Tampilkan postingan dengan label Subject-. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Subject-. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Agustus 2010

Thank You MC




Hey, saya sedang kembali jatuh cinta sama sosok masa depan saya, MC a.k.a Mariah Carey, :*

Iya, kalian pasti sudah begitu mengerti mengenai perinduan saya. Tapi saya tegaskan, kalau dia memang kenyataannya sudah kosong hatinya mengenai saya. Saya akan terima. Dulu hati saya juga nggak pernah keisi buat dia. Tapi, saya terlanjur berkomitmen. Dan pada komitmen inilah saya belajar menjaga diri saya. Selanjutnya belajar bagaimana menghargai sebuah pernyataan. Nggak ada yang begitu mengerti benar mengenai ke-konsistenan diri toh? Oke, satu alur yang terus lurus memang tidak begitu menyenangkan, tapi menjadi setia itu penting. Terutama pada ucapan. Toh, saya punya batasan, lagipula selama ini saya sudah menjadi terlalu lurus kepada yang namanya kesremawutan cara hidup, kenomadenan hidup. Jadi, saya ingin mencapai cara lain, mumpung saya masih 17 tahun :p

Saya cuma menunggu kok, boleh ya? Saya tidak meminta seseorang pun untuk menjadi apa-siapa-bagaimana untuk saya. Karena saya sayang sama dia. Dan dia teman yg baik untuk saya. Jadi, saya stay di sini, menunggu kontrak saya berakhir. Peduli siapa saya tersakiti?

Hubungannya dengan Nyonya MC adalah, pada intinya saya mirip dia. Sexy, has a gold voice, rich, and beauty. ROTFL :D

Nope. Tapi lagu-lagunya yang rata-rata saya temuin tuh hidup saya banget ya. Dari yang jaman SMP dulu ‘We Belong Together’ sampe sekarang ‘Angel’s Cry’. Ya, macem ‘Don’t Forget About Us’ atau ‘Stay In Love’ , etc. the topic is I love her damn so much.

Yang lucunya saya tangkep di satu bait liriks (*bergayaMCmissinglyric)

Apparently, she got your head all messed up now
That's the trickery
she'll wanna have like you know how this lovin' used to be (ah)
I bet she can't do it like me
She'll never be MC, --> mau saya ganti banget jadi She’ll never be FA wkwkww
Dan

I'm just speaking from experience
Nothing can compare to your first true love..

Haha, saya ketawa banget bacanya. Jadi suka malu sendiri. Kadang kalo udah nafsu sama sesuatu alias ngebet banget rasanya pengen banget terus-terusan di sampein :( ditunjukin, I felt it too baby :( .. nanti pas udah selesainya kadang suka ada penyesalan. Tapi, buat saya kali ini.. penyesalan bukan lagi hal yg harus ditutupi. Penyesalan adalah reminder to make our self better, dan dia bukan penyesalan buat saya. Sampai pada akhirnya, misalnya sayapun sudah menikah nantinya bukan sama orangnya. Hehe.

A first love was teach and give you more, than your Science teacher at Junior Hi School :)

So, what I did to you? Was that like MC did to her ex? Oh well, at the point is MC just like ME hahah :D

Kamis, 24 Juni 2010

Because of you

Sayapun belum sempat menuliskan hasrat saya mengenai Solo. Pulang dari sana hati saya dirundung rindu. Saya juga nggak tau bagaimana mendefinisikannya, yang namanya manusia nggak pernah tau jadwal datangnya karma dan anugrah. Saya mengiranya ini adalah bentuk keduanya. Setiap saya ngomong sesuatu, setiap say abaca naskah, nonton internet, atau lagi arisan-Jcool, dan di sesi pemotretan pun saya masih mau dia. Nggak ada alasan. Awalnya.

Kalau saya bertemu sama dia, saya riang lagi riang bukan kepalang. Tapi itu lagi terlalu kalut buat saya menjelasknnya lagi. He’s my last choice, as SNMPTN. They’re my wishes everyday.

Tapi kenyataannya rasa percaya nya tidak mau datang menyambangi saya. Saya mencoba mencari tahu bagaimana dia mengulik hatinya buat saya, merasakan bagaimana kecewanya lebih dari kecewa ditolak universitas, bagaimana dikhianati sama temen calon kost yang sudah punya kost duluan. Dia begitu tau saya. Ya udah saya juga tau dia.

Tapi, kali ini jauh banget. Saya jadi lebih ngerasa semakin dekat sama sejatinya orang-orang menganggap sejati. Baru kali ini saya bisa meneriama hal-hal begitu buruk, His messed life.. I felt those are my life too, I am in them. I messed his life, I ever did it, I had apologized. What’s more? I still wanna him. I don’t wanna he is being as my last chance, I need he’s being my first chance.

Kalau kata pribadi saya, saya hanya merasa kecewa sama apa yang saya dapatkan, dan saya baru punya kesempatan untuk melihat dewa-nya itu orang kepada saya.Kemudian saya pergi jauh, nggak ada teman yg dampingin saya. Kemudian waktu itu saya sedang mendengarkan lagu ERK (oke nggak nyambung). Buat saya eleginya jadi di mana-mana, saya benci menunggu, saya mikirnya dia masih menunggu. Jadi saya sempat berfikir saya harus bergegas menariknya ke hati saya. Saya tau bagaimana rasanya menunggu. Dia yg ngajarin saya ber-dewasa. Dia yg menjadikan saya menjadi saya. Dia hujan di bulan Desember, menetas rindu sebagai sebuah kehidupan yang normal. Akhirnya saya kepadanya.

Saya jadi sempat mikir, kenapa nggak dari dulu? Karena saya nggak tau gimana harus pacaran, gimana saya harus menangisi laki-laki dan hidupnya, bagaimana saya harus menghadapi konflik kepada orang-orang lainnya. Dan karena dia bukan tipe saya. Tapi SAYA BISA SELALU RINDU DIA! BANGSAT!

TAPI ORANG-ORANG GAK TAU. SAYA SUDAH MENDOKTRIN HIDUP SAYA , TIDAK SATUPUN ORANG AKAN MENEBAK SAYA, DAN SEMUA BILANG YANG SALAH, YANG MENYEDIHKAN. Oh okay, you couldn’t guess me, Sir.

Saya harus gimana ini, rasa galau saya oh galau kenapa kau menjadi trending topic di twitter -_-

Saya akan berusaha diam. Okay saya diam. Saya menutup semua lubang-lubang lain, hanya untuk kamu dan Nicholas Saputra. Saya akan pergi jauh dari masa depan, saya mau masa lalu bersama kamu.

e.j.a

Bang Dodai M38

Baru saja saya pulang. Pulang, pulang, pulang.

Well. Ada yang saya dapatkan malam ini. Saya baru saja pulang diantar sama bagian dari kumpulan orang-orang yang saya suka katain “ANJING LOH BANG!” yep.. abang-abang EM-TI, M38. Berangkat saya ketemu, pulang eh bareng dia dianterin. Stop-stop, bukan kayak yang di ftv. Tapi ini lebih mengenai kejernihan hati nan tidak semua orang punya, dan itu hadir di figure orang yang saya suka semprotin, lagi “ANJING LOH BANG”.

Ini mengenai pria-pria yang mencoba mengenal lawan jenisnya. Maksudnya saya gitu. Gatau ya, abangnya pelan-pelan berhasil menanyakan sedikit hidup saya. Tebak karena apa? Bukan karena saya takut, eh takut juga sih. Tapi terlebih adalah karena saya segan, sama abang-abangnya.

M38 itu adalah jiwa yang langka di lajur Bendhil to the Tomang, kalo jalan lelet banget kaya tai, kalo abangnya ngejar setoran bagai anak metal naik jet coaster di jalanan, bikin jantungan ngebutnya! Ee.

Terus tiba-tiba saya dapet abang yang tadi ketemu di pangkalan. Nanyain saya.. saya mesem doang. Eh semua penumpang yang sama saya ternyata langganan dia semua, semuanya akrab banget. Terus abangnya berkesan ramah banget, saya jadi inget Rosulullah SAW, mungkin abangnya dulu anak pengajian kali ya.. jadi dia tuh jualannya jujur gitu, ngejelasin dulu ke pelanggannya tarifnya berapa, terus ngebiarin dikasih seikhlasnya, bahkan abangnya bilang kalo nggak punya duit gak usah bayar, belom lagi.. abangnya kaya bawa anak buah gitu, tapi anak buahnya istimewa.. orang dengan keterbelakangan mental yang udah paruh baya gitu dan susah bicara.. saya sih tau ngangkot duitnya gak seberapa apalagi abangnya juga masih anak buah, eh tapi abangnya sengaja ngajak dan ngongkosin orang itu. Belom lagi, sebenernya abangnya mau pulang, eh karena kasian liat cewek cantik kaya saya (bkakaka) akhirnya dia bela-belain lanjut ke Bendhil. Dan pas saya sendirian, masuklah laki-laki yang saya yakin mau ngejambret saya, good.. abangnya langsung suruh saya maju.. duduk di depan. Aman!

Saya bengong. Abangnya seumuran sepupu saya yang saya sukain. Kasian nggak kuliah, dan nggak mau saya panggil abang, nama keluarganya belakangnya huruf –i semua nama abangnya Dodi apa Jodi gitu.. dan abangnya punya temen udah almarhum dulu sekolah di 35 dan lagi saya mengingatkan dia tentang almarhumah adeknya. Dan lagi, lagi yang dia sampaikan.. “hidup itu nggak selalu di atas dek, roda hidup berputar”.. *breezingmenataplangit

Abangnya seperti tidak rela saya ke Solo, dan dia mengantar saya ke sisi paling aman menuju The Rusun.
Well, so many things in this world that I never thought before, then could happen to my life. Thank you Allah, thank you bang.. *sambilnungguorangbaleswall*

Jumat, 07 Mei 2010

Bagaimana dengan Jafar?

Bagaimana dengan Jafar? Bagaimana dengan anak yatim piatu yang hidupnya di atas MCK dan disorot. Bagaimana dengan saudaramu yang susah untuk kuliah? Bagaimana mereka yang masih saja meminta uang seribu rupiah dan memebersihkan tiap langkahmu? Bagaiman mereka yang tak sedikitpun punya ilmu? Bagaimana mereka yg tidak sedikitpun diberkahi ilmu? Bagaimana mereka yang tidak sedikitpun bernurani? Bagaiman dengan mereka yang belum makan seddikitpun hari ini? Bagaimana dengan mereka yang tidak punya ibu? Bagaimana dengan mereka yang tak bisa membaca?

Hidup macam apa yang kali ini aku jalani. Bagaimana seorang diri mampu menghadapi hidup dalam bayang-bayang kesempurnaan yang selalu ia hadirkan dalam hidupnya. Bagaiman seseorang yang selalu menganggap sahabat yang tiap hari di sampingnya adalah saingannya, bagaimana ia berfikir orang yang mendidiknya akan mengkhianatinya, bagaimana ia merasa bahwa adik kecilnya akan membunuhnya, bagaimana ia berfikir akan menikah dengan abangnya, bagaimana ia merasa bahwa cintanya selalu jauh padahal ada orang di sana berjanji setia? Bagaimana bagaimana?

Bagaimana bisa di puasa pagi ini aku merenung dan begitu merasa kacau? Bagaimana bisa aku baru sadari ketotalitasan adalah kunci dari hidup nan begitu rumit? Bagaimana bisa aku merasa begitu rendah, sangat rendah, lebih rendah dari pelacur kampong, atau lebih malang daripada Jafar nan malang. Bagaimana aku terlalu kurang rasa untuk mengatakan terima kasihTuhan.


astaghfirullah.

Bagaimana mataku bisa sembab tiba-tiba dan berifikir meracau. Hilang dasar kepala dan ideku. Betapa aku kurang bersyukur kepada –Nya.

Ya Allah. Terima kasih karena kau selau menuntunku. Memberikan ayah dan Ibu. Memberikan metlek. Dan latar belakang keluargaku. Terima kasih sudah memberiku hidup, dan segala tetek bengeknya. Tawa hingga air-air mataku. Terima kasih telah member uang jajan pagi ini, terima kasih telah di izinkan melihat Jafar. Terima kasih karena sempat mengingat mereka yang mengecewakanku. Terlebih terima kasih kali ini untuk mengingatkanku kepada Teater 35 belahan jiwa, dan saudara-saudara di sana.

Rabu, 28 April 2010

Aku melihat raungannya.

Ia begitu rapuh, dan berpeluh. Aromanya kubayangkan mentari jatuh padanya, tengik dengan abunya, dan mengibar setiap langkahnya..

Dan petikan suaranya..dan matanya yang tak usai menatapku..lalu dentuman tabuhnya… ia ingin berkuasa di dunia, ia meneriakkan apa yang mau ia curahkan.. ia begitu kuat dengan legam kulitnya..

Dan tubuh ringkihnya, layaknya banci kurus nan rela disodomi tuan-tuan berpunya.. dan mau segalanya. Percayalah padaku, ia tak begitu meyakinkan untuk menjadi seorang laki-laki..

Tapi ia akan selalu dipuja, laki-laki terpuja. Dari senyumnya yang mengiris, menusuk hatiku lekat-lekat, dan tak ingin menjauh dari belaian mata coklatnya..

Ringkiiiiiiih! Bolehkah aku memelukmu, bolehkah aku membelai rambutmu.. bolehkah aku merasakan hasratmu.. bolehkah langitku mencapaimu.. bolehkah kusatukan panggungnya..

Tuan nan kecil, bolehkan?

Jawabnya, tergantung deritamu. Dan aku menjawab lagi, aku ogah menderita.

Kalau begitu sampaikan pada dunia, dan biarkan ceritanya.. biarkan ceritanya sampai pada mimpimu.. biarkan aku jatuh-jatuh.. sekalipun hanya di bayanganmu saat bercermin.

Rabu, 07 April 2010

Ike

“Nggak akan ada yang lebih membahagiakan, selain melihat you kembali, ke! Terimakasih Oren Peli…”

Maret 2010

Rabu, 10 Maret 2010

Dear, Soul Sister

Kalau saya sayang sama seseorang, saya akan berusaha menyayangi selamanya seutuhnya jiwa yang ada, setingginya saya bicara. Sumpah. Saya akan selalu berusaha mempertahankan perasaan yang meng-elegi dan meraih saya untuk terus menghadirkannya.
Kehilangan seseorang itu bukan hal yang mudah bagi saya, saya bisa nangis darah. Apalagi, orang yang benar-benar saya sayang, dan telah memberikan bagian hidupnya buat saya. Ini ceritanya saya lagi cerita mengenai salah satu pria yang saya harapkan.

Coba deh anda bayangkan, apa yang akan ada di benak anda ketika pertama kali melihat ke-tidakwajaran dan anda telah menyadari ke-tidakwajaran tersebut adalah anti-conformitas yang segala masyarakat jelas menolaknya. Dan ketika anda ingin merasa yang sama, anda begitu terhalang karena segala perhatian dan sikap anggun nan memikat anda. Yap, ke-tidakwajaran telah menjadi bagian dari hidup, dia begitu ramah dan lembut bahkan mampu menyaingi anda.

Ke-tidakwajaran telah menjadi bagian dari tawa orang lain yang begitu dirindukan ketika ia menghilang. Ke-tidakwajaran adalah teman saya, adalah bagian dari saya. Sama kaya saya, saya tau Bapak-Ibunya, saya tau ke-tidakwajaran ada bakat untuk menjadi lebih wajar. Saya percaya.

Yang saya nggak percaya, ke-tidakwajaran sudah sampai di sini. Fase yang bikin rasa mual ada di ubun-ubun. Jijik. Termehek-mehek, memble, ke-puan-an sekali. Tapi ke-tidakwajaran merasa pantas, merasa seksi, merasa cantik, merasa sensitive.

Saya suka nyalahin orang, karena saya selalu percaya, yang biasanya orang normal lakukan adalah mayoritas sangat benar. Kalau di antara kita cukup mampu menjalankan segala norma dan nilai yang sudah sejak dulu nenek moyang dari negeri yang saya cintai ini dan telah dijalankan oleh berjuta-juta umat secara turun temurun, dipercaya, dan disetujui agama, kenapa harus cari jalan berbeda dan mendekatkan kiamat ke pada yang lain, hanya untuk sekedar puas mensugestikan diri sendiri dengan yang namanya hubungan sesama adalah lebih baik, atau bercinta dengan sesama jenis melalui kata-kata adalah romantis dan lebih nyaman karena merasa terlindungi. Tidak cukupkah kaum hawa nan mengelilingi? Bukankah kami cukup lembut dan cukup mengayomi? Bukankah setiap puan juga mampu melayani anda dengan segala cara? Bukankah memang sejak dulu Adam hanya terpuaskan dengan hawa?

Hey, kamu kan laki-laki.. (=_=)"

Soalnya ke-tidakwajaran adalah sahabat saya. Saya mau dia jadi biasa. Saya mau dia kembali normal, biar bikin bangga papanya yang setia. Jadi lebih gahar. Dia nggak pantas sedikitpun untuk merasa cantiik atau bersinar, nggak pantas untuk terlihat seksi, nggak pantas dengan suara sok merdu saat membaca nomer 26 soal ekonomi, nggak pantas membisikkan kalimat puitis ke laki-laki yang bergabung di forum homo itu. Ke-tidakwajaran sangat wajar untuk mencoba, dan saya berharap dia kembali.


saya nggak suka lihat seperti ini




Sabtu, 13 Februari 2010

Selamat Senja Tuhan

Selamat senja Tuhan. Hari ini saya bicara sama sahabat saya. Dan kembali saya mendoktrinnya tentang dia. Tetap si dia, dua tahun yang lalu. Sahabat saya yang lain juga bilang, dia yang sudah mati. Menghilang.

Kadang saya terus memaksa diri saya menciptakan alasan, apapun itu tentang dia. Sekalipun cuma ilusi, imaji, bahkan mimpi. Atau sekedar apalah namanya… saya terus meyakinkan diri saya kalau dia tetap masih ada. Tapi semuanya seakan telah menjadi kesatuan yang sulit dipisahkan, dan sangat kompleks. Dan saya masih menerka dan selalu berusaha menciptakan alasan lainnya.

Saya jadi ingat yang selalu menjadi berani di antara kita. Yang menenangkan saya ketika harus remedial KWN lagi, kemudian menjadi sosok yang selalu mengajarkan saya selalu jujur sekalipun sama pahitnya ketika kita berbohong. Lalu, yang mengenalkan ada hal yang indah di dunia ini selain persahabatan; film dan The Sigit, sampai saya terjatuh mencintai salah satunya, sampai saat ini. Ada lagi, tentang semangat belajar karena laskar pelangi, tentang novel-novel keren independent, tentang ANTI-GLOBAL WARMING, tentang Beyonce, tentang mamanya yang kayak ibu peri yang sayang banget sama dia, tentang segala arah yang selalu ia ceritakan dan selalu ingin ia capai.

Tentang mimpi. Tentang bioskop dan studio band yang kita cita-citakan bersama. Tentang nafsu makan yang selalu menyatukan kita semua. Tentang tubuh idealnya. Tentang orang-orang yang sejak dulu juga merindukannya. Tentang puasa sunnah yang selalu ia tawarkan, atau paksaan shalat Zuhur bersama di Musholla. Tentang niat bolosnya yang tidak pernah sekalipun ia laksanakan dengan saya, tentang rokoknya yang terbatas.

Ya Tuhan. Dia menyadari bahwa dia begitu tidak sederhana. Dia perempuan, dan dia sakit. Dia sempat menunjukkan sama saya kalau dia cukup mampu menjadi manusia.
Dan saya tetap nggak mengerti kenapa semudah ini segalanya beralih, imannya, hatinya. Padahal dia hidup sama saya, dan ibu saya tau tentang dia.

Yang selalu saya sesali, kenapa saya nggak sempat bilang “Jangan baca buku dunia Sophie!’ atau sekedar mengingatkan betapa indahnya bersalaman setelah mengucap salam di akhir shalat Zuhur. Kenapa saya nggak sempat bilang jangan mainin Tuhan saya..
Kenapa harus perempuan yang itu. Kenapa harus dia, yang sempat mencerahkan hidup saya dan terjatuh dalam kubangan. Kenapa dia begitu jadi tolol. Dan kenapa harus ada pria yang selalu ia agungkan itu.

Dan, saat ini. Semua orang menganggapnya jauh berbeda dan lebih menyeramkan dari bentuk awalnya. Saya tau dia juga nggak akan peduli. Semua orang bilang dia sudah mati, dimakan tembakau. dan lagi, hanya saya.
Hanya saya yang masih repot menghitung berapa pahalanya yang tersisa. Cuma saya yang nggak bisa menahan rasa sayangnya ke dia seperti orang lain. Cuma saya yang bego dan brengsek yang mikirin dia masih ada.

Cuma gue ma, yang masih yakin lo bisa,dan masih ada ma, masuk UI, dan jadi traveler yang punya anak cantik. Yang nanti makin cantik pake jilbab kalau udah nikah kaya nyokap lo yang ndut’. Jadi sutradara, dan semuanya yang pernah ada di benak kita semua. Cuma gue ma, yang masih repot mikirin gimana ngurangin rokok lo, ngedoktrin orang-orang sekitar lo buat bujuk lo shalat, ngurangin rokok, atau sekedar bujukin pulang. Cuma gue ma, pake cara kotor gini. Gue percaya, sampai kapanpun lo bisa cari gue ma. Gue percaya semua yang akan elo ceritain ke gue.

RIP OUR IKE

Sabtu, 06 Februari 2010

Vespa


"Aku kan nggak bisa naik vespa.. duduknya gimana? Bisa nggak!?

"Bisa.. " ia senyum

Sepenggal kisahku merajut kota bersama vespa.. Berkeliling kota naik vespa, ditiup angin nan meronta.. dan dunia tertawa lalu menjadi begitu klasik. Dengan seragam, aku tertawa menatap bapak tua yang di seberang jalan keheranan menatap kami. Dan suara-suara d’cinnamon galih dan ratna menggema di telinga. Bervespa sama vespa.. haha si Ochan.

Dan dering vespa merajuk, minta dipeluk. Aku teriak minta mati dan berhenti tertawa, sang vespa lagi berhasil merayu tubuhku, bergoyang, bersalsa, menari, dan tidak berhenti. Aku senang melihat sang awan riang, dan ranting pohon berkembang…

Syalala..

Lain kali kita naik vespa lagi ya hahahaahha




Selasa, 02 Februari 2010

Doa dari babang :)

Pil
Sori td.eror.bgt.internet.gw
mkny.gw.off.aj
ksel.bisnya

gw.tw
emg.dy.1st.love.lo
tp
jgn.smp.hal.ini.ngalangin.lo.bwt.ngraih.cita2.lo.y
bwt.ngjr.mimpi2.lo

buka.hati.lo
maka.lo.bkl.nemuin.ghst.rider.lain.yg.bkn.g.mgkin.bsa.jd.jodoh.lo :-)

gw.yakin.lo.bsa



(an sms frm 1of my brothers in the world. Pepi