Kamis, 18 November 2010

home

Home. Rasanya tenang banget hati saya.

Tuhan itu maha adil, see.. banyak banget yang saya dapetin. Khususnya ketika saya di rumah. Kemarin, saya males pulang. Saya takut uang 4 juta yang abis bikin saya abis-abisan diomelin, didamprat, diusir ke Solo selama-lamanya. Saya males, saya males pulang ke Tangerang, jauh. Saya males pulang ke Bendhil, sumpek. Saya males berbasa-basi sama tetangga, kenapa saya pulang, saya males nerima omongan dan pandangan orang-orang mengenai saya kalo mereka liat saya lagi. Saya males, pasti ada memori yang keulang. Saya males pulang, bawa ini itu. Saya males Ibu nanti pasti ribet bawain saya ini itu, jangan sampe aja saya dibawain mesin cuci sama kompor gas (rencana terakhirnya, dia bilang mau bawain saya kompor listrik, biar saya gak repot lagi masak dan bergemul dengan tetangga saya yang rada psiko -_-). Saya males, pasti diomelin deh kalo tidur siang, pasti sama aja kaya dulu ngga boleh keluar malem-malem, pasti diteror lewat telpon deh.. ah pokoknya saya males, mana pas saya mau pulang, saya lagi masa sayang banget sama kelas saya komunikasi B.

WELL, BUT FINALLY I WAS ARRIVE AT HOME. THEY GAVE ME A BIG HUG. A BIG WORRY, I HUNG UP THEIR PHONES AT THAT DAY. I PANIC, HOW I WOULD BE HOME WITH ECONOMY TRAIN AFTER ARLAND AND ICHSAN LEFT ME. I WAS ALONE, WATCH THE TRAIN THROUGH THE CITY. JAKARTA.

Aku pulang. Ayah kangen, dan nggak aku pungkiri aku kangen Ibu sama Ayah. Yah awalnya dibuat-buat ternyata kangen beneran. Kangen sama malaikat-malaikat jahanam saya PIENCE, kangen sama hidup saya di Jakarta. Kangen sama Metlek, akhirnya kan dek kakak kangen sama kamu.

Saya pulang, dengan kembali ke rutinitas. Kali ini Ibu sama Ayah jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih manjain saya. Biasanya saya di kosan melakukan semua hal sendiri, merasa nggak berguna sendiri, bergalau ria dan memikirkan sesuatu sendiri, semua sendiri. Tapi kali ini, saya pulang.. saya pulang dengan begitu perasaan yang membiru dan begitu cerah meriah gemaripah di hati saya. kali ini saya sadar, ketika saya melihat mereka, saya sekarang begitu mengerti mengapa saya hidup, saya untuk mereka. Orang-orang rumah yang begitu mengharapkan saya, dan saya rindukan. Keluarga saya, sahabat saya, dan orang-orang Jakarta. Berapa lama saya pergi? Sampahmu masih membiru, Jakarta! Kalimati semakin gersang, dan mobil-mobil merindukan saya, tukang ojek langganan menggigit bibir menatap saya kelu penuh haru. “Saya ngga ke tiga lima lagi, bang..” dia jawab.. “lagi libur ya pen?” uh, nama saya jelek banget, mana sama-sama budek lagi. bah.

Hari ini, pagi kedua saya di Jakarta. Saya masih gembira, dan akan gembira selamanya. Umh oke Surakarta masih ada, dia menagih janji, janji makalah! aaaaaaa

Nangis kejer pertama di Solo

Hidup itu membutuhkan warna. Warna itu membutuhkan tempat. Seperti saya yang butuh kamu dan kalian.

Saya rasa, kita sudah semakin dewasa, seperti nyonya bumi yang semakin tua. Saya membaca hatinya, dan saya tau bagaimana nyatanya, karena itu saya menangis. Saya terlalu rancu untuk bicara, saya terlalu enggan untuk bilang iya.

Tenang ya, saya ngga akan seperti dulu. Saya berusaha jadi tenang dan tetap senang. Semuanya masih terkendali, sekalipun sesunggukan saya menghasilkan cairan indah di hidung tanpa kendali malam itu. Saya menjadi munafik, karena saya tau bagaimana rasanya. Saya mencoba tau, saya tetap menjaga perasaan. Saya nggak berniat pergi, tapi saya akan tetap pergi, karena saya terbawa, hilang, dan tetap ingin hilang. Saya terlanjur bingung sama keadaannya.

Kehidupan orang dewasa bukan lagi terlanjur dicap sebagai dramatisasi paling menyedihkan, tapi nyatanya memang penuh drama tanpa sentuhan apapun yang mampu mengalihkannya. Kehidupan orang dewasa, saya rasa saya telah mencapainya. Ada hal-hal yang harus saya bicarakan dan ada yang harus tetap saya rahasiakan. Bukankah saya sejak dulu ingin disebut sebagai orang dewasa, terlepas semuanya yang menyebut sifat kekanak-kanakan saya adalah abadi, atau siapapun memanggil saya bocah?

Terima kasih, kepada sahabat-sahabat yang menenangkan saya malam itu.

post it

Halo fenti,

Fenti yang sedang terpaku dan terpaksa dipertemukan kembali padaku. Cermin pagimu saat itu. Pelukan sesunggukanmu.

Halo fenti yang baru.

Fenti yang beranjak dewasa, mahasiswi dengan kemeja merah mudanya. Yang pandai melihat bayangan lesunya. Merana-rana payau, dan gemilau. Rasanya seperti Shayou. Manis dan asin.

Halo fenti,

Masih ingat dengan cinta pertamamu? Wah sayangnya kamu tidak punya. Ingat ada apa di balik panggung siang itu. Gemuruh dadamu yang merindu padanya. Ingat sesuatu yang memelukmu di saat kau jatuh terhuyung lalu mati terhampar angin? Ingat dia tidak mencintai wanita? Atau Dia yg bertanya pada halayak .. “adakah yang bisa mencintaiku apa adanya tanpa melihat rupanya aku dan betapa tinggi tubuhku yang tak akan sedikitpun sudi menyentuhmu yang di bawah sana?” Padahal ada kau di hadapannya menantinya seperti menanti hujan di ujung Juli.

Halo fenti,

Tidakkah aku cukup mengenal kepayahanmu? Tidakkah kau cukup seperti pendeta? Mengagungkan hatimu sendiri di hadapan Yang Punya Kuasa, Tuhan?

Sudah, hentikan tangismu. Itu pertanda jatuh cinta, tenangkan hatimu, atau buang selamanya. Jangan mengulangi mimpi buruk di ladang gulma sore hari itu.. bukankah bernyanyi seperti ini sudah lama kau rindukan, melebihi siapapun yang kau rindukan saat ini. Sudah, jangan ciptakan lagi Tuan Elegi..


“Aku bilang, siapa yang akan mendukungku?”

“Tuhanmu, Ibumu, Ibu jarimu ..”

Waktu Ibu ulang tahun 10-10-10

Pr makalah akhir-akhir ini menumpuk sekalilililili…

Rasanya sudah begitu lama saya hengkang dari dunia per-SD-an, tapi ternyata yang namanya pilihan itu memang tidak dapat diduga. Saya merasa saya dilahirkan untuk dunia yang satu ini, dunia perkuliahan yang hanya mengandalkan nalar kita bisa pertahankan keeksitensian diri. But! Perkuliahan masih penuh sama yang namanya pr, dan pr punya tenggat waktu yang tidak menyenangkan. Sejujurnya saya nggak mau dapet nilan C, jadi apa boleh buat saya akan berusaha, paling tidak membuat barisan paragraph dulu pernah menjadi hal kesukaan saya. semangat!

Hari ini ibu saya ulang yahun, saya ngak pernah ingat betul berapa tepatnya usia beliau. Padahal dia selalu gembar-gembor ke saya dia lahir tahun sekian bulan sekian hari sekian, bahkan shionya, sampe jamnya waktu Mbah saya melahirkan dia. Hubungan saya sama Ibu saya itu kontras banget, saya nggak bisa juga sih kaya anak-anak lainnya yang mendewakan mamanya, yang keliatan begitu ada jarak dan batas. Saya seperti sudah kehabisan palang untuk membatasi hubungan antara ibu dan anak, dia segala-galanya buat saya. Sekalipun saya pernah ‘nangis-dayak’ karena dipukulin sama dia, atau saya pernah berencana kabur atau bunuh diri sekalipun pas zaman SMA –zaman perlabilan- , Ibu adalah segala hal yang paling mengerti saya, Ibu adalah orang yang paling saya harapkan, tujukan, butuhkan, inginkan di dunia ini. Ibu adalah hal paling kolot sedunia, Ibu adalah koki terhebat sedunia, Ibu adalah manusia yang segalanya paham mengenai masa lalu saya, saat ini, bahkan nanti. Ibu adalah orang yang selalu memaafkan saya. ibu adalah orang yang sama persis seperti saya. ibu adalah orang yang paling menjengkelkan sedunia, Ibu adalah orang yang nggak pernah berhenti bicara mengenai saya. Ibu adalah mengenai segalanya tentang saya. saya benci Ibu dan sekaligus sangat mencintainya.

Ibu adalah orang sederhana dengan segala semangat hidup dan cintanya buat saya. dia adalah Ibu yang biasa, Ibu yang selalu berusaha bisa untuk anaknya, Ibu yang pelit, Ibu yang dermawan, Ibu yang bisa peran apa saja. Aktris terbaik di panggung besar ini. Saya nggak pernah membutuhkan dia untuk bermain fesbuk atau rajin membalas sms saya, itu menguntungkan, perannya menjadi Ibu tampak sempurna di bagian itu. Dia Ibu yang tidak mendidik anaknya di pergolakan zaman, Dia mendidik anaknya sebagaimana anaka di pangkuan Ibu, dia meluruskan jalan.. tidak menjadikannya terputus dan menangis lagi.

Dia berikan segalanya buat saya, kuliah di luar kota sampai blackberry. Dia selalu ingin saya tidak seperti dia, dia selalu ingin saya menjadi harapannya, dia selalu ingin saya punya pacar orang cina (oke yg satu ini dia sudah luluh kalo nanti saya punya pacar suku manapun) , dia selalu ingin saya menjadi anak perempuan seutuhnya, dia tidak pernah suka saya memakai gelang, pulang malam, merokok berlebihan, atau bermalasan untuk sisiran. Saya sudah berusaha untuk menjadi seperti yg dia inginkan dan kesemuanya membutuhkan proses. Liat aja nanti saya jadi cewe paling kece sedunia yang paling feminim.

“Terima kasih Ibuku sayang, Ibu yang selalu mengajarkan dunia yang sederhana itu menyenangkan,selamat ulang tahun kepada orang yang paling aku sayangi di seluruh jagad raya ini.. maaf aku nggak angkat sampai ke-21 telfon dari kemarin, dan nggak di sana hari ini.. semoga suka kuenya.. ti amo ma!”

Jumat, 12 November 2010

cin(T)a





Maaf Re-Post. I do really love this movie, then after watched it I felt I forever want to share :D

Bukan, bukan karena saya tergila-gila sama musik yang sekarang lagi hebring dengan lirik ejaan. Tapi saya emang dari dulu ngebet mau liat itu film. Guys, angkat topi ya saya buat movie-makersnya. Film ini “gue banget”.

Saya dulu juga pernah punya cinta beda agama. Seperti yang ada di film ini, pada akhirnya jadinya cuma sahabatan. Saya pernah merasakan galaunya film ini. Film yang berlatar belakang konflik-tak-pernah-mati yang tumbuh subur di Negara kita. Lihat, ini juga bagian dari kultur, sama seperti feodalisme kemarin. Konflik agama adalah bagian dari Indonesia yang tak terpisahkan, sekalipun katanya kita yang Bhineka Tunggal Ika dan kuat toleransi, tapi taukah semuanya kalau konflik seperti itu tidak akan hilang selamanya (mungkin).

Masalahnya ini bukan hanya sekedar konflik perbedaan, di KTP kamu agamanya Kristen, dan di KTP saya agamanya tertulis Islam. Tapi ini mengenai ketika saya suka sama kamu dan begitu juga kamu pada saya. Saya pernah teruus-terusin mikirin bagaimana jalan keluarnya, harusnya.

Begitu juga Annisa dan Cina, tapi untungnya karena mereka jauh lebih pintar dan dewasa ketimbang saya, jadi pada akhirnya dengan idealism setinggi langit, dan hati yang terlatih mereka mampu mengatasinya. Mampu mengatasi bahwa kamu Kristen dan saya Islam. Kamu Cina dan saya Jawa.

Dalam film ini, cukup banyak lukisan-lukisan keabsurditasan hati. Yep, galau.. galau men. Hatinya orang-orang yang lagi galau, bagusnya minta ampun ditampilin sama director of photographnya, ya sutradaranya juga. Yang saya kagumi, hanya melalui scene-scene dengan hanya 2 pemain utama, film ini mampu memberikan lebih dari yang saya kira. Ya saya tau, film yang bukan hanya sekedar hiburan ada aktor tampannya, jauh lebih bermutu kan? Oke saya juga suka sama Kokoh-Kokohnya. -_- tapi yang lebih penting saya sangat mengagumi film Indonesia yg macem begini; hasil karya orang-orang yang bukan hanya sekedar ingin menjadikan Indonesia menjadi berwawasan dunia dengan menjadikan slapstick misteri sebagai tema utama. Tapi masih ada yang mendidik moral, dan mengenalkan musik-musik indie sekaligus kaya begini, yang iramanya agak aneh dan menyuram tapi menggetarkan jiwa.

Mereka jauh lebih CIN(T)A Tuhannya. Ya, ada dialog.. pertanyaan yang sudah saya pernah dengar “Mengapa kalau Tuhan mau disembah dengan satu cara, manusia harus diciptakan berbeda-beda?”

Saya rasa itu adalah bagian dari rencana Tuhan, ya saya setuju Tuhan adalah Arsitek hati dan hidup yang paling baik, yang paling sempurna. Saya jauh lebih mencintai Tuhan saya, kalau saya dibiarkan kembali bertemu sama kamu yang mengajak saya berdoa menurut kepercayaan kamu, saya akan menganggapnya itu jua adalah rancangan Tuhan, tapi kita tidak akan bersatu, tidak akan berubah, tidak akan ada benda yang berganti sebelum benda yang satunya berganti, tidak sebelum kau juga CIN(T)A Tuhanku, ALLAH SWT. Pernah dengar kan, cinta? saya tidak akan merubahnya, dan memikirkan kembali di mana letak ujungnya. Terima kasih Tuan- tuan film, kalian sudah mengembalikan saya.

Kamis, 16 September 2010

Holly- days

These are called as a truly holiday!
When you are in the car, you’ll call it as your house
Your cloths and towel hang in everywhere..
And, when the sun and it’s pals go in..
Make you in love with Mr. sweat..


You see your parents in a fight..
And you just talk with the window..
And it cheat you with the light that means it can’t protect you.
Where’s the true pal?
You out. And find the closet..


Poop out!
You just sleep and hug the pillow for a lot.
You eat, you beat, you drink..
Your mouth such as a fucking machine on your body..
And give more cholesterol..
You do..


One, the jungle. The place that no other care with you..
No place to watch Nicholas Saputra
The place give you humanity, and makes you being a real human.
Needa life.
Two, the street.. rest area.. repair you as a human..
Three, you get lot of laugh with your fucking family..
And you just want to roll on the floor,
then think about forever always live the fucking world only with them..
You are in love.
Four, a thousand star-wars stay in your hometown’s sky.
Get you know, get you believe
That heaven always be there..
Makes you be more grateful live here..
Five, the river with its huge-rocks.. and live with all ground, jungle beside it..


You get more..
When you’re in a holiday..
When touring the central Java to the east..
When ied come, when the fasting-time over..
You get life, you get more life..

Rabu, 15 September 2010

Post It!

Sudah sekian lama semenjak saya lahir, saya baru mengerti mengapa saya begitu tolol.


Entah kenapa saya begitu ingin menuliskan ini..


Ini berarti saya belum begitu pintar menjadi seorang mahasiswa.


Lantas apa?

Saya harus memperbaikinya!

Saya tidak lagi harus beradu pada imajinasi, dan memutar jalan pikiran yang menjadi begitu tabu. Tidak ada seorangpun yang tahu. Padahal, saya menyampaikan sesuatu selama ini. Dan tololnya, tidak semua yang saya sampaikan benar-benar utuh tujuannya pada sebuah makna. Kesannya Ambigu. Saya sendiri tidak begitu tahu!

Menjadi mahasiswa harus lebih rasional. Biar terkesan pintar dan idealis. Bicara harus dengan alur dan dicerna perlahan. Berpikir logis, menggunakan perasaan jauh lebih penting. Biar tidak sekedar mendapat peran dalam interaksi, tapi juga mengontrolnya dengan baik, sehingga interaksi tersebut produktif dan efisien.

Menjadi mahasiswa saat ini tidaklagi harus terburu-buru, berpikirlah sesuka hati, hidup juga sesuka hati. Harus memiliki garis sendiri, garis penentu apakah itu cukup atau berlebih. Apakah A atau justru mendapat C nantinya. Mahasiswa harus punya batas, dan tujuan!

Perlahan saja. Semuanya akan bersedia menunggu. Bumi dan langit bersedia sama seperti dulu. Diam, dan menunggu. Mahasiswa lulus akan ditunggu. Mahasiswa yang memiliki target dan kualitas, bukan sekedar menunjukkan hal-hal yang justru tidak pantas! Bukan, bukan niat lulus terlambat, target semoga tetap 3,5 tahun!

Hal-hal yang dipikirkan harus menggunakan logis, dan ilmiah. Itulah sebabnya nanti kita akan memiliki peran lebih di masyarakat sebagai orang yang memiliki ilmu dan peradaban yang lebih di dalam diri. Jangan terlalu banyak mengumbar imajinasimu, Fenti Anasari! Jangan lagi acuh pada kalimatmu! Kalimatmu rancu!

Mari kita mengenal bangku kuliah. Se-brengsekbajingan-apapun kalimat soal-soal ujian nantinya. Bukankah itu memerluakan sebuah keahlian? Mari mengasahnya bukan lagi untuk memuaskanmu merajuk seseorang dan hanya menangisinya lewat paragraf.. tapi buktikan kalau tugas komposisi ini akan merubah semangat-hidup jadi lebih baik.

Bulan ini harus hidup sesuai jatah. Bulan ini ilmu saya harus bertambah. Bulan ini panggung tidak lagi boleh merubah nafsu-akademis saya. bulan ini sedikit saja hura-hura. Bulan ini belajar naik motor atau mobil.. bulan ini hal-hal yang dinafsuin harus terpenuhi. Bulan ini duit harus sisa buat treatment jerawat bangsat.. bulan ini harus berenang.. bulan ini harus punya agenda.. bulan ini harus lebih baik. Amin.

Minggu, 05 September 2010

Event Terakhir, with beloved class B

Hello, gudnite.

I passed today with smile. I don’t know really yet, if this gonna be something fun like I found before or not. Yeap, now I know.. umh not at all. But I think, my classmates are classic lovely mates will be. They are so humble, and fun. And respected me as someone different. Oh, well that’s not important, but I felt this gonna be alrite. Cs I found normally people here, there are many my friends there, that remember their Godness. Aha! Finally.

You know, break-fasting-together is a fun thing. You can see how he/she eats, laugh, smile, hands, and more. It was totally fun, and I was not being the one that be the speaker-girl, more. Aaaaaaaaaaaaaaiiiii hope we are friends forever guys, spend our lil’ time together til’ our togetherness-graduation! :D

By the way, I start to miss you more my Eja.. :p

Best fuckin Pals :*

“Aku ingat, Bu. Dina ingat pesan Ibu. Tidak peduli dibilang manja dan pengaduan, aku ingat waktu bercerita di hadapan Ibu.. aku ingat bagaimana sangaunya tangisku.”

Saya jadi ingat bagaimana rupa sahabat-sahabat saya. Di Jakarta. Saya pikir saya sudah menemukan pengganti mereka di sini. Saling ngejagain, di unexpected city ini. Saya pikir, dan saya terus berpikir..

Saya nggak niat ngomongin dari belakang atau apa. Saya sudah pernah ditunjuk sebagai orang munafik, karena dianggap ngomong belakang. Padahal semua tahu ini namanya diarytronic, you called as Blog. Anggap saja saya masih curhat. Dan, dulu rasanya kecewa banget, karena dulu saya selalu menganggap saya sayang banget sama dia. Tapi, sahabatnya ternyata sama kaya yg sekarang. Saya ternyata lebih cenderung menjaga perasaannya, ketimbang peran sebagai sesama teman yg harusnya saling menjaga perasaannya. Saya ini gampang sayang sama orang. Kalau saya peduli, selamanya saya peduli. Nggak bisa bohong kalau saya bilang, saya sudah melupakannya. Buat saya, sedikit yg kamu tunjukkan ke pada saya, selamanya saya mau tunjukkan semuanya untuk kamu.

Tapi saya sudah dewasa. Datangnya masalah seperti ini saya mulai nanggepinnya lazim dan umum terjadi. Saya mau berhati-hati. Toh, tidak semuanya harus menjadi sahabat. Saya selalu percaya sama feeling saya, saya mencoba percaya sama diri saya. Kata Mbak Kos kesayangan saya; “Temen itu kalo diajakin seneng mah,buanyak dek.. tapi coba kalo kita susah.. ada yg peduli?”. Well, nggak semuanya baik untuk saya.

Kalo sudah datang masalah, itu adalah tanda kalo apa yg kita jalani ini akan lebih spesifik. Entah menjadi semakin sayang, atau emang kita ditakdirin pisah. Kaya orang pacaran aja. Nyatanya kedewasaan itu timbulnya susah sekali saat dalam perkara. Jadi, mari kita serahkan sekarang semuanya, pada nurani. Saya percaya, suatu hari nanti kedewasaan yg terlambat itu akan membawa penyesalan mengenai yg kejadian akhir-akhir ini. Jadi, jangan ditunggu

Saya nggak ikut-ikutan kok. Rasanya, saya memang mulai sayang sama kamu, kalian, kalian berdua, kalian semua, kita semua. Tapi, saya janji nggak akan ngerepotin. Mau dianggap apa sama kalianpun, saya tetap berusaha abnormal, di hadapan kalian. Seperti hidup kita sebelumnya.

Saya bilang sama diri saya, saya mau jagain kalian sampai nanti 3 setengah tahun ke depan. Kalian bisa andalkan saya sebagai teman, sekalipun saya nggak akan pernah bisa. Saya sangat bersyukur, memiliki teman-teman yg mengagumkan pertama saya menginjak kampus, tenar barengan sebagai kelompok terheboh, jalan-jalan ke manapun dan saling ngejaga. Tau nggak, itu hal yg terindah di Solo.

Tapi setelah itu, nyatanya saya nggak bisa berharap lebih. Emang kalo seneng-seneng itu nggak cepet habisnya. Tapi masalah yang cuma seujung jari itu nggak akan pernah habis. Saya nggak akan tergantung, saya akan menggantung diri saya sendiri. Di pohon lain misalnya. Saya mau mencari pohon, yg benar-benar peduli sama gulma di kakinya, pohon yg benar-benar melindungi saya. Toh, mumpung kalian belum memberikan ilmu yg lebih, perasaan, atau rumah atau apapun yg jauh lebih berharga. You all my bestfriends, ever.

Dengar!

Dengar coba dengar, ketika rintik hujan usai menyambangimu senja itu.. dan matamu tergeletak dalam penantian panjang yang hilang begitu saja..

Lalu kamu terpuruk mendengar desisan tangismu, hatimu yg membiru. Sangau dan payau. Berharap ada yg memeluk dan menggenggam lekat tangan tipismu.. dan gejolaknya berputar, putar, membayangimu. Mengotori pikiranmu, prasangka nan melangkahimu, buta!

Hidup tidak lagi terlihat adil, ada deruan hati. Tapi tidak lagi mampu kau sangkal, dia di sini. Masih ada di sini. Sampai kita mati.

Dan, kau tak lagi mampu melongok pesanku.. pesanku nan basah, meriah, di ukiran-ukiran kulitmu.. sayang, padahal aku berikan itu sepenuh hati..

Tapi elegi menahanku dan kamu.. penuh tanpa relung kosong. Hingga awan mendung di luar berbaris menunggu untuk sekedar menenangkan hatimu. Awan di luar pun ingin menenangkanmu. Memelukmu dari galau nan menghancurkanmu. Ya, sejak senja itu.

Harusnnya aku tidak membauimu, di jejak fajar itu..

Sekarang, pada tepi bulanpun aku enggan tersenyum. Aku meringis, pakis, miris. Dasar jancuk, gelegek, bajingan, buangsat.. mana bisa aku lupa! Haha *kopromenjulingkanmataberputarputarnyeburkeair*

Tebak siapa 1

Dia adalah tipikal laki-laki realistis dan terdidik. Sekalipun terlihat sebenar-benarnya tolol, dan benar-benar nekat. Laki-laki nan manja, dan begitu kekanak-kanakan. Tapi sekaligus mampu menjadi sandaran, dan pelindung tangan saya yang begitu kecil di tangannya.

Laki-laki yang menyakitkan hati perempuan manapun yg tidak bisa di sampingnya. Laki-laki yang sekaligus brengsek, dan begitu menyenangkan dengan kedewasaan sementaranya. Laki-laki yang tidak pernah sekalipun berkoar mengenai sedikitpun kelebihannya. Laki-laki , yg secara tidak langsung sering juga membicarakan hal-hal yg dia hindari; membicarakan orang lain. Labil! Laki-laki yang terbiasa menjadi pribadi yg mudah bergaul dengan siapapun terutama perempuan. Laki-laki yang merasa dirinya harus sebagai dirinya, sekalipun tidak pernah sedikitpun bisa dibanggakan. Hidupnya penuh dedikasi kepada hal-hal buruk dan teman-temannya. Tidak pernah menunjukkan keseriusannya sedikitpun, sekalipun, kapanpun. Tapi mampu menjual janjinya pada siapapun. Jangan percaya padanya! Haha. Laki-laki yg setia mengantar ke wc di manapun. Oh ya, more tip, a man with his mess life not forever be a mess at all. He cares with a girl beside her, believe me, but not being trust him so much :D -> MORE EXAMPLE ; just remember Radit&Jani.

Laki-laki yg mampu mendewasakan saya. Laki-laki yang mengajarkan saya bahwa kedewasaan adalah hasil ciptaan diri sendiri. Bukan lagi mengenai penantian, bukan lagi mengenai termehek-mehek pada satu cinta dan terus seperti orang-orang yang hanya memiliki satu harapan dalam hidupnya, sekalipun sudah terikat. Bukan, bukan mengenai ketidak setiaan yg saya petik, tapi mengenai menyudahi perasaan terpendam dan tidak berguna menunggu seseorang yang mustahil untuk ditunggu. Rasanya, saya seperti memiliki dia, dan yg lain. Saya tidak perlu berharap kembali kepada Tuan Karma, meskipun cinta saya nggak akan habis buat dia, si Tuan Karmanya loh!

Jangan pernah berharap kepada tipikal seperti ini, dia tidak akan memberikan sedikitpun kesetiaan kepadamu, perempuan! Sekalipun bersamanya, terlihat seperti berada pada rasa aman ketika memeluk tangan kurus kekarnya, atau tubuh ceking yang menjagamu di pelukannya yg erat, dan tidak berhenti mengusap kepalamu. Cukup janjikan, kalau saya ada di sini selamanya buat kamu. Saya, perempuan temanmu hari ini dan besok. Sahabat bermain dan tertawa, dan dapat kau ceritakan apa saja. Segala jenis bir sampai es teller, dan sebagainya. Cukup pegang tangannya, dan dia menggenggam tangan saya.
Eh, Tolong ya, ini kisah lama. Jangan ada yang cemburu-cemburuan :p ROTFL*

Watch out girl! even you really love his pefume so muchhhhhhh, muaaaaaaaach :*

and I am finally, totally wrong at all about him. He's not a good man at all

Update about my last life

Ehem.. ehem.

That’s I am trying to share you something awesome. Whoops.. actually these are about more than something. I had got many trips here :D

I am not yet totally trip-er or even a backpacker like I wish before. I just visited places that we thought they would be alrite when we visit at that time. The places that me and my pals have visited are about suddenly there in our minds. My buddies thought that around Surakarta in the midnite was better than we home, so we just went and did it. Ngarsopuro, Manahan, Laweyan, til’ I went to Boyolali. That’s a life. You just do what you wanna do, and perfectly they are what you dreamt before and they happened in your life!

I was dreaming about traveling all part of Java, then my country, then all the world. Amin. So I considered to next my studying-life out of my birth city. I started to find somewhere that I could be someone that do my dreams. I got PTN here, Surakarta. And the major was really what I want. I live my life all alone without beloved mom-ster, Ayah, or metlek, pience, teater 35, sligro, lhb,him, or anyone else. I started to check my self, if I got better condition, or might be the worst. But I made my self sure, that life just like rite now. You start to believe, and do it by your self. You are not depend to anyone. You control your life.

I went to Sarangan, Tawangmangu. And just guess what I got? A heaven. A place that I wish I can spend my time with my future husband, there someday with our kids :D. I canceled to Grojogan Sewu, even that place so much in good condition to make a better life, cause its view. Buttttt, my pals just refused it, it’s too contradiction tiredly to be there at that time(we went there by motorcycle, it’s about 2 hours from Surakarta). But, I was so much happy. And, fyi.. it’s so much better than Puncak or Bandung. Tawangmangu is specificly the best, than they both. And the place give you more cheapest cost for everything. Villa with 3 rooms just only Rp 300.000, hell.. I remembered Puncak. How much I must pay more?

I am not really understand about this city too much. But, I will. I will getting know about other city too. I’ll be there soon, and.. ummh okay.. I will pass my college soon, too mom :)

Thank God. They’re so much the best for me rite now. Thank you too, for gave me Monumen Pers, as my first beloved gank, here :D. Thank God, I wish we can keep each other forever. Amin. Thank you for the trips, thank you for the School, thank you for everything You give to me.. Make me more grateful to You, ya Allah amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin :*

Oh, Klasik!

Pernah dengar kisah klasik?

Ketika kamu hadir di hamparan aspal, debu jalanan..

Di antara Jogya menuju Sala..

Dayuan relung-relung pagi menyambut..

Dan hatimu segera terjuntai,

Disambut lampu jalanan, semerbak dan menggoyahkan tatapanmu..

Pada sejarah kota, yang diiringi jazz melankolis.

Berjalan, terus sampai ujungnya tak lagi kau temui..

Dan pikiran kotor mendapatkanmu sedang bertelanjang,

Menghadap hamparan kota yg kau jajahi..

Kau dekap, dan penuh harap..

Sedikit memberikan pagi yang damai, di antara nafsumu yg terbias..

My Jazz

Aku suka sekali music jazz. Aku suka sekali ketika ia mengaliriku.

Rasanya aliran darahku mengalir lebih deras, lebih jelas.

Tubuhku menari di apungan rasa tenang, yg menjadikan aku lebih baik.

Aku suka sekali music jazz. Aku suka sekali ketika ia menahanku.

Seakan hatiku bertolak padamu, bermimpi kehidupan yg lebih damai..

Menjadikan melankolis terdengar lebih eksklusif dan miris..

Menjadikan aku bernyanyi di dalam hati.

Menggabungkan piano, bass yang lincah, dan saxophone mendayu-dayu mengiringi.. nan gitarnya berderik-derik dengan irama yg tertahan, kemudian dilekati kembali debuhan drum-drum yg bergemerincing. Jadi satu, ketika terdengar vocal yang mendayu-dayu tapi tetap padu menjadikan aku. Jazz menjadikan yg sebenarnya diriku.


Jazz melukiskan aku di sebuah paragraph indah. Jazz adalah mengenai diriku, dan hidupku. Jazz nyanyianku tiap pagi. Jazz, ketika aku menemukan rangkaian yg tepat disebutkan sebagai music, dan menggambarkan hatiku sebenarnya. Sama ketika aku mendengar beat hip-hop atau yang menyemangatiku. Tapi jazz punya cara sendiri, cara klasik yg menidurkan aku, yang membangunkanku, yg melengkapi sedihnya aku, yang bla.. bla.. bla..

Semoga masih ada..

Setidaknya masih ada laki-laki bermoral, cerdas, kritis, sederhana, sekaligus fanatik sama Allah di luar sana. Lantas, kenapa gue harus terpekur sama yg berada di lawannya. Gue cuma labil, dan belum terbiasa. Gue terlalu perfeksionis, dan nggak bisa ditinggal pergi. Gue terpaku, tapi selalu ingin lari. Gue tipikal setia yang gampang jatuh cinta.

Gue adalah segalanya hal mengenai kelabilan yg anda ketahui ada di dunia ini.

Gue adalah pribadi yang mengagumi hal-hal di luar materi sekaligus. Menurut gue tipikal klasik yg lembut seperti mas ceper temen baru gue adalah tipikal laki-laki yg baik. Fisiklinya kayak mas vidi, diam tapi tidak selalu diam, dan taat beragama. Keliatan dewasanya, dan punya prinsip, sekaligus bermasa depan. Tapi, karena mereka sudah punya pendamping syalalanya, dan terlebih mereka adalah mas-masnya gue, jadi gue haram jatuh cinta sama mereka!

Tipikal sederhana kayak senior berkalung slr lebih baik lagi.

Rasa-rasanya gue emang terlihat lebih tolol kalau sudah masuk ke dalam jenjang serius. Tapi gue selalu ingin serius, gimana dongs?

Hai, Nyonya Waktu.. bisakah anda datang segera?

August 27, 2010

Saya udah resmi jadi mahasiswi. Kuliah udah, punya temen udah, sahabat udah, kosan udah, keliling Surakarta udah, dan lain-lain. Ternyata hidup gak totally changed or you called easier.. ada hal-hal yg saya sendiri ngerasanya gak pernah dibuat masalah, tapi ada aja masalah. Terutama kalo udah nyangkut perasaan. Fuck.

Buat saya, mandi juga adalah jawaban atas semua pertanyaan hari ini. Dengan mandi saya merefleksikan tubuh saya. Tubuh saya tanpa apa-apa, tanpa mereka, dan bila (tidak mungkin) tanpa Allah SWT. Well, yang perlu saya bangun kembali mengenai diri saya adalah, kunci dari semua keberhasilan diri, dan begitu yakin mengatakan bahwa kita cukup bahagia adalah bersyukur. Nggak akan ada yg mungkin saya dapatkan di dunia ini selain kata dan perasaan itu.

Coba lihat, untuk mencapai pada sebuah posisi yg begitu saya inginkan seperti ini bahkan saya belum merasa cukup. Ada aja.. ya nyesel karena saya bego nggak bisa naik motor lah, ya nggak puas sama staff kuliahan, atau bahkan kesalahan dari diri sendiri yang suka suudzon , nggak sabaran, dan bla..bla.. parah kan?

Tapi di sisi lain. Ya Allah, ckck banyak banget yg saya udah dapetin selama ini. Kenapa ya bersyukur itu jarang datengnya, saya jadi susah kontrol iman saya, nafsu saya, dan segalanya yg ada pada saya. :”(

Dengan bersyukur, kita bisa mendapatkan segalanya di dunia ini. Percaya sama saya, hal-hal cere yg kita lewati dengan perasaan bersyukur jauh lebih nikmat ketimbang segala harga mahal yg kita bayar untuk segala kemewahan atau kenikmatan yg kita dapatkan dengan remeh, sia-sia.

Hidup masih susah buat saya.. kata-kata dosen masih sulit saya mengerti. Bahkan pokok masalah yg sudah dirangkum menjadi sebuah soal pun, saya harus memiliki indikator sendiri untuk mengerjakannya. Saya baca sebanyak 3 kali, lalu saya buat rangkumannya sendiri (bayangin aja anak kuliah satu soal satu paragraf), lalu kira-kira kalau nanti saya males baca saya akan googling, lalu kira-kira nanti saya baca 2 kali, saya tulis di catatan, saya baru berani diskusi, lalu.. saya ketik, print, dan nyampe di pak dosen :(

Kuliah susah, saya butuh Bu Sri atau Mak Atik, yg ngurusin saya. Sampe saya inget dulu saking bengalnya saya disuruh keluar dari Teater 35 dan masuk Rohis 35, dan ngebayangin jilbaban dan berkosidah di masa SMA… atau mengenai hal cere-cere yg sampe di smsin tiap malem biar inget, sama mereka :(
Kuliah temen-temennya nggak mbakteng kaya LHB, LVT, atau mbakteng pience, atau JDC, Sligro. Kita semua di sini sama-sama sok dewasa dan belajar cari jati diri dengan cara masing-masing, yang sangat menyulitkan buat adaptasi dari masa manis manja SMA, yang susah banget nebak tipe-tipe laki-laki, banci, dan perawan di sini. Hey, saya bekerja sampingan sebagai antropolog amatiran lho~ nggak punya SLR, captured hidup di sini pake perasaan dan pikiran sama tulisan bae lah ya.

Tapi, hidup seperti ini mengembalikan pikiran kita untuk menjadi manusia. Menjadi manusia yg mengerti kalo hidup nggak sekedar ngadah, tapi bagaimana bertahan dengan tidak sekedar mengadah. Wish me luck ya people, I wish you too the best, amin.. :)

Jangan lupa bersyukur mengenai apa yang kita dapatkan hari ini. God give us the Blessing perfectly..

Antropologi

Ada laki-laki yg kuliah antropologi dengan tipikal wajah tampan, cerdas, dan rajin sholat, malam ini? Mau saya nikahin deh, mau saya tanya-tanya, sejuta pertanyaan sudah saya simpan.

Saya mengalami hidup yang baru, hidup menjadikan saya sampai detik ini. Hidup yg me-muka-dua-kan saya. Ya Allah amit-amit. Ini hanya sekedar sharing, mungkin yg kalian alami adalah sama seperti yg saya alamin, sekarang dan sebelumnya. Well, tepatnya adalah betapa pentingnya arti domisili, asal kita. Bagaimana image yg terbentuk dalam diri kita, dan seperti apa pandangan yg terlihat dari cerminan diri kita. Yang lebih penting lagi, pandangan kita tehadap pandangan orang lain mengenai kita.

Kalo masalah khianat-khianatan, saya udah makan asem garem kali ya. Sahabat saya subjek pelakunya, dan saya objek nangisnya, dulu. Tapi, siapa tahu di dunia baru saya ini.. begitu banyak calon-calon pengkhianat yang bertebaran di sekitar. Saya sih baru sekedar ber-pendapat sekaligus cuma menyampaikan ke-suudzonan saya, tapi semua teman-teman setuju. Dan kita mengacung jadi satu!

Tapi saya berharap nggak ada lagi khianat-khianatan kepada diri saya.

Yang saya nggak habis pikir adalah, bagaimana sebisa mungkin mereka bisa menjadi sehalus itu. Dalam kata lain, segala rahasia yg mereka bicarakan nggak sempat terdengar sama objeknya. Padahal, kita dalam satu kota yg kecil, dan mengaku kenal semua orang yang teman kita kenal.

Karena saya terbiasa bicara, saya akan bicara. Karena saya juga ada turunan, mungkinkah saya juga akan bermuka dua. Sama saja, tho? Buat saya pribadi, saya cenderung ke pilihan yg pertama, saya tipikal orang yang gak tahan sama grasak-grusuk di belakang saya, mendingan saya nangis kojot-kojot di depan orang yg ngomongin saya sekaligus.. daripada masalahnya kesimpen terus.

Domisili jawabannya. Ketika kita berasal dari bumi yang sama, kita akan bicara mengenai hal-hal yg cenderung sama, sekalipun itu cenderung jauh dan nggak ada hubungannya, tapi pasti ada kesamaan yg tidak disengaja yg ngejadiin itu semua otomatis sama. Pikiran orang-orang yg terlatih berpikir, melihat, bicara, membaca, menilai, itu berbeda sama sekali dengan pikiran orang-orang yg sekedar memiliki materi dan mengandalkan segala pengalaman ikan cere. Sama busuknya saya ngomongin mereka. Oh, bodo amat. Di bumi Betawi, hidup adalah pembicaraan.. jaga bacot di depan orang-orang yg bener dianggep kudu disopanin aje, brur. Makanya kalau mau dihargai, hidup itu harus menghargai hidup orang lain.

Buat saya, semua yg ditunjukkan kepada saya.. nggak ada yang lebih baik, anak orang kaya lah, mobil lima lah, rumah sepuluh, bla..bla..bla.. ketimbang saya menemukan orang-orang yg sebenar-benarnya ada buat saya kalo saya sakit dan butuh mereka. Orang-orang yang masih bisa dipercaya, orang-orang berotak dan memiliki wawasan masa depan (robotkaliya), it’s okey, sekalipun nggak ada yg dia punya. Saya janjiin diri saya buat selalu ada untuk dia. Dia punya saya. Dan, sekalipun saya ngga punya apa-apa, nggak berotak, nggak bermoral, dan sebagaimanapun, saya selalu janjiin orang yg saya pilih.. saya ada selamanya buat dia. Swear.

Padahal, saya menyukai laki-laki tipe orang Solo, lembut, halus, dan berbudaya Jawa yang gimaanaaa gitu. Ngalus lah ya pokoknya, hidupnya teratur. Tapi, sangat disayangkan kalau budaya bicara di belakangnya masih kuat. Medingan saya nikah sama reman Petamburan sekaligus.

Yang saya ingin tanyakan pada suami antropologi malam ini adalah, benarkah kehalusan budi itu cukup ditunjukkan dengan bentuk senyuman sok halus di muka? Lalu bagaimana mengenai segala hal baik yg dibutuhkan di belakangnya? Patutkah saya kembali percaya? Padahal saya sayang banget sama mereka. Tapi saya takut, saya takut menjual diri saya. Karena diri saya separuhnya adalah terdiri dari serpihan-serpihan payau sisa percaya saya. Saya ingin percaya pada siapapun yg percaya sama saya.

Sayangnya tidak ada satupun mahasiswa antropologi yg mendengar saya. Ya sudah kita bercerai saja sama perasaan. Dan beradu cinta dengan bantal. Selamat tidur!

Genk To - Lol ;*

Eh, I was officially a UNS-er!

Akhirnya saya jadi mahasiswa, dan bagusnya saya juga usai melewati masa ospek fakultas yg ngebosenin abis. Gak ada hal lain, selain ngedengerin dan duduk sampe pantat tepos. Belom lagi pas digalakinnya, ah sama gue ngelantik anak teater lebih serem gua kali ya.. hmm. Cuma emang ribet banget sih peraturan dan syaratnya. Belom lagi ospek universitas, dan ospek jurusan nanti :(

Dan, bagian yg paling menyenangkannya adalah saya ketemu Genk tolol swadana, macem kelompok Monumen Pers. Orang-orang yang bikin saya shock setengah mati di dalem hati. Masih ada ya orang yang begitu cocoknya sama saya macem mereka. Sama-sama masuk UNS lewat jalur swadana, sampe kita menghina jaket almamater kita sebagai yang termahal, jaket 33 juta @_____@. Terus, kita semua tololnya sama-sama begok dan antipati banget denger-denger ceramah di depan. Ujung-ujungnya kalo dapet tugas jadi saling nanya.

Hari pertama, di rumah Della. Semuanya sudah tersadar kalo kita itu jodoh deh kayaknya. Hari pertama, menjelang hari kedua itu juga akhirnya saya bisa ngerasa bersyukur banget di Solo untuk yg kedua kalinya setelah jadi mahasiswi Fisip Komunikasi UNS. Well, keliling Surakarta sampe subuh adalah hal yang terbaik saya rasakan dalam hidup saya. Terbaik lagi, pas paginya saya dapetin Ocha. Terus ketemu mas Ceper, ketemu Mpritah, Askasuw, ketemu Jenengan Diah, Icha, Dio, Widy, Domino, VidiAldiano, Adit, AP, Karis, Dela, dan lain-lain. I wish, we are bestfriends forever, guys :)

Next, mereka adalah teman-teman terbaik. Baru kenal, saya udah langsung kenal Solo karena mereka. Di bawa keliling, nonton, konvoi, ngedevil buka bersama, karokean, wisata kuliner sampe Subuh, belanja, ngetawain orang, tukar budaya, terus ya kita semua jatuhnya ngeloyal abis bin setia banget. Kayaknya kita udah temenan dari SMA, dan berusaha saling ngejaga masing-masing. 3 hari bisa ngelakuin kegiatan sebanyak itu.

But, we have dreams!

Mau jadi pengusaha, mau lulus umur 23, mau jadi polisi, mau jadi sarjana social, mau jadi musisi, mau jadi bla.. bla.. bla.. So, we’ll get it together! I wish.. wish wish ya Allah :’)

Selasa, 17 Agustus 2010

Fucking lil' nite

Gue nggak nangis karena nyesel. Gue nggak nangis karena inget karma. Tapi gue inget elo, orang terakhir yg gue kirimin pesan. Gue kangen elo .
I am over bein blue, I cried more than you know

Hari kemerdekaan!

Selamat ulang tahun proklamasi Indonesia, bagi saya Indonesia sendiri sudah hadir sejak Tuan-tuan asing dan tokoh-tokoh itu memberkahi kata Indonesia sebagai sebuah nama, bagi saya Majapahit juga sudah jauh lebih dulu menggambarkan Indonesia, bagi saya sejak Paleonicus Javanicus ada, ya makhluk-makhluk purba moyang yang hadir di Jawa. Indonesia hadir sudah sejak lama. Sejak dulu kala.

Sebagai bagian dari warga Indonesia yang sudah memiliki Kartu Tanda Pengenal sebagai bagian bangsa, saya masih seperti yg lain.. terkadang luapan emosi saya menggebu-gebu, begitu bangga, begitu bahagia ada di sini, tapi saya bisa saja merasa miris dalam hati. Masih banyak hal-hal yang sepatutnya nggak saya banggain, karena begitu abnormal –segitunya saya nyebut, karena memang seharusnya sudah nggak ada di manapun.

Well.. gimanapun saya masih banyakan bahagianya di sini. Selain bawaan dari lahir suka sama yg lokal, nasionalisme yg ada di diri saya hadir ‘perfectly’ dari pelajaran sejarah yg saya enyam dari SD, saya suka masa lalu, karena itu jangan salahkan saya yg terlihat seperti terpengaruh sama teenlite-teenlite atau sinetron jaman sekarang untuk menjadi senang mengungkit-ungkit masa lalu!

Tadi, pas saya nengok pengibaran SANG SAKA MERAH PUTIH kw alias yg bukan asli, saya merinding.. dan karena saya bagian anak zaman 2010 sekarang yg punya diarytronic macem twitter, saya sempetin simak baik-baik twit temen-temen saya mengenai hari kemerdekaan ini. Well, mereka semua bahkan nge-vote #Indonesia65 untuk jadi Trending Topic, sebagai satu-satunya usaha untuk menyama ratakan peran mereka di zaman global ini dan menunjukkan rasa cinta sama Indonesia sendiri. Saya dukung kok, meski saya kebanyakan cuma Retweet, soalnya mengolah kata sekarang sudah menjadi bagian dari anak-anak twitter, dan mereka mewakili semua yg berdenyut-denyut di nadi saya.

Saya merinding ingat Kamu, Indonesia.. buat saya nasionalisme ini bukan diciptakan untuk sekedar menjadi jawaban ketika dipertanyakan warga Negara mana saya. Tapi buat saya khususnya, menjadi bagian dari Indonesia adalah sebuah tuntutan (oh oke nggak papa kok buat saya untuk dituntut Kamu) menjadi salah seorang yg bisa jauh lebih memperbaiki kamu, Indonesia ..amin. Saya melihat jelas relung hati saya ketika saya berucap mengenai Negara saya ini, mau rasanya nangis.. nangis ingat semua yg sudah saya dapatkan, orang-orang yang saya cintai dapatkan karenanya, bahkan orang-orang bangsat itu dapatkan atas kita semua.. tapi saya KASIH APA?? Bayar pajak aja belum, bayar pajak dimakan orang kaya di senayan doang sih! Ah! *Outoftopic* semoga yg selanjutnya saya perankan adalah sebagian besar bisa memberi prospek dan akibat yg baik untuk Negara saya. Segalanya yg terbaik saya doakan..
Yang saya harapkan selanjutnya.. khususnya bagi para seniman yg jalang seperti orang-orang yg selalu menuntut keadilan, kebebasan berlebihan dengan caranya yg sok dihaluskan.. adalah memahami bagaimana kemerdakaan seharusnya sebagai orang normal yg tau ini adalah hari kemerdekaan kita itu baik. Bukankah segala yg kita lakukan akan menyenangkan kalau itu semua bisa dihargai? Please mari menjadi senang atas apa yg telah kita tempuh sampai hari ini. Jangan menyalahgunakan kemerdekaan menjadi tuntutan kebebasan atas hal-hal yg sebenarnyapun tidak patut untuk dibebaskan. Terima kasih.

Minggu, 15 Agustus 2010

Movies and me

Selamat pagi bin guten morgen, auwh!

Pagi ini adalah Minggu pagi, seperti biasanya sepi tempat tinggal baru saya. Karena perempuan-perempuan penghuninya rumahnya juga terlampau dekat. Ya, macem Jogya, Klaten dan sekitarnya.

Kali ini saya lagi males sama onlain-onlainnan. Gatau kenapa, kan jadi mubazir banget ya. Padahal udah beli pulsa paket, dan tega-tegain gak bales sms orang-orang. Belum lagi, ternyata baru saya sadari oh sadari (saya SADARI beneran nih).. uang saya tinggal goceng sampai nanti sore. Uang lima puluh ribu yg saya geletakin di kantong dalem tas ternyata udah bablas. Adoooh, gimana mau pulang ke Jakarta, sayang banget bobol atm :(

Semalem saya sakit. Gatau sakit apa, perih banget perut saya, mau muntah, dan mual terus bawaannya dari siang. Mungkin karena buka puasa pake nafsu kali ya :( .. saya langsung kangen rumah. Nggak ada lagi warung tinggal ngerosot tangga, tolak angin Ibu Apip, jamu kunyit Ibu, dan bla.. bla.. saya pake sarung ayah yg ibu sertakan waktu itu di tas saya, eh malah saya mimpi buruk tentang Ayah :( langsung aja saya update status--> dan bagusnya tetangga saya langsung komen they’re alrite there, oh gratefully!

Saya stress juga, kulit saya banyak bintik-bintik merah begini.. gara-gara kamar saya belom dilengkapi kawat nyamuk :( makanya semalem saya sampe sebegitunya suudzon kena db. Untungnya Allah masih sayang banget sama saya, saya belom saatnya dikasih sakit. Belom ada siapa-siapa di sini.

Saya nggak mau tidur, nanti mulut saya kering.. nanti saya mual lagi.. lagian kalos saya tidur ba’da Subuh, saya kebangun paling nggak jam 8 lewat. Kalo kebiasaan bisa gawat, bok!!! besok saya ospek jam setengah lapan teng..

Akhirnya saya memutuskan nonton drama Korea film-film hasil kopian dari Mbak Kos. Well, intinya adalah ini sebenarnya. Ternyata saya jauh lebih suka film-film seperti ini daripada macem series Princess-Hours , tapi saya masih tetep cinta BBF sama Full house sih.. ya tapi lagi, buat saya film-film yg langsung habis begini jauh lebih seru. Meskipun yang saya tangkep, drama Korea itu memilik tipe yg sama; laki-lakinya guanteng; sedihnya belakangan dan banget-banget; biasanya laki-lakinya yg keseringan ditinggal perempuannya; ceritanya frontal, gambarin cewek/cowok yg benar2 sedang jatuh cinta di zaman modern.. Ah! Gimana sih jelasinnya (baca:nekat); daaaaaaan so sweeeet bangeeeeeeew *gebukbantalmembabibuta*


Well, film-film macem ; Humming, A Millionaire First Love, dan A Momment to Remember are good movies!


Humming :



Ceritanya realistis sekaligus surealis. Intinya sih yg kita rasain ketika kehilangan seseorang, yg awalnya kita mau dia hilang, tapi ketika kita sadar dia hilang beneran, rasanya sesedih filmnya huhu (APAN BANGET SIH)

A Millionaire First Love :



Ini ceritanya lebih remaja, tentang orang kaya yg ketemu cinta pertamanya. Just find it guys!

A Moment to Remember :



ANJAY JUN WOO SUNG GUANTENG PUSS!! check the review by other <-- klik


BUAT PECINTA GALAU MELAU MACEM SAYA GAK AKAN NYESEL *LOL

Sabtu, 14 Agustus 2010

Seminggu lewat

Tanggal 4 sudah saya lewati, berarti sudah seminggu lebih saya lewati hari-hari sendiri.

Alhamdulillah saya cukup bersyukur untuk segala rezeki yang Tuhan berikan pada saya, karena-Nya, saya punya mbak kos yg begitu baik. Nemenin saya kemana-mana, nungguin saya, ngasih tau segala informasi penting di sini.

Saya manfaatkan waktu-waktu sebelum kuliah, untuk sekedar observasi how is life here.. sekalipun ibu saya kalo nelpon kaya orang nahan nangis denger keadaan saya, itu mengartikan saya semakin harus kuat bertahan di sini. Tanpa siapapun, tanpa harapan mengenai cinta, tapi tersisa harapan mimpi yg akan saya dapatkan kelak, amin.

Saya mempelajari bagaimana tindak-tanduk orang-orang sini. Dan seperti yang saya mentioned di twitter, banyak juga ternyata yg kurang menyenangkan di sini. Dari birokrasi kampus dalam system distribusi jaket almamater yg gak bener, atau segala penjual yg hampir semua kelakuannya nggak bener, ngapa-ngapain lama, bikin esmosi jiwa. Atau ya.. karena kebiasaan lamanya itu jadi mengacu ke semuanya, kan udah bikin saya drop mood, semuanya jadi burem mau ngelakuin apa-apa :( nungguin males, nggak sabar..nanti mukanya orang-orang itu jadi semakin nyolot. Ah! Kadang kesel banget.

Saya nggak tau selain Ibu, Ayah, pience, teater dan lain-lain yg segitu-gitu aja, apalagi yg mampu bikin saya bertahan. Tapi anehnya saya memang tetep nahan, nggak tau saya kenapa bisa kuat gini. Ya, mungkin karena saya sendiri, sekali lagi.

Saya mau meraih mimpi saya, mimpi saya yang lama. :) makasih ya Allah. Jadikan aku lebih baik, jadikan ibu-ibu Solo, tidak lagi lama atau terlalu telaten dalam melayani pembeli, jadikan mereka tidak lagi melihat dengan atraktif kalo saya liwat sambil bergosip, jadikan mas-mas di sana mas-mas yang tidak sebegitunya’ kalo ngeliat saya yang penuh pesona, jadikan semuanya menjadi lebih baik kembali untuk saya ya Allah, jadikan saya hamba yg lebih tabah dan lebih penerima, jadikan hamba mahasisiwi cum laude, jadikan teater sana, teater yg tidak banyak menyita waktu dan banyak mas-mas ganteng penggantung harapan, jadikan club sport di sana lebih murah daripada di Jakarta biar saya bisa daftar secepatnya,jadikan air di kosan saya lebih bening lagi ya Allah, jadikan daerah saya menjadi daerah yg banyak taxi.. becak juga nggak papa deh ya Allah, atau jadikan Mitsubishi sedan lama yg saya incar jadi 10 juta aja ya Allah, jadikan dunia perkuliahan saya menjadi dunia yg menyenangkan dan aman, jadikan dia di Jakarta sadar.. amin ya Rabbal alamin :”)

Ketika Aku Menjadi Dewasa

Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku menjadi sosok yang begitu rapuh..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku tertawa tentang asa..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku berpikir mengenai hidup selanjutnya..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku menangis di dalam hati..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku merindukan Ibu..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku bercerita ke pada paragraf..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku usai memasak..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku mencintai dia.
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku mengirimi mereka pesan singkat untuk pulang..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku menyuapkan Metlek makan paginya
Ketika aku menjadi dewasa, ketika aku usai mencuci rambutku..
Ketika aku menjadi dewasa, ketika nanti aku dapat ciuman pertamaku..
Jadi, kapan