Kamis, 25 Februari 2010
Mau ulang tahun
Jadi, besok kalau masih YME izinkan. Usia saya ganjil 17
Ada hal-hal yang saya rindu. Kalau di agama nasrani ssemua melakukannya di saat natal atau thanks giving. Kalau saya menjelang 26 Pebruari.
Saya selalu berfikir tiap hari, tapi aktivitas saya yang satu itu tidak selamanya membuat saya jadi lebih baik. Justru terkadangmalah jadi butek.
Oke, saya bertele-tele.
Saya hanya memastikan saya masih hidup. Karena dengan menulis saya tahu betapa saya masih hidup.
Saya banyak membuat daftar permohonan. Tapi jadi lebih terlihat aneh. Setiap hari saya memohon seperti apa yang saya mohon, setiap hari saya berfikir seperti apa yang juga baru saja saya fikirkan.
Jadi, saya masih belum bisa menemukan esensi resmi dari perasaan utuh saya terhadap angka 17 tahun. Mungkin, kalau ibu sudah, tapi saya nggak akan tanya sama dia. Nanti perdebatan akan datang lagi.
Saya berharap datangnya kedewasaan, tapi tiap hari saya berharap saya jadi makin dewasa. Saya mau KTP, saya sudah punya.
Saya berharap segala konformitas itu semakin meningkat nilainya di diri saya. Jadi, tatkala orang mengenal saya sudah menjadi 17 tahun orang-orang akan bicara usianya pas dengan sikapnya.
Saya ingin dapat mengendalikan diri saya lebih baik. Dan saya ingin orang-orang yang saya cintai selalu ada di dekat saya. Saya berharap nggak sentimental lagi.
Okay, saya mikir lagi. Kalau orang mau ulang tahun cenderung bicara mengenai dirinya sendiri. Yah, dialemin aja yah, seperti ibu bilang.
Saya juga berdoa, semoga semuanya jadi bermakna. Tanpa hadiahpun, kalau sudah mau dianggap dewasa harus bisa menerima. Hidup juga udah hadiah. cheers
Ada hal-hal yang saya rindu. Kalau di agama nasrani ssemua melakukannya di saat natal atau thanks giving. Kalau saya menjelang 26 Pebruari.
Saya selalu berfikir tiap hari, tapi aktivitas saya yang satu itu tidak selamanya membuat saya jadi lebih baik. Justru terkadangmalah jadi butek.
Oke, saya bertele-tele.
Saya hanya memastikan saya masih hidup. Karena dengan menulis saya tahu betapa saya masih hidup.
Saya banyak membuat daftar permohonan. Tapi jadi lebih terlihat aneh. Setiap hari saya memohon seperti apa yang saya mohon, setiap hari saya berfikir seperti apa yang juga baru saja saya fikirkan.
Jadi, saya masih belum bisa menemukan esensi resmi dari perasaan utuh saya terhadap angka 17 tahun. Mungkin, kalau ibu sudah, tapi saya nggak akan tanya sama dia. Nanti perdebatan akan datang lagi.
Saya berharap datangnya kedewasaan, tapi tiap hari saya berharap saya jadi makin dewasa. Saya mau KTP, saya sudah punya.
Saya berharap segala konformitas itu semakin meningkat nilainya di diri saya. Jadi, tatkala orang mengenal saya sudah menjadi 17 tahun orang-orang akan bicara usianya pas dengan sikapnya.
Saya ingin dapat mengendalikan diri saya lebih baik. Dan saya ingin orang-orang yang saya cintai selalu ada di dekat saya. Saya berharap nggak sentimental lagi.
Okay, saya mikir lagi. Kalau orang mau ulang tahun cenderung bicara mengenai dirinya sendiri. Yah, dialemin aja yah, seperti ibu bilang.
Saya juga berdoa, semoga semuanya jadi bermakna. Tanpa hadiahpun, kalau sudah mau dianggap dewasa harus bisa menerima. Hidup juga udah hadiah. cheers
Minggu, 21 Februari 2010
Identitas

Dan aktor dalam negri macem Tio Pakusadewo nggak kalah seksi sama Nicholas Cage . semuanya terbukti dalam film yang dirundung galau dan baru saja saya tonton; Identitas.
Kisahnya mengenai dua tokoh utama, Adam dan perempuan tanpa identitas. Adam adalah penjaga kamar mayat, hidupnya dipenuhi dengan segala keabsurdan dan jauh dari kehidupan normal manusia lainnya. Sejak awal ditampilkan kisah Adam dan lingkungannya yang tinggal di gang Mualaf dan hidup sendiri. Adam yang begitu klise dan terlihat seperti pencari Tuhan yang biasanya, tidak beragama, di sini digambarkan sebagai orang yang begitu tertib dan santun.
Kemudian, sampai ia diberikan kesempata untuk berinteraksi secara langsung dengan perempuan tanpa identitas di Rumah Sakit tempatnya bekerja. Perempuan tanpa identitas yang mempekerjakan tubuhnya untuk Bapaknya yang hobi berak’ di kasur. Perempuan yang lebih takut denngan manusia yang hidup ketimbang tidur di depan kamar mayat, yang kemudian memilih untuk bersama Adam di dalam kamar mayat. Dan pertemuan tersebut mengantarkan kedua insane itu untuk saling mengenal, dan perempuan tanpa identitas mencoba menjual tubuhnya, dengan bertelanjang di depan Adam, dan baiknya Adam justru tak sedikitpun menghiraukannya. Adam menyelamatkannya.
