me and my pals have visited are about suddenly there in our minds. My buddies thought that around Surakarta in the midnite was better than we home, so we just went and did it. Ngarsopuro, Manahan, Laweyan, til’ I went to Boyolali. That’s a life. You just do what you wanna do, and perfectly they are what you dreamt before and they happened in your life!

I was dreaming about traveling all part of Java, then my country, then all the world. Amin. So I considered to next my studying-life out of my birth city. I started to find somewhere that I could be someone that do my dreams. I got PTN here, Surakarta. And the major was really what I want. I live my life all alone without beloved mom-ster, Ayah, or metlek, pience, teater 35, sligro, lhb,him, or anyone else. I started to check my self, if I got better condition, or might be the worst. But I made my self sure, that life just like rite now. You start to believe, and do it by your self. You are not depend to anyone. You control your life.

I went to Sarangan, Tawangmangu. And just guess what I got? A heaven. A place that I wish I can spend my time with my future husband, there someday with our kids :D. I canceled to Grojogan Sewu, even that place so much in good condition to make a better life, cause its view. Buttttt, my pals just refused it, it’s too contradiction tiredly to be there at that time(we went there by motorcycle, it’s about 2 hours from Surakarta). But, I was so much happy. And, fyi.. it’s so much better than Puncak or Bandung. Tawangmangu is specificly the best, than they both. And the place give you more cheapest cost for everything. Villa with 3 rooms just only Rp 300.000, hell.. I remembered Puncak. How much I must pay more?

I am not really understand about this city too much. But, I will. I will getting know about other city too. I’ll be there soon, and.. ummh okay.. I will pass my college soon, too mom :)

Thank God. They’re so much the best for me rite now. Thank you too, for gave me Monumen Pers, as my first beloved gank, here :D. Thank God, I wish we can keep each other forever. Amin. Thank you for the trips, thank you for the School, thank you for everything You give to me.. Make me more grateful to You, ya Allah amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin :*

Oh, Klasik!

Pernah dengar kisah klasik?

Ketika kamu hadir di hamparan aspal, debu jalanan..

Di antara Jogya menuju Sala..

Dayuan relung-relung pagi menyambut..

Dan hatimu segera terjuntai,

Disambut lampu jalanan, semerbak dan menggoyahkan tatapanmu..

Pada sejarah kota, yang diiringi jazz melankolis.

Berjalan, terus sampai ujungnya tak lagi kau temui..

Dan pikiran kotor mendapatkanmu sedang bertelanjang,

Menghadap hamparan kota yg kau jajahi..

Kau dekap, dan penuh harap..

Sedikit memberikan pagi yang damai, di antara nafsumu yg terbias..

My Jazz

Aku suka sekali music jazz. Aku suka sekali ketika ia mengaliriku.

Rasanya aliran darahku mengalir lebih deras, lebih jelas.

Tubuhku menari di apungan rasa tenang, yg menjadikan aku lebih baik.

Aku suka sekali music jazz. Aku suka sekali ketika ia menahanku.

Seakan hatiku bertolak padamu, bermimpi kehidupan yg lebih damai..

Menjadikan melankolis terdengar lebih eksklusif dan miris..

Menjadikan aku bernyanyi di dalam hati.

Menggabungkan piano, bass yang lincah, dan saxophone mendayu-dayu mengiringi.. nan gitarnya berderik-derik dengan irama yg tertahan, kemudian dilekati kembali debuhan drum-drum yg bergemerincing. Jadi satu, ketika terdengar vocal yang mendayu-dayu tapi tetap padu menjadikan aku. Jazz menjadikan yg sebenarnya diriku.


Jazz melukiskan aku di sebuah paragraph indah. Jazz adalah mengenai diriku, dan hidupku. Jazz nyanyianku tiap pagi. Jazz, ketika aku menemukan rangkaian yg tepat disebutkan sebagai music, dan menggambarkan hatiku sebenarnya. Sama ketika aku mendengar beat hip-hop atau yang menyemangatiku. Tapi jazz punya cara sendiri, cara klasik yg menidurkan aku, yang membangunkanku, yg melengkapi sedihnya aku, yang bla.. bla.. bla..

Semoga masih ada..

Setidaknya masih ada laki-laki bermoral, cerdas, kritis, sederhana, sekaligus fanatik sama Allah di luar sana. Lantas, kenapa gue harus terpekur sama yg berada di lawannya. Gue cuma labil, dan belum terbiasa. Gue terlalu perfeksionis, dan nggak bisa ditinggal pergi. Gue terpaku, tapi selalu ingin lari. Gue tipikal setia yang gampang jatuh cinta.

Gue adalah segalanya hal mengenai kelabilan yg anda ketahui ada di dunia ini.

Gue adalah pribadi yang mengagumi hal-hal di luar materi sekaligus. Menurut gue tipikal klasik yg lembut seperti mas ceper temen baru gue adalah tipikal laki-laki yg baik. Fisiklinya kayak mas vidi, diam tapi tidak selalu diam, dan taat beragama. Keliatan dewasanya, dan punya prinsip, sekaligus bermasa depan. Tapi, karena mereka sudah punya pendamping syalalanya, dan terlebih mereka adalah mas-masnya gue, jadi gue haram jatuh cinta sama mereka!

Tipikal sederhana kayak senior berkalung slr lebih baik lagi.

Rasa-rasanya gue emang terlihat lebih tolol kalau sudah masuk ke dalam jenjang serius. Tapi gue selalu ingin serius, gimana dongs?

Hai, Nyonya Waktu.. bisakah anda datang segera?

August 27, 2010

Saya udah resmi jadi mahasiswi. Kuliah udah, punya temen udah, sahabat udah, kosan udah, keliling Surakarta udah, dan lain-lain. Ternyata hidup gak totally changed or you called easier.. ada hal-hal yg saya sendiri ngerasanya gak pernah dibuat masalah, tapi ada aja masalah. Terutama kalo udah nyangkut perasaan. Fuck.

Buat saya, mandi juga adalah jawaban atas semua pertanyaan hari ini. Dengan mandi saya merefleksikan tubuh saya. Tubuh saya tanpa apa-apa, tanpa mereka, dan bila (tidak mungkin) tanpa Allah SWT. Well, yang perlu saya bangun kembali mengenai diri saya adalah, kunci dari semua keberhasilan diri, dan begitu yakin mengatakan bahwa kita cukup bahagia adalah bersyukur. Nggak akan ada yg mungkin saya dapatkan di dunia ini selain kata dan perasaan itu.

Coba lihat, untuk mencapai pada sebuah posisi yg begitu saya inginkan seperti ini bahkan saya belum merasa cukup. Ada aja.. ya nyesel karena saya bego nggak bisa naik motor lah, ya nggak puas sama staff kuliahan, atau bahkan kesalahan dari diri sendiri yang suka suudzon , nggak sabaran, dan bla..bla.. parah kan?

Tapi di sisi lain. Ya Allah, ckck banyak banget yg saya udah dapetin selama ini. Kenapa ya bersyukur itu jarang datengnya, saya jadi susah kontrol iman saya, nafsu saya, dan segalanya yg ada pada saya. :”(

Dengan bersyukur, kita bisa mendapatkan segalanya di dunia ini. Percaya sama saya, hal-hal cere yg kita lewati dengan perasaan bersyukur jauh lebih nikmat ketimbang segala harga mahal yg kita bayar untuk segala kemewahan atau kenikmatan yg kita dapatkan dengan remeh, sia-sia.

Hidup masih susah buat saya.. kata-kata dosen masih sulit saya mengerti. Bahkan pokok masalah yg sudah dirangkum menjadi sebuah soal pun, saya harus memiliki indikator sendiri untuk mengerjakannya. Saya baca sebanyak 3 kali, lalu saya buat rangkumannya sendiri (bayangin aja anak kuliah satu soal satu paragraf), lalu kira-kira kalau nanti saya males baca saya akan googling, lalu kira-kira nanti saya baca 2 kali, saya tulis di catatan, saya baru berani diskusi, lalu.. saya ketik, print, dan nyampe di pak dosen :(

Kuliah susah, saya butuh Bu Sri atau Mak Atik, yg ngurusin saya. Sampe saya inget dulu saking bengalnya saya disuruh keluar dari Teater 35 dan masuk Rohis 35, dan ngebayangin jilbaban dan berkosidah di masa SMA… atau mengenai hal cere-cere yg sampe di smsin tiap malem biar inget, sama mereka :(
Kuliah temen-temennya nggak mbakteng kaya LHB, LVT, atau mbakteng pience, atau JDC, Sligro. Kita semua di sini sama-sama sok dewasa dan belajar cari jati diri dengan cara masing-masing, yang sangat menyulitkan buat adaptasi dari masa manis manja SMA, yang susah banget nebak tipe-tipe laki-laki, banci, dan perawan di sini. Hey, saya bekerja sampingan sebagai antropolog amatiran lho~ nggak punya SLR, captured hidup di sini pake perasaan dan pikiran sama tulisan bae lah ya.

Tapi, hidup seperti ini mengembalikan pikiran kita untuk menjadi manusia. Menjadi manusia yg mengerti kalo hidup nggak sekedar ngadah, tapi bagaimana bertahan dengan tidak sekedar mengadah. Wish me luck ya people, I wish you too the best, amin.. :)

Jangan lupa bersyukur mengenai apa yang kita dapatkan hari ini. God give us the Blessing perfectly..

Antropologi

Ada laki-laki yg kuliah antropologi dengan tipikal wajah tampan, cerdas, dan rajin sholat, malam ini? Mau saya nikahin deh, mau saya tanya-tanya, sejuta pertanyaan sudah saya simpan.

Saya mengalami hidup yang baru, hidup menjadikan saya sampai detik ini. Hidup yg me-muka-dua-kan saya. Ya Allah amit-amit. Ini hanya sekedar sharing, mungkin yg kalian alami adalah sama seperti yg saya alamin, sekarang dan sebelumnya. Well, tepatnya adalah betapa pentingnya arti domisili, asal kita. Bagaimana image yg terbentuk dalam diri kita, dan seperti apa pandangan yg terlihat dari cerminan diri kita. Yang lebih penting lagi, pandangan kita tehadap pandangan orang lain mengenai kita.

Kalo masalah khianat-khianatan, saya udah makan asem garem kali ya. Sahabat saya subjek pelakunya, dan saya objek nangisnya, dulu. Tapi, siapa tahu di dunia baru saya ini.. begitu banyak calon-calon pengkhianat yang bertebaran di sekitar. Saya sih baru sekedar ber-pendapat sekaligus cuma menyampaikan ke-suudzonan saya, tapi semua teman-teman setuju. Dan kita mengacung jadi satu!

Tapi saya berharap nggak ada lagi khianat-khianatan kepada diri saya.

Yang saya nggak habis pikir adalah, bagaimana sebisa mungkin mereka bisa menjadi sehalus itu. Dalam kata lain, segala rahasia yg mereka bicarakan nggak sempat terdengar sama objeknya. Padahal, kita dalam satu kota yg kecil, dan mengaku kenal semua orang yang teman kita kenal.

Karena saya terbiasa bicara, saya akan bicara. Karena saya juga ada turunan, mungkinkah saya juga akan bermuka dua. Sama saja, tho? Buat saya pribadi, saya cenderung ke pilihan yg pertama, saya tipikal orang yang gak tahan sama grasak-grusuk di belakang saya, mendingan saya nangis kojot-kojot di depan orang yg ngomongin saya sekaligus.. daripada masalahnya kesimpen terus.

Domisili jawabannya. Ketika kita berasal dari bumi yang sama, kita akan bicara mengenai hal-hal yg cenderung sama, sekalipun itu cenderung jauh dan nggak ada hubungannya, tapi pasti ada kesamaan yg tidak disengaja yg ngejadiin itu semua otomatis sama. Pikiran orang-orang yg terlatih berpikir, melihat, bicara, membaca, menilai, itu berbeda sama sekali dengan pikiran orang-orang yg sekedar memiliki materi dan mengandalkan segala pengalaman ikan cere. Sama busuknya saya ngomongin mereka. Oh, bodo amat. Di bumi Betawi, hidup adalah pembicaraan.. jaga bacot di depan orang-orang yg bener dianggep kudu disopanin aje, brur. Makanya kalau mau dihargai, hidup itu harus menghargai hidup orang lain.

Buat saya, semua yg ditunjukkan kepada saya.. nggak ada yang lebih baik, anak orang kaya lah, mobil lima lah, rumah sepuluh, bla..bla..bla.. ketimbang saya menemukan orang-orang yg sebenar-benarnya ada buat saya kalo saya sakit dan butuh mereka. Orang-orang yang masih bisa dipercaya, orang-orang berotak dan memiliki wawasan masa depan (robotkaliya), it’s okey, sekalipun nggak ada yg dia punya. Saya janjiin diri saya buat selalu ada untuk dia. Dia punya saya. Dan, sekalipun saya ngga punya apa-apa, nggak berotak, nggak bermoral, dan sebagaimanapun, saya selalu janjiin orang yg saya pilih.. saya ada selamanya buat dia. Swear.

Padahal, saya menyukai laki-laki tipe orang Solo, lembut, halus, dan berbudaya Jawa yang gimaanaaa gitu. Ngalus lah ya pokoknya, hidupnya teratur. Tapi, sangat disayangkan kalau budaya bicara di belakangnya masih kuat. Medingan saya nikah sama reman Petamburan sekaligus.

Yang saya ingin tanyakan pada suami antropologi malam ini adalah, benarkah kehalusan budi itu cukup ditunjukkan dengan bentuk senyuman sok halus di muka? Lalu bagaimana mengenai segala hal baik yg dibutuhkan di belakangnya? Patutkah saya kembali percaya? Padahal saya sayang banget sama mereka. Tapi saya takut, saya takut menjual diri saya. Karena diri saya separuhnya adalah terdiri dari serpihan-serpihan payau sisa percaya saya. Saya ingin percaya pada siapapun yg percaya sama saya.

Sayangnya tidak ada satupun mahasiswa antropologi yg mendengar saya. Ya sudah kita bercerai saja sama perasaan. Dan beradu cinta dengan bantal. Selamat tidur!

Genk To - Lol ;*

Eh, I was officially a UNS-er!

Akhirnya saya jadi mahasiswa, dan bagusnya saya juga usai melewati masa ospek fakultas yg ngebosenin abis. Gak ada hal lain, selain ngedengerin dan duduk sampe pantat tepos. Belom lagi pas digalakinnya, ah sama gue ngelantik anak teater lebih serem gua kali ya.. hmm. Cuma emang ribet banget sih peraturan dan syaratnya. Belom lagi ospek universitas, dan ospek jurusan nanti :(

Dan, bagian yg paling menyenangkannya adalah saya ketemu Genk tolol swadana, macem kelompok Monumen Pers. Orang-orang yang bikin saya shock setengah mati di dalem hati. Masih ada ya orang yang begitu cocoknya sama saya macem mereka. Sama-sama masuk UNS lewat jalur swadana, sampe kita menghina jaket almamater kita sebagai yang termahal, jaket 33 juta @_____@. Terus, kita semua tololnya sama-sama begok dan antipati banget denger-denger ceramah di depan. Ujung-ujungnya kalo dapet tugas jadi saling nanya.

Hari pertama, di rumah Della. Semuanya sudah tersadar kalo kita itu jodoh deh kayaknya. Hari pertama, menjelang hari kedua itu juga akhirnya saya bisa ngerasa bersyukur banget di Solo untuk yg kedua kalinya setelah jadi mahasiswi Fisip Komunikasi UNS. Well, keliling Surakarta sampe subuh adalah hal yang terbaik saya rasakan dalam hidup saya. Terbaik lagi, pas paginya saya dapetin Ocha. Terus ketemu mas Ceper, ketemu Mpritah, Askasuw, ketemu Jenengan Diah, Icha, Dio, Widy, Domino, VidiAldiano, Adit, AP, Karis, Dela, dan lain-lain. I wish, we are bestfriends forever, guys :)

Next, mereka adalah teman-teman terbaik. Baru kenal, saya udah langsung kenal Solo karena mereka. Di bawa keliling, nonton, konvoi, ngedevil buka bersama, karokean, wisata kuliner sampe Subuh, belanja, ngetawain orang, tukar budaya, terus ya kita semua jatuhnya ngeloyal abis bin setia banget. Kayaknya kita udah temenan dari SMA, dan berusaha saling ngejaga masing-masing. 3 hari bisa ngelakuin kegiatan sebanyak itu.

But, we have dreams!

Mau jadi pengusaha, mau lulus umur 23, mau jadi polisi, mau jadi sarjana social, mau jadi musisi, mau jadi bla.. bla.. bla.. So, we’ll get it together! I wish.. wish wish ya Allah :’)

Selasa, 17 Agustus 2010

Fucking lil' nite

Gue nggak nangis karena nyesel. Gue nggak nangis karena inget karma. Tapi gue inget elo, orang terakhir yg gue kirimin pesan. Gue kangen elo .
I am over bein blue, I cried more than you know

Hari kemerdekaan!

Selamat ulang tahun proklamasi Indonesia, bagi saya Indonesia sendiri sudah hadir sejak Tuan-tuan asing dan tokoh-tokoh itu memberkahi kata Indonesia sebagai sebuah nama, bagi saya Majapahit juga sudah jauh lebih dulu menggambarkan Indonesia, bagi saya sejak Paleonicus Javanicus ada, ya makhluk-makhluk purba moyang yang hadir di Jawa. Indonesia hadir sudah sejak lama. Sejak dulu kala.

Sebagai bagian dari warga Indonesia yang sudah memiliki Kartu Tanda Pengenal sebagai bagian bangsa, saya masih seperti yg lain.. terkadang luapan emosi saya menggebu-gebu, begitu bangga, begitu bahagia ada di sini, tapi saya bisa saja merasa miris dalam hati. Masih banyak hal-hal yang sepatutnya nggak saya banggain, karena begitu abnormal –segitunya saya nyebut, karena memang seharusnya sudah nggak ada di manapun.

Well.. gimanapun saya masih banyakan bahagianya di sini. Selain bawaan dari lahir suka sama yg lokal, nasionalisme yg ada di diri saya hadir ‘perfectly’ dari pelajaran sejarah yg saya enyam dari SD, saya suka masa lalu, karena itu jangan salahkan saya yg terlihat seperti terpengaruh sama teenlite-teenlite atau sinetron jaman sekarang untuk menjadi senang mengungkit-ungkit masa lalu!

Tadi, pas saya nengok pengibaran SANG SAKA MERAH PUTIH kw alias yg bukan asli, saya merinding.. dan karena saya bagian anak zaman 2010 sekarang yg punya diarytronic macem twitter, saya sempetin simak baik-baik twit temen-temen saya mengenai hari kemerdekaan ini. Well, mereka semua bahkan nge-vote #Indonesia65 untuk jadi Trending Topic, sebagai satu-satunya usaha untuk menyama ratakan peran mereka di zaman global ini dan menunjukkan rasa cinta sama Indonesia sendiri. Saya dukung kok, meski saya kebanyakan cuma Retweet, soalnya mengolah kata sekarang sudah menjadi bagian dari anak-anak twitter, dan mereka mewakili semua yg berdenyut-denyut di nadi saya.

Saya merinding ingat Kamu, Indonesia.. buat saya nasionalisme ini bukan diciptakan untuk sekedar menjadi jawaban ketika dipertanyakan warga Negara mana saya. Tapi buat saya khususnya, menjadi bagian dari Indonesia adalah sebuah tuntutan (oh oke nggak papa kok buat saya untuk dituntut Kamu) menjadi salah seorang yg bisa jauh lebih memperbaiki kamu, Indonesia ..amin. Saya melihat jelas relung hati saya ketika saya berucap mengenai Negara saya ini, mau rasanya nangis.. nangis ingat semua yg sudah saya dapatkan, orang-orang yang saya cintai dapatkan karenanya, bahkan orang-orang bangsat itu dapatkan atas kita semua.. tapi saya KASIH APA?? Bayar pajak aja belum, bayar pajak dimakan orang kaya di senayan doang sih! Ah! *Outoftopic* semoga yg selanjutnya saya perankan adalah sebagian besar bisa memberi prospek dan akibat yg baik untuk Negara saya. Segalanya yg terbaik saya doakan..
Yang saya harapkan selanjutnya.. khususnya bagi para seniman yg jalang seperti orang-orang yg selalu menuntut keadilan, kebebasan berlebihan dengan caranya yg sok dihaluskan.. adalah memahami bagaimana kemerdakaan seharusnya sebagai orang normal yg tau ini adalah hari kemerdekaan kita itu baik. Bukankah segala yg kita lakukan akan menyenangkan kalau itu semua bisa dihargai? Please mari menjadi senang atas apa yg telah kita tempuh sampai hari ini. Jangan menyalahgunakan kemerdekaan menjadi tuntutan kebebasan atas hal-hal yg sebenarnyapun tidak patut untuk dibebaskan. Terima kasih.

Minggu, 15 Agustus 2010

Movies and me

Selamat pagi bin guten morgen, auwh!

Pagi ini adalah Minggu pagi, seperti biasanya sepi tempat tinggal baru saya. Karena perempuan-perempuan penghuninya rumahnya juga terlampau dekat. Ya, macem Jogya, Klaten dan sekitarnya.

Kali ini saya lagi males sama onlain-onlainnan. Gatau kenapa, kan jadi mubazir banget ya. Padahal udah beli pulsa paket, dan tega-tegain gak bales sms orang-orang. Belum lagi, ternyata baru saya sadari oh sadari (saya SADARI beneran nih).. uang saya tinggal goceng sampai nanti sore. Uang lima puluh ribu yg saya geletakin di kantong dalem tas ternyata udah bablas. Adoooh, gimana mau pulang ke Jakarta, sayang banget bobol atm :(

Semalem saya sakit. Gatau sakit apa, perih banget perut saya, mau muntah, dan mual terus bawaannya dari siang. Mungkin karena buka puasa pake nafsu kali ya :( .. saya langsung kangen rumah. Nggak ada lagi warung tinggal ngerosot tangga, tolak angin Ibu Apip, jamu kunyit Ibu, dan bla.. bla.. saya pake sarung ayah yg ibu sertakan waktu itu di tas saya, eh malah saya mimpi buruk tentang Ayah :( langsung aja saya update status--> dan bagusnya tetangga saya langsung komen they’re alrite there, oh gratefully!

Saya stress juga, kulit saya banyak bintik-bintik merah begini.. gara-gara kamar saya belom dilengkapi kawat nyamuk :( makanya semalem saya sampe sebegitunya suudzon kena db. Untungnya Allah masih sayang banget sama saya, saya belom saatnya dikasih sakit. Belom ada siapa-siapa di sini.

Saya nggak mau tidur, nanti mulut saya kering.. nanti saya mual lagi.. lagian kalos saya tidur ba’da Subuh, saya kebangun paling nggak jam 8 lewat. Kalo kebiasaan bisa gawat, bok!!! besok saya ospek jam setengah lapan teng..

Akhirnya saya memutuskan nonton drama Korea film-film hasil kopian dari Mbak Kos. Well, intinya adalah ini sebenarnya. Ternyata saya jauh lebih suka film-film seperti ini daripada macem series Princess-Hours , tapi saya masih tetep cinta BBF sama Full house sih.. ya tapi lagi, buat saya film-film yg langsung habis begini jauh lebih seru. Meskipun yang saya tangkep, drama Korea itu memilik tipe yg sama; laki-lakinya guanteng; sedihnya belakangan dan banget-banget; biasanya laki-lakinya yg keseringan ditinggal perempuannya; ceritanya frontal, gambarin cewek/cowok yg benar2 sedang jatuh cinta di zaman modern.. Ah! Gimana sih jelasinnya (baca:nekat); daaaaaaan so sweeeet bangeeeeeeew *gebukbantalmembabibuta*


Well, film-film macem ; Humming, A Millionaire First Love, dan A Momment to Remember are good movies!


Humming :



Ceritanya realistis sekaligus surealis. Intinya sih yg kita rasain ketika kehilangan seseorang, yg awalnya kita mau dia hilang, tapi ketika kita sadar dia hilang beneran, rasanya sesedih filmnya huhu (APAN BANGET SIH)

A Millionaire First Love :



Ini ceritanya lebih remaja, tentang orang kaya yg ketemu cinta pertamanya. Just find it guys!

A Moment to Remember :



ANJAY JUN WOO SUNG GUANTENG PUSS!! check the review by other <-- klik


BUAT PECINTA GALAU MELAU MACEM SAYA GAK AKAN NYESEL *LOL

Sabtu, 14 Agustus 2010

Seminggu lewat

Tanggal 4 sudah saya lewati, berarti sudah seminggu lebih saya lewati hari-hari sendiri.

Alhamdulillah saya cukup bersyukur untuk segala rezeki yang Tuhan berikan pada saya, karena-Nya, saya punya mbak kos yg begitu baik. Nemenin saya kemana-mana, nungguin saya, ngasih tau segala informasi penting di sini.

Saya manfaatkan waktu-waktu sebelum kuliah, untuk sekedar observasi how is life here.. sekalipun ibu saya kalo nelpon kaya orang nahan nangis denger keadaan saya, itu mengartikan saya semakin harus kuat bertahan di sini. Tanpa siapapun, tanpa harapan mengenai cinta, tapi tersisa harapan mimpi yg akan saya dapatkan kelak, amin.

Saya mempelajari bagaimana tindak-tanduk orang-orang sini. Dan seperti yang saya mentioned di twitter, banyak juga ternyata yg kurang menyenangkan di sini. Dari birokrasi kampus dalam system distribusi jaket almamater yg gak bener, atau segala penjual yg hampir semua kelakuannya nggak bener, ngapa-ngapain lama, bikin esmosi jiwa. Atau ya.. karena kebiasaan lamanya itu jadi mengacu ke semuanya, kan udah bikin saya drop mood, semuanya jadi burem mau ngelakuin apa-apa :( nungguin males, nggak sabar..nanti mukanya orang-orang itu jadi semakin nyolot. Ah! Kadang kesel banget.

Saya nggak tau selain Ibu, Ayah, pience, teater dan lain-lain yg segitu-gitu aja, apalagi yg mampu bikin saya bertahan. Tapi anehnya saya memang tetep nahan, nggak tau saya kenapa bisa kuat gini. Ya, mungkin karena saya sendiri, sekali lagi.

Saya mau meraih mimpi saya, mimpi saya yang lama. :) makasih ya Allah. Jadikan aku lebih baik, jadikan ibu-ibu Solo, tidak lagi lama atau terlalu telaten dalam melayani pembeli, jadikan mereka tidak lagi melihat dengan atraktif kalo saya liwat sambil bergosip, jadikan mas-mas di sana mas-mas yang tidak sebegitunya’ kalo ngeliat saya yang penuh pesona, jadikan semuanya menjadi lebih baik kembali untuk saya ya Allah, jadikan saya hamba yg lebih tabah dan lebih penerima, jadikan hamba mahasisiwi cum laude, jadikan teater sana, teater yg tidak banyak menyita waktu dan banyak mas-mas ganteng penggantung harapan, jadikan club sport di sana lebih murah daripada di Jakarta biar saya bisa daftar secepatnya,jadikan air di kosan saya lebih bening lagi ya Allah, jadikan daerah saya menjadi daerah yg banyak taxi.. becak juga nggak papa deh ya Allah, atau jadikan Mitsubishi sedan lama yg saya incar jadi 10 juta aja ya Allah, jadikan dunia perkuliahan saya menjadi dunia yg menyenangkan dan aman, jadikan dia di Jakarta sadar.. amin ya Rabbal alamin :”)

Ketika Aku Menjadi Dewasa

Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku menjadi sosok yang begitu rapuh..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku tertawa tentang asa..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku berpikir mengenai hidup selanjutnya..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku menangis di dalam hati..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku merindukan Ibu..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku bercerita ke pada paragraf..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku usai memasak..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku mencintai dia.
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku mengirimi mereka pesan singkat untuk pulang..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku menyuapkan Metlek makan paginya
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku usai mencuci rambutku..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika nanti aku dapat ciuman pertamaku..
Jadi, kapan waktu dewasaku?

Tuts..

Tuts, bilang pada nada yg sedang ia mainkan..
Untuk sejenak menantiku pada haluan..
Biar hatiku terkembangkan
Dan tiada lagi harapan-harapan..



Tuts, sampaikan bahwa akupun merindu..
Pada rasa galau, selimut tidurku yang lalu-lalu..
Biar puisiku tak lagi sepi..
Aku berbisik, mungkinkah Aku telah mati?


Di mimpiku masih ada suara tidurnya..
Suara detak jantung membeku yang aku rindu
Saat aku memeluknya,
Menatapnya, erat-erat..


Dan, jalan datang pada waktunya!
Aku harus bergegas, melepas.
Adakah relung hatinya, kembali?
Kembali pada aliran darahku yg membiru..
Membiru, dan haru..


Tuts, ayo bicara!

Ada Laba

Ada laba-laba.


Ada laba-laba di dinding atas kasur saya


Menatap pada indahnya dunia..


Bergantung, menunggu pagi..


Menanti saya, sepi-sepi


Dan saya tidak lagi sendiri...

Mimpi

Kalau saya mendetailkan lebih mengenai apa yang akan saya lakukan, saya takut saya akan terbuai dan merasa seluruh dunia sudah menggerakkan mimpi saya terwujud. Padahal seluruh dunia menunggu saya, terlebih dahulunya. Untuk itu, saya diam. Saya bilang, saya akan ke sana. Tapi saya tidak akan menuliskan sebagaimana caranya saya ke sana. Biar menjadi rahasia antara saya dan dunia. Karena saya begitu mencintai dunia dan mimpi saya.


Ternyata, belum ada yg mampu menerima saya apa adanya sekaligus saya cintai. Begitu saya cintai. Belum ada.

Jumat, 13 Agustus 2010

Thank You MC




Hey, saya sedang kembali jatuh cinta sama sosok masa depan saya, MC a.k.a Mariah Carey, :*

Iya, kalian pasti sudah begitu mengerti mengenai perinduan saya. Tapi saya tegaskan, kalau dia memang kenyataannya sudah kosong hatinya mengenai saya. Saya akan terima. Dulu hati saya juga nggak pernah keisi buat dia. Tapi, saya terlanjur berkomitmen. Dan pada komitmen inilah saya belajar menjaga diri saya. Selanjutnya belajar bagaimana menghargai sebuah pernyataan. Nggak ada yang begitu mengerti benar mengenai ke-konsistenan diri toh? Oke, satu alur yang terus lurus memang tidak begitu menyenangkan, tapi menjadi setia itu penting. Terutama pada ucapan. Toh, saya punya batasan, lagipula selama ini saya sudah menjadi terlalu lurus kepada yang namanya kesremawutan cara hidup, kenomadenan hidup. Jadi, saya ingin mencapai cara lain, mumpung saya masih 17 tahun :p

Saya cuma menunggu kok, boleh ya? Saya tidak meminta seseorang pun untuk menjadi apa-siapa-bagaimana untuk saya. Karena saya sayang sama dia. Dan dia teman yg baik untuk saya. Jadi, saya stay di sini, menunggu kontrak saya berakhir. Peduli siapa saya tersakiti?

Hubungannya dengan Nyonya MC adalah, pada intinya saya mirip dia. Sexy, has a gold voice, rich, and beauty. ROTFL :D

Nope. Tapi lagu-lagunya yang rata-rata saya temuin tuh hidup saya banget ya. Dari yang jaman SMP dulu ‘We Belong Together’ sampe sekarang ‘Angel’s Cry’. Ya, macem ‘Don’t Forget About Us’ atau ‘Stay In Love’ , etc. the topic is I love her damn so much.

Yang lucunya saya tangkep di satu bait liriks (*bergayaMCmissinglyric)

Apparently, she got your head all messed up now
That's the trickery
she'll wanna have like you know how this lovin' used to be (ah)
I bet she can't do it like me
She'll never be MC, --> mau saya ganti banget jadi She’ll never be FA wkwkww
Dan

I'm just speaking from experience
Nothing can compare to your first true love..

Haha, saya ketawa banget bacanya. Jadi suka malu sendiri. Kadang kalo udah nafsu sama sesuatu alias ngebet banget rasanya pengen banget terus-terusan di sampein :( ditunjukin, I felt it too baby :( .. nanti pas udah selesainya kadang suka ada penyesalan. Tapi, buat saya kali ini.. penyesalan bukan lagi hal yg harus ditutupi. Penyesalan adalah reminder to make our self better, dan dia bukan penyesalan buat saya. Sampai pada akhirnya, misalnya sayapun sudah menikah nantinya bukan sama orangnya. Hehe.

A first love was teach and give you more, than your Science teacher at Junior Hi School :)

So, what I did to you? Was that like MC did to her ex? Oh well, at the point is MC just like ME hahah :D

HAPPY RAMADHAN, PEOPLE!!! Cheersss, I love this Month so maddd 

Alhamdulillah. Ramadhan sudah datang. Ramadhan pertama tanpa Ayah Ibu Metlek, ramadhan di kota yang masih majority non muslim (di daerah saya). Ramadhan tanpa petasan yg begitu meriah, Ramadhan yg kemungkinan tanpa Buber sama teater, sama lvt sama pience, sama BRW, oh well I miss you all guys.

Saya mau curhat. Tapi bagian sedihnya Ramadhan kali ini. Ya Allah kalau memang pada akhirnya ini hanya semacam suudzon nggak papa deh ya, daripada beneran. Ramadhan di sini nggak semeriah di Jakarta, soalnya di sini juga banyak yg non muslim. Kebanyakan kristiani. Terus menurut saya fasilitas ibadahnya nggak begitu baik, khususnya yang buat muslim/muslimah. Sedihnya :(

Contohnya, karena saya anak baru di sini, dan tetangga kesayangan saya Mbak Widha kebingungan mau shalat di mana, jadi hari pertama tarawih saya pergi ke musholla yang sedikit dekat dari kosan. Well, saya bingung karena belum wudhu, jadi sesampainya di sana saya cari air. Saya masuk kamar mandi, dan tebak apa yg saya temukan; kamar mandi yang aduh ya Allah.. joroknya kamar mandi umum di rusun mungkin jauh lebih baik loh. Padahal saya di kota, dan sekali lagi bukan di desa. Tapi segininya banget. Belum lagi bentuk musholla yang nggak karuan, seperti di bangunan yang campur kosan sama orang-orang non muslim, tapi sebrangnya adalah bangunan kosong dengan keluarga besar laba-laba dan roman-roman sepi banget, dan saf perempuan ada di tengah-tengahnya. Tanpa tivi, tanpa kipas, bahkan solatnya tanpa mic imamnya. Yang saya tebak, mungkin ini juga bentuk toleransi agama biar nggak kebrisikan buat tetangga yg kebanyakan seperti yang saya sebut. Tapi ini kan Ramadhan ya :( ya Allah, Baabussalam how I miss you tarawih 9 rakaatnya :#

Hey ini nyambung juga sama yang jadi TToT mengenai account Adit_FPI yang menurut saya abnormal banget. Ya Allah puasa-puasa ngomongin orang. Ya, tapi ini mengenai bagaimana seseorang seharusnya menghargai apa yang telah ada, dia itu nggak banget ngadu domba agama kayak begitu. Buat saya toleransi itu penting banget, contoh favorit dan konkritnya adalah film CIN(T)A. Iya sih,kadang saya juga ngerasa, agama saya harus terus didahulukan dan sebodo sama yg lain. Tapi lambat laun, selain saya dicekokin pelajaran KWN dari ba7ta (baca:bajuta) , saya juga melihat keadan sekitar. Nggak bisa selamanya begitu ternyata, dan pada akhirnya bukan lagi maksud saya tidak menghargai agama saya dengan super lagi, tapi ini mengenai bagaimana harusnya bersikap pada akhirnya lagi. hah! Ribet.

Intinya semakin dewasa seseorang, harusnya bisa belajar bagaimana menghargai yang sudah ada seperti saya bilang sebelumnya. Saya harus bisa menyesuaikan diri. Sekalipun miris hati. Setidaknya kemungkinan besar saya harus bisa bertahan, saya nggak pernah sendirian. Allah sama saya, amin amin :)

Nah, dengan tulisan ini.. pada akhirnya di paragraph terakhir yg muter-muter itu saya berhasil memperbaiki mood saya. Semoga selamanya saya kuat, dan bisa jadi lebih baik. Terhaturkan juga doa ini untuk semua teman-teman yang memperhatikan saya dengan membaca blog saya. I miss you more, people :)