Hidup yang galau, dan pelik banyak ditampilkan di sini. Tentang masyarakat pinggiran dan nasib rumah warisan Bapak-Bapaknya mau digusur, dan saat itu calon-calon dari partai yang banyak bicara sedang gencarnya berkompetisi, membuat janji. Salah satunya ASKESKIN. Adam mengusahakannya.. dan ketika tiba waktunya. Perempuan tanpa identitas hilang.
Adam menunggu, meniup harmonica. Dan perempuan itu tak datang. Di televisi dibilang dia mati, dan Adam berjumpa di kamar mayat, tempat mereka pertama tertambat. Bapaknya yang tukang berak hilang ke mana. Dokter yang suka sama pelacur, bilang kalau mayat tanpa identitas itu bukan apa-apa dan tidak patut untuk dipedulikan. Adam jatuh cinta.
Adam jatuh cinta pada perempuan tanpa identitas, perempuan yang ia kagumi, dan begitu mencintai bapaknya. Perempuan nan miris dan mandiri. Ia merenung, dirundung pilu. Ia beri identitas, hawa dan jadi isterinya. Ia bawa pulang mayatnya dan dibakar bersama dirinya.
Identitas, merupakan karya yang fenomenal dan patut untuk dijadikan referensi pilihan untuk hiburan sambil sejenak berfikir. Identitas layaknya sebuah pementasan teater, selalu ada kejutan di setiap alurnya. Ada tokoh-tokoh yang begitu konsisten menjalankan perannya, dan mereka benar-benar tidak biasa.
Sutradaranya begitu kreatif menampilkan maksud dari film ini. Sebegitunya penting identitas nan melekat dalam diri kita (ah jadi inget kan KTP gue masih di kelurahan, grr). Termasuk menyertakan sponsor yang notabene sebenarya amat mengganggu yah.. tapi, untuk kesemuanya there are 4 stars fo this movie. Semoga para sutradara di Indonesia lain dapat mencontoh nasib-nasib independent seperti ini.. menjadikan karya anak bangsa tidak lagi dianggap sebelah mata dan cuma buat cuci mata, liat cewek-cewek pakai bikini dan ngesot-ngesot.
Label:
Pebruari 2010,
SMA,
The Movies
Me too
Sahabatku yang paling cantik tabah banget deh, orang yang dia suka pertama kali di SMA ternyata sahabatnya yang jadi tempat curhatnya selama ini jadian sama laki-laki itu!
dan sahabatku bilang,
CANTIK : Yah, gapape til.. kalo sahabat gue bahagia.. kenapa kaga..
GUA : Biar gua tampol tuh pelacur
CANTIK : Please, no..
dan aku ikut diam. wah kita sama ya.. ya udah deh, aku jua sudah memutuskan harusnya aku jua sudah ikhlas sejak awal. :'D
dan sahabatku bilang,
CANTIK : Yah, gapape til.. kalo sahabat gue bahagia.. kenapa kaga..
GUA : Biar gua tampol tuh pelacur
CANTIK : Please, no..
dan aku ikut diam. wah kita sama ya.. ya udah deh, aku jua sudah memutuskan harusnya aku jua sudah ikhlas sejak awal. :'D
Sabtu, 20 Februari 2010
Kota Tua 20-Pebruari-2010
Selamat malam, hari ini begitu menyenangkan.
Sama teman-teman, sama sahabat, abang-abang kesayangan. Semuanya tertawa, kepanasan, sekaligus capek sama heelsnya; para wanita.
Senang, hujan dan flu mengiringiku menatap letihnya Jakarta di sudut tuanya. Kembali lagi ke masa lalu. Bercinta dengan kenangan nan lampau juga pelik. Mengabadikan sisa-sisa nafasku di SMA, sama teman-teman.
Lagi, galauku menyebut dia. Dia yang nggak ada. Vina juga. Dan mungkin yang lainnya.
Mereka begitu sempurna. Nggak ada lagi waktu untuk sekedar bertanya atau saling jumpa mata. Dia, Salah satu patahan hatiku nan lampau. Dan, lampu jalanan semerbak menebarkan jaringnya untuk terus hidup menyelami malamnya, menangis, dan menyadari sampai hari ini kamu masih sendiri, dan aku memang sendiri.
Abangku sibuk dengan cintanya, dan aku menanyakannya. Aku cukup bertahan terpaku mendengarnya kalau dia begitu sempurna, menjadi seorang pria. Tapi, sayangnya sang puannya begitu’. Abangku diam, mencekam, dan kelam. Tapi di hatinya, cuma ada sang puan.. dia begitu berhasil menjadi seorang pria di usianya yang baru ini, dia sempurna dan setia. Semoga abangku selalu dilimpahkan semua yang benar baik untuknya.
Widya sama ega. Amin
Aku sama siapa?
Abang sama Ari.
Segala tanyaku melayang pada siapa aku merajuk, hatiku menyebut sebuah kata. Kata yang lama dan membuatku buta. Aku bilang, jadinya sama mereka. Yang ada di Kota Tua. Sore ini, dipeluk gerimis nan manis. Mereka yang masih aku harap bertanya, dan meminta padaku. Dan aku melaju, terus menderu.
Sama teman-teman, sama sahabat, abang-abang kesayangan. Semuanya tertawa, kepanasan, sekaligus capek sama heelsnya; para wanita.
Senang, hujan dan flu mengiringiku menatap letihnya Jakarta di sudut tuanya. Kembali lagi ke masa lalu. Bercinta dengan kenangan nan lampau juga pelik. Mengabadikan sisa-sisa nafasku di SMA, sama teman-teman.
Lagi, galauku menyebut dia. Dia yang nggak ada. Vina juga. Dan mungkin yang lainnya.
Mereka begitu sempurna. Nggak ada lagi waktu untuk sekedar bertanya atau saling jumpa mata. Dia, Salah satu patahan hatiku nan lampau. Dan, lampu jalanan semerbak menebarkan jaringnya untuk terus hidup menyelami malamnya, menangis, dan menyadari sampai hari ini kamu masih sendiri, dan aku memang sendiri.
Abangku sibuk dengan cintanya, dan aku menanyakannya. Aku cukup bertahan terpaku mendengarnya kalau dia begitu sempurna, menjadi seorang pria. Tapi, sayangnya sang puannya begitu’. Abangku diam, mencekam, dan kelam. Tapi di hatinya, cuma ada sang puan.. dia begitu berhasil menjadi seorang pria di usianya yang baru ini, dia sempurna dan setia. Semoga abangku selalu dilimpahkan semua yang benar baik untuknya.
Widya sama ega. Amin
Aku sama siapa?
Abang sama Ari.
Segala tanyaku melayang pada siapa aku merajuk, hatiku menyebut sebuah kata. Kata yang lama dan membuatku buta. Aku bilang, jadinya sama mereka. Yang ada di Kota Tua. Sore ini, dipeluk gerimis nan manis. Mereka yang masih aku harap bertanya, dan meminta padaku. Dan aku melaju, terus menderu.
Rabu, 17 Februari 2010
Rasa Syukurku
Ketika kita menjadi manusia, bagian terbaiknya adalah ketika kita sempat bersyukur tentang semua yang Tuhan yang sempat sampaikan ke kita. Ada hal yang selalu tidak sedikitpun dapat kita duga, ada hal yang selalu berhasil IA sembunyikan, sekalipun kita sudah dan akan sepanjang hayat bersamaNYA. Selalu ada yang membuat saya terpekur, dan tak pernah putus mencintaiNYA.
Ada saat ketika kita menjadi sangat terpuruk dan merasa DIA pergi tak bertangggung jawab atas air mata yang kita teteskan, atau sekedar rasa ngilu di ulu hati. Itu Allah SWT Zat yang Maha segalanya. Yang saya cintai, dan tak pernah berhenti mencintai saya.
Selain kedua insan yang begitu indah hadir menghiasi hari saya sejak pertama kali saya melihat dunia, kemudian saya ditemukan dengan orang-orang yang ada di sekitar saya, yang selalu ada untuk sekedar saya peluk dan tangisi, sahabat-sahabat saya. Dan seterusnya, seterusnya.
Alhamdulillah ya Allah, makasih sudah menjaga saya untuk tetap tidak mengetahui kejutannya. Termasuk berbincang di samping ibu itu, dan dibiayai ongkosnya. Bukan, tapi lebih kepada ‘wah saya jadi merasa lebih dekat dan semakin menyesal dulu sempat begitu menyayangi anaknya. Bisa-bisa saya sayang sama semua bagiannya’. Tapi terimakasih. Saya kan sempat bilang semuanya adalah salah satu anugrah terindah yang sempat saya miliki.
Thanks God. ameeen
Ada saat ketika kita menjadi sangat terpuruk dan merasa DIA pergi tak bertangggung jawab atas air mata yang kita teteskan, atau sekedar rasa ngilu di ulu hati. Itu Allah SWT Zat yang Maha segalanya. Yang saya cintai, dan tak pernah berhenti mencintai saya.
Selain kedua insan yang begitu indah hadir menghiasi hari saya sejak pertama kali saya melihat dunia, kemudian saya ditemukan dengan orang-orang yang ada di sekitar saya, yang selalu ada untuk sekedar saya peluk dan tangisi, sahabat-sahabat saya. Dan seterusnya, seterusnya.
Alhamdulillah ya Allah, makasih sudah menjaga saya untuk tetap tidak mengetahui kejutannya. Termasuk berbincang di samping ibu itu, dan dibiayai ongkosnya. Bukan, tapi lebih kepada ‘wah saya jadi merasa lebih dekat dan semakin menyesal dulu sempat begitu menyayangi anaknya. Bisa-bisa saya sayang sama semua bagiannya’. Tapi terimakasih. Saya kan sempat bilang semuanya adalah salah satu anugrah terindah yang sempat saya miliki.
Thanks God. ameeen
ti,
"aku rasa (sepertinya) kamu merasa kehilangan, hey tapi masih ada aku, lupa pada janji yg dulu? aku masih mampu menampung tangis mu, masih mampu membuat lelucon lucu yang membuat kau sedikit tersenyum. Masih mampu menemani mu makan bakso Pak Yudi atau mie yamin Pak Yanto. Meski aku tak bisa selalu bersama kalian. Tapi ya Allah, mengapa luka ku yang belum mengering ini harus ada sahabat ku yang terluka juga. Dan kamu berlebihan. Masih ada banyak yang harus diselesaikan. Kesakitan akan membuat kamu lebih kuat. Kamu harus kuat, mau tidak mau. Aku tau kamu amat mencintai, yang kemudian terpaksa jadi membenci. Aku juga pernah. Tapi aku tak pernah bisa berpihak ti, aku juga sayang mereka, seperti aku sayang kamu. Tapi bukan berarti aku akan diam saja melihat mu begini. Coba kau paksa itu hati mu untuk tidak peduli. Paksa, meski berat, perih dan tidak enak. Cintai semua orang, seakan kamu tidak pernah bisa membencinya. Jalani masa SMA mu, yang tinggal sedikit ini dengan tawa bukan duka. Ayo coba tunjukan bahwa KTP yang sebentar lagi akan jd milik mu itu, bukan hanya simbolisasi. Aku ada jika kau ingin menangis, atau ingin menangis bersama, atau kalau kau letih menangis mari kita tertawa sampai gila seperti dulu, jangan jadi begini ti, aku mau perempuan jalang ku yang dulu kembali tersenyum. Kau boleh tarik rambut ku, meski kadang aku kesal. Asal jangan jadi yang begini, nanti malah aku yang jadi benci. Wake up girl!"
then, ini surat dari salah satu perempuan kesayangan saya.. saya rasa dia yang mulai kehilangan arah. dan setelah saya teladani isinya, saya masih nggak bisa.. saya nggak bisa bermuka dua.. saya nggak bisa pura-pura terbiasa, dan nggak ada apa-apa. tapi saya juga gak punya nafsu buat si sahabat' itu nangis atau kecewa.
jadi saya maunya, biasa aja. kalau saya nggak suka saya akan menunjukkannya sekalipun nggak secara langsung. tapi saya akan bersikap kalo saya nggak suka. saya nggak sanggup jadi munafik lagi. tapi terima kasih banyak, atas perhatiannya.
dan, saya maunya pulang dianterin sampe depan gang sekolah, minimal :(
then, ini surat dari salah satu perempuan kesayangan saya.. saya rasa dia yang mulai kehilangan arah. dan setelah saya teladani isinya, saya masih nggak bisa.. saya nggak bisa bermuka dua.. saya nggak bisa pura-pura terbiasa, dan nggak ada apa-apa. tapi saya juga gak punya nafsu buat si sahabat' itu nangis atau kecewa.
jadi saya maunya, biasa aja. kalau saya nggak suka saya akan menunjukkannya sekalipun nggak secara langsung. tapi saya akan bersikap kalo saya nggak suka. saya nggak sanggup jadi munafik lagi. tapi terima kasih banyak, atas perhatiannya.
dan, saya maunya pulang dianterin sampe depan gang sekolah, minimal :(
Label:
Bestfriends-Things,
Pebruari 2010,
SMA
Selasa, 16 Februari 2010
No Reservation
hey, there is a good movie again for you.. this was awesomee
and especially when you watch it, with your valentine. even it has bein old, 2007 but this movie still succes makin that smile. love :))))
about love, ambition, and the important; foods :D
and especially when you watch it, with your valentine. even it has bein old, 2007 but this movie still succes makin that smile. love :))))
about love, ambition, and the important; foods :D

Label:
Pebruari 2010,
SMA,
The Movies
Sabtu, 13 Februari 2010
Selamat Senja Tuhan
Selamat senja Tuhan. Hari ini saya bicara sama sahabat saya. Dan kembali saya mendoktrinnya tentang dia. Tetap si dia, dua tahun yang lalu. Sahabat saya yang lain juga bilang, dia yang sudah mati. Menghilang.
Kadang saya terus memaksa diri saya menciptakan alasan, apapun itu tentang dia. Sekalipun cuma ilusi, imaji, bahkan mimpi. Atau sekedar apalah namanya… saya terus meyakinkan diri saya kalau dia tetap masih ada. Tapi semuanya seakan telah menjadi kesatuan yang sulit dipisahkan, dan sangat kompleks. Dan saya masih menerka dan selalu berusaha menciptakan alasan lainnya.
Saya jadi ingat yang selalu menjadi berani di antara kita. Yang menenangkan saya ketika harus remedial KWN lagi, kemudian menjadi sosok yang selalu mengajarkan saya selalu jujur sekalipun sama pahitnya ketika kita berbohong. Lalu, yang mengenalkan ada hal yang indah di dunia ini selain persahabatan; film dan The Sigit, sampai saya terjatuh mencintai salah satunya, sampai saat ini. Ada lagi, tentang semangat belajar karena laskar pelangi, tentang novel-novel keren independent, tentang ANTI-GLOBAL WARMING, tentang Beyonce, tentang mamanya yang kayak ibu peri yang sayang banget sama dia, tentang segala arah yang selalu ia ceritakan dan selalu ingin ia capai.
Tentang mimpi. Tentang bioskop dan studio band yang kita cita-citakan bersama. Tentang nafsu makan yang selalu menyatukan kita semua. Tentang tubuh idealnya. Tentang orang-orang yang sejak dulu juga merindukannya. Tentang puasa sunnah yang selalu ia tawarkan, atau paksaan shalat Zuhur bersama di Musholla. Tentang niat bolosnya yang tidak pernah sekalipun ia laksanakan dengan saya, tentang rokoknya yang terbatas.
Ya Tuhan. Dia menyadari bahwa dia begitu tidak sederhana. Dia perempuan, dan dia sakit. Dia sempat menunjukkan sama saya kalau dia cukup mampu menjadi manusia.
Dan saya tetap nggak mengerti kenapa semudah ini segalanya beralih, imannya, hatinya. Padahal dia hidup sama saya, dan ibu saya tau tentang dia.
Yang selalu saya sesali, kenapa saya nggak sempat bilang “Jangan baca buku dunia Sophie!’ atau sekedar mengingatkan betapa indahnya bersalaman setelah mengucap salam di akhir shalat Zuhur. Kenapa saya nggak sempat bilang jangan mainin Tuhan saya..
Kenapa harus perempuan yang itu. Kenapa harus dia, yang sempat mencerahkan hidup saya dan terjatuh dalam kubangan. Kenapa dia begitu jadi tolol. Dan kenapa harus ada pria yang selalu ia agungkan itu.
Dan, saat ini. Semua orang menganggapnya jauh berbeda dan lebih menyeramkan dari bentuk awalnya. Saya tau dia juga nggak akan peduli. Semua orang bilang dia sudah mati, dimakan tembakau. dan lagi, hanya saya.
Hanya saya yang masih repot menghitung berapa pahalanya yang tersisa. Cuma saya yang nggak bisa menahan rasa sayangnya ke dia seperti orang lain. Cuma saya yang bego dan brengsek yang mikirin dia masih ada.
Cuma gue ma, yang masih yakin lo bisa,dan masih ada ma, masuk UI, dan jadi traveler yang punya anak cantik. Yang nanti makin cantik pake jilbab kalau udah nikah kaya nyokap lo yang ndut’. Jadi sutradara, dan semuanya yang pernah ada di benak kita semua. Cuma gue ma, yang masih repot mikirin gimana ngurangin rokok lo, ngedoktrin orang-orang sekitar lo buat bujuk lo shalat, ngurangin rokok, atau sekedar bujukin pulang. Cuma gue ma, pake cara kotor gini. Gue percaya, sampai kapanpun lo bisa cari gue ma. Gue percaya semua yang akan elo ceritain ke gue.
RIP OUR IKE
Kadang saya terus memaksa diri saya menciptakan alasan, apapun itu tentang dia. Sekalipun cuma ilusi, imaji, bahkan mimpi. Atau sekedar apalah namanya… saya terus meyakinkan diri saya kalau dia tetap masih ada. Tapi semuanya seakan telah menjadi kesatuan yang sulit dipisahkan, dan sangat kompleks. Dan saya masih menerka dan selalu berusaha menciptakan alasan lainnya.
Saya jadi ingat yang selalu menjadi berani di antara kita. Yang menenangkan saya ketika harus remedial KWN lagi, kemudian menjadi sosok yang selalu mengajarkan saya selalu jujur sekalipun sama pahitnya ketika kita berbohong. Lalu, yang mengenalkan ada hal yang indah di dunia ini selain persahabatan; film dan The Sigit, sampai saya terjatuh mencintai salah satunya, sampai saat ini. Ada lagi, tentang semangat belajar karena laskar pelangi, tentang novel-novel keren independent, tentang ANTI-GLOBAL WARMING, tentang Beyonce, tentang mamanya yang kayak ibu peri yang sayang banget sama dia, tentang segala arah yang selalu ia ceritakan dan selalu ingin ia capai.
Tentang mimpi. Tentang bioskop dan studio band yang kita cita-citakan bersama. Tentang nafsu makan yang selalu menyatukan kita semua. Tentang tubuh idealnya. Tentang orang-orang yang sejak dulu juga merindukannya. Tentang puasa sunnah yang selalu ia tawarkan, atau paksaan shalat Zuhur bersama di Musholla. Tentang niat bolosnya yang tidak pernah sekalipun ia laksanakan dengan saya, tentang rokoknya yang terbatas.
Ya Tuhan. Dia menyadari bahwa dia begitu tidak sederhana. Dia perempuan, dan dia sakit. Dia sempat menunjukkan sama saya kalau dia cukup mampu menjadi manusia.
Dan saya tetap nggak mengerti kenapa semudah ini segalanya beralih, imannya, hatinya. Padahal dia hidup sama saya, dan ibu saya tau tentang dia.
Yang selalu saya sesali, kenapa saya nggak sempat bilang “Jangan baca buku dunia Sophie!’ atau sekedar mengingatkan betapa indahnya bersalaman setelah mengucap salam di akhir shalat Zuhur. Kenapa saya nggak sempat bilang jangan mainin Tuhan saya..
Kenapa harus perempuan yang itu. Kenapa harus dia, yang sempat mencerahkan hidup saya dan terjatuh dalam kubangan. Kenapa dia begitu jadi tolol. Dan kenapa harus ada pria yang selalu ia agungkan itu.
Dan, saat ini. Semua orang menganggapnya jauh berbeda dan lebih menyeramkan dari bentuk awalnya. Saya tau dia juga nggak akan peduli. Semua orang bilang dia sudah mati, dimakan tembakau. dan lagi, hanya saya.
Hanya saya yang masih repot menghitung berapa pahalanya yang tersisa. Cuma saya yang nggak bisa menahan rasa sayangnya ke dia seperti orang lain. Cuma saya yang bego dan brengsek yang mikirin dia masih ada.
Cuma gue ma, yang masih yakin lo bisa,dan masih ada ma, masuk UI, dan jadi traveler yang punya anak cantik. Yang nanti makin cantik pake jilbab kalau udah nikah kaya nyokap lo yang ndut’. Jadi sutradara, dan semuanya yang pernah ada di benak kita semua. Cuma gue ma, yang masih repot mikirin gimana ngurangin rokok lo, ngedoktrin orang-orang sekitar lo buat bujuk lo shalat, ngurangin rokok, atau sekedar bujukin pulang. Cuma gue ma, pake cara kotor gini. Gue percaya, sampai kapanpun lo bisa cari gue ma. Gue percaya semua yang akan elo ceritain ke gue.
RIP OUR IKE

Label:
Bestfriends-Things,
Pebruari 2010,
SMA,
Subject-
Senin, 08 Februari 2010
Today
Good evening, gua lagi gak laper dan gak sendirian.
Gua cuma sedang ingin mengumbar kebebasan gua. Jadi kembali klasik, dan memiliki batasan, dan yang paling indah adalah bisa melihat diri gua sendiri sebagai sosok yang biasa.
Belajar, jajan, dan pulang sekolah, mampir ke mini market, lalu pulang ke rumah sama sahabat. Jadi sok bijaksana, dan punya mimpi yang sederhana, dan sempat bertanya bukan terus cerita, rindu, sayu, lalu menangis.
Gua merasa ketakaburan gua saat ini yang mampu membangun segala kebobrokan dalam diri gua. Ternyata emang gak ada manusia yang sanggup terus berenang di endapan lumpur di pagi hari, sekalipun lumpur itu katanya bermanfaat dan juga sejuk. Tapi Tuhan tetap Maha Adil, Alhamdulillah.
Gua merasa senang, tanpa harus khawatir sama baju gua yg ini karena terlalu kumel, lupa pake parfum atau losionan, atau cuma sekedar harus panic sendiri karena bad hair day, belom keramas. Poni gue kebelah, jepit pink lupa dicopot. apalah
Gua merasa menemukan hal-hal yang di mulut itu, ketika perlahan menjadi habis, menyurut. Tapi tetap menjadi kenangan bukan kebimbangan lagi. Terimakasih lo!
Baru sehari, biasanya sih gua seenak jidat. Memble, gak konsisten, Ganju. Cuma, gua seneng gua berhasil mendapatkan lagu yang tepat untuk hidup gua saat ini, menyenangkan sekali menemukan nasib yang sama dan menjadi terhibur. Sekaligus promo, Sore - Lihat (males nyari linknya, ngantuk dan belom solat)ga nyambung
Hehe. Yang harus gua lakukan saat ini adalah menyambut Uas, menyiapkan gaya senam teruptodate, dan menyimpan uang arisan dengan bijak. Sip .
Gua cuma sedang ingin mengumbar kebebasan gua. Jadi kembali klasik, dan memiliki batasan, dan yang paling indah adalah bisa melihat diri gua sendiri sebagai sosok yang biasa.
Belajar, jajan, dan pulang sekolah, mampir ke mini market, lalu pulang ke rumah sama sahabat. Jadi sok bijaksana, dan punya mimpi yang sederhana, dan sempat bertanya bukan terus cerita, rindu, sayu, lalu menangis.
Gua merasa ketakaburan gua saat ini yang mampu membangun segala kebobrokan dalam diri gua. Ternyata emang gak ada manusia yang sanggup terus berenang di endapan lumpur di pagi hari, sekalipun lumpur itu katanya bermanfaat dan juga sejuk. Tapi Tuhan tetap Maha Adil, Alhamdulillah.
Gua merasa senang, tanpa harus khawatir sama baju gua yg ini karena terlalu kumel, lupa pake parfum atau losionan, atau cuma sekedar harus panic sendiri karena bad hair day, belom keramas. Poni gue kebelah, jepit pink lupa dicopot. apalah
Gua merasa menemukan hal-hal yang di mulut itu, ketika perlahan menjadi habis, menyurut. Tapi tetap menjadi kenangan bukan kebimbangan lagi. Terimakasih lo!
Baru sehari, biasanya sih gua seenak jidat. Memble, gak konsisten, Ganju. Cuma, gua seneng gua berhasil mendapatkan lagu yang tepat untuk hidup gua saat ini, menyenangkan sekali menemukan nasib yang sama dan menjadi terhibur. Sekaligus promo, Sore - Lihat (males nyari linknya, ngantuk dan belom solat)ga nyambung
Hehe. Yang harus gua lakukan saat ini adalah menyambut Uas, menyiapkan gaya senam teruptodate, dan menyimpan uang arisan dengan bijak. Sip .
Minggu, 07 Februari 2010
penting gak penting yang penting penting banget :D
lagu sore terngiang di ruang-ruang, di antara bantal-bantal saya.. dan saya terpekur
tiupan angin membelai kepala, dan mobilnya masih penuh sesak.. kita menari dan alunan no fruits for today ada di kepala kita.. sepasang mata petani muda menatap heran di pinggiran sawah, menuju alas roban..
lalu melewati semua bersama..
backpaking keliling pulau Jawa. dan tertiup angin di dalam mobil berdua.. syalalala..
->> mimpi orang bego yang setres menjelang UN
tiupan angin membelai kepala, dan mobilnya masih penuh sesak.. kita menari dan alunan no fruits for today ada di kepala kita.. sepasang mata petani muda menatap heran di pinggiran sawah, menuju alas roban..
lalu melewati semua bersama..
backpaking keliling pulau Jawa. dan tertiup angin di dalam mobil berdua.. syalalala..
->> mimpi orang bego yang setres menjelang UN
Julie and Julia
I do love movies.
Sebenernya nggak semua film saya tonton, cuma saya terlanjur tergila-gila sama hal yang sering membuat saya memutar otak saya setelah menengoknya. Saya suka film yang membuat saya berikir setelah saya menontonnya, menilai sesukanya, dan menghubung-hubungkan sendiri dengan hidup saya, apakah film itu cukup memberi imbas ke pada saya, sekalipun hanya dengan membuat saya melupakan kepedihan saya mengingat hal-hal yang gak ngenakin hati.
Baru saja saya menonton Julie and Julia, one of the best movie. Membangun semangat belajar di Minggu pagi.
Selanjutnya, hal-hal yang membuat saya mencintai dunia ini beberapanya adalah makanan dan kalimat. Saya suka menulis dan makan, selebihnya masih banyak. Tapi ke-adiksi-an saya sama hal-hal tersebut sama dengan ke-adiksi-an saya sama Nicholas Saputra, kok.
Setelah saya menonton Julie and Julia, saya melihat begitu banyak kesamaan jalan hidup antara kita. Ceritanya saya membanggakan kesamaan kami berdasarkan apa-apa yang saya lakukan dalam hidup. Saya nggak begitu obsessed, tapi saya suka. Saya merasakan bagaimana saya begitu mencintai makanan, saya tahu bagaimana rasanya menunggu editor melihat tulisan saya, atau bagaimana merasakan keinginan bersama seseorang layaknya dia adalah mentega karena saya rotinya. Pelengkap
Dan perbandingan keduanya, meskipun ceritanya ini terpaut sama cerita nyata dan jadi membuat alurnya terbatas, tapi begitu menyenangkan melihat lagi hal klasik.. kesuksesan sutradara menampilkan yang sudah nggak ada, begitu menyenangkan melihat Paris di jaman 40an, atau New York jaman millennium yang keretanya masih kaya Jakarta-Depok.
Kemudian, para aktrisnya terutama Meryl Streep. Sukses menjadi perempuan bongsor di Paris menjadi idola dan terlihat berbeda yang begitu mencintai suaminya . Begitu juga Julie, yang dengan segala kesederhanaannya hidup di atas toko pizza, dan begitu sempurna hidupnya karena suaminya. Dan kedua perempuan itu begitu handal membuat seekor bebek yang menyeramkan jadi begitu terlihat lezaaaat! I sweaaaaar, they reallllllllllly inspired me.
Julie Powell, penulis yang hebat. Karena hal-hal yang ia tulis sama kaya Trinity yang mengetahuinya, merasakannya sebelumnya. Traveler dan good chef. Mereka masak dan jalan-jalan dulu baru nulis.. kerasa ya strength nya. Haha
Suatu hari saya juga mau kaya Julie Powell, karena gak mungkin juga kaya Julia Childnya kan. Yah punya suami yang baik hati, dan jago masak.. huahahahhah
ini link tentang Julie and Julia :)

Sebenernya nggak semua film saya tonton, cuma saya terlanjur tergila-gila sama hal yang sering membuat saya memutar otak saya setelah menengoknya. Saya suka film yang membuat saya berikir setelah saya menontonnya, menilai sesukanya, dan menghubung-hubungkan sendiri dengan hidup saya, apakah film itu cukup memberi imbas ke pada saya, sekalipun hanya dengan membuat saya melupakan kepedihan saya mengingat hal-hal yang gak ngenakin hati.
Baru saja saya menonton Julie and Julia, one of the best movie. Membangun semangat belajar di Minggu pagi.
Selanjutnya, hal-hal yang membuat saya mencintai dunia ini beberapanya adalah makanan dan kalimat. Saya suka menulis dan makan, selebihnya masih banyak. Tapi ke-adiksi-an saya sama hal-hal tersebut sama dengan ke-adiksi-an saya sama Nicholas Saputra, kok.
Setelah saya menonton Julie and Julia, saya melihat begitu banyak kesamaan jalan hidup antara kita. Ceritanya saya membanggakan kesamaan kami berdasarkan apa-apa yang saya lakukan dalam hidup. Saya nggak begitu obsessed, tapi saya suka. Saya merasakan bagaimana saya begitu mencintai makanan, saya tahu bagaimana rasanya menunggu editor melihat tulisan saya, atau bagaimana merasakan keinginan bersama seseorang layaknya dia adalah mentega karena saya rotinya. Pelengkap
Dan perbandingan keduanya, meskipun ceritanya ini terpaut sama cerita nyata dan jadi membuat alurnya terbatas, tapi begitu menyenangkan melihat lagi hal klasik.. kesuksesan sutradara menampilkan yang sudah nggak ada, begitu menyenangkan melihat Paris di jaman 40an, atau New York jaman millennium yang keretanya masih kaya Jakarta-Depok.
Kemudian, para aktrisnya terutama Meryl Streep. Sukses menjadi perempuan bongsor di Paris menjadi idola dan terlihat berbeda yang begitu mencintai suaminya . Begitu juga Julie, yang dengan segala kesederhanaannya hidup di atas toko pizza, dan begitu sempurna hidupnya karena suaminya. Dan kedua perempuan itu begitu handal membuat seekor bebek yang menyeramkan jadi begitu terlihat lezaaaat! I sweaaaaar, they reallllllllllly inspired me.
Julie Powell, penulis yang hebat. Karena hal-hal yang ia tulis sama kaya Trinity yang mengetahuinya, merasakannya sebelumnya. Traveler dan good chef. Mereka masak dan jalan-jalan dulu baru nulis.. kerasa ya strength nya. Haha
Suatu hari saya juga mau kaya Julie Powell, karena gak mungkin juga kaya Julia Childnya kan. Yah punya suami yang baik hati, dan jago masak.. huahahahhah
ini link tentang Julie and Julia :)

Sabtu, 06 Februari 2010
Vespa
"Aku kan nggak bisa naik vespa.. duduknya gimana? Bisa nggak!?
"Bisa.. " ia senyum
Sepenggal kisahku merajut kota bersama vespa.. Berkeliling kota naik vespa, ditiup angin nan meronta.. dan dunia tertawa lalu menjadi begitu klasik. Dengan seragam, aku tertawa menatap bapak tua yang di seberang jalan keheranan menatap kami. Dan suara-suara d’cinnamon galih dan ratna menggema di telinga. Bervespa sama vespa.. haha si Ochan.
Dan dering vespa merajuk, minta dipeluk. Aku teriak minta mati dan berhenti tertawa, sang vespa lagi berhasil merayu tubuhku, bergoyang, bersalsa, menari, dan tidak berhenti. Aku senang melihat sang awan riang, dan ranting pohon berkembang…
Syalala..
Lain kali kita naik vespa lagi ya hahahaahha

Kamis, 04 Februari 2010
Malu, Bisu, Untukmu.. puas?
"There, nggak ada yang salah, ataupun disalahkan. Aku kian merasa ini semua hanya mengenai sebuah komplikasi yang tidak berujung maknanya.
Bukankah kita semua anak-anak. Bukankah nantinya aku juga mati menyusul kau. atau, bukankah juga, aku akan tetap sama.
Jangan mengemis maaf, seperti daun yang memohon kembali pada rantingnya. Semua aku lakukan, dan sia-sia tampaknya. Dia tetap sok kuat di hadapanku, nan merenyuh. Berkeluh, peluh.
Dan, melihat tangisannya. Aku diam, dan berkaca. Jika saja aku memaafkan, nanti apa kata Tuhan. Aku enggan. Jadi, biarkan aku bergelut dalam egoku, menunggu waktu agar kita bertemu.. dan melepas rindu. Sekalipun, tiada lagi pelukan rembulan yang kita nanti malam itu, atau cumbuan di hari ulang tahunmu. Tidak sepert dulu, aku tetap akan selalu ada padamu, di sampingmu. menunggu.
Pada hari itu, dan sampai kapanpun itu.
Jadi, biarkan aku. masih biarkan aku. aku dan kemenanganmu.
Aku yang melayu, dan mendayu..
Untukmu. Puas?"
Tentang Meminta
Seperti ada hal yang memelukku, namun enggan ia sampaikan bagaimana seharsnya ia memelukku. Dari samping, atau depan, atau bahkan ia merangkul pinggangku dari belakang.
Layaknya, angin yang selalu meniupku. Di senja ataupun saat dini hari. Ia selal ada, menghelaku, dan menjagaku, sekaligus menghidupiku.
Namun, adalah hidup. Namanya hidup. Dan aku termenung meratapinya. Aku ber Tuhan. Dan aku masih mengimaniNYA.
Aku berkaca, dan menatapi pantulan tubuhku di atasnya. Aku merenung, mencinta di galaunya hati.
Aku tau bagaimana kam membunuhku, dan aku terkapar menyela.. dan darahku kau langkahi. Pergi, mengambilnya. Dan meninggalkan mayatku.
Di selubung biru, yang enggan diaku. Aku tau bagaimana dibaliknya, warna merahnya. Dan membeku, aku masih tau. Dan harus kau tau, aku usai menyerahkannya kepadamu, dibalik mayatku yang masih membeku.
Aku mencari celah, merasuki hatiku perlahan, dan mengerti segala maumu. Iya, tapi aku pinta bunuh aku perlahan saja. Aku enggan menangisinya.
Dan kesalahanku, tak aka nada di semua. Hanya bagaimana bercinta pada masa-masa akhir kita. Dan yang harus teringat sepanjang masa, harusnya kau hargai sedikit saja rasa bisu ini. Yang merajuk ke kalian. Sore itu.
Layaknya, angin yang selalu meniupku. Di senja ataupun saat dini hari. Ia selal ada, menghelaku, dan menjagaku, sekaligus menghidupiku.
Namun, adalah hidup. Namanya hidup. Dan aku termenung meratapinya. Aku ber Tuhan. Dan aku masih mengimaniNYA.
Aku berkaca, dan menatapi pantulan tubuhku di atasnya. Aku merenung, mencinta di galaunya hati.
..Aku tahu siapa aku sebenarnya, aku hanya seorang manusia belaka..
Aku tau bagaimana kam membunuhku, dan aku terkapar menyela.. dan darahku kau langkahi. Pergi, mengambilnya. Dan meninggalkan mayatku.
Di selubung biru, yang enggan diaku. Aku tau bagaimana dibaliknya, warna merahnya. Dan membeku, aku masih tau. Dan harus kau tau, aku usai menyerahkannya kepadamu, dibalik mayatku yang masih membeku.
Aku mencari celah, merasuki hatiku perlahan, dan mengerti segala maumu. Iya, tapi aku pinta bunuh aku perlahan saja. Aku enggan menangisinya.
Dan kesalahanku, tak aka nada di semua. Hanya bagaimana bercinta pada masa-masa akhir kita. Dan yang harus teringat sepanjang masa, harusnya kau hargai sedikit saja rasa bisu ini. Yang merajuk ke kalian. Sore itu.
Selasa, 02 Februari 2010
Doa dari babang :)
Pil
Sori td.eror.bgt.internet.gw
mkny.gw.off.aj
ksel.bisnya
gw.tw
emg.dy.1st.love.lo
tp
jgn.smp.hal.ini.ngalangin.lo.bwt.ngraih.cita2.lo.y
bwt.ngjr.mimpi2.lo
buka.hati.lo
maka.lo.bkl.nemuin.ghst.rider.lain.yg.bkn.g.mgkin.bsa.jd.jodoh.lo :-)
gw.yakin.lo.bsa
(an sms frm 1of my brothers in the world. Pepi
Sori td.eror.bgt.internet.gw
mkny.gw.off.aj
ksel.bisnya
gw.tw
emg.dy.1st.love.lo
tp
jgn.smp.hal.ini.ngalangin.lo.bwt.ngraih.cita2.lo.y
bwt.ngjr.mimpi2.lo
buka.hati.lo
maka.lo.bkl.nemuin.ghst.rider.lain.yg.bkn.g.mgkin.bsa.jd.jodoh.lo :-)
gw.yakin.lo.bsa
(an sms frm 1of my brothers in the world. Pepi
Langganan:
Postingan (Atom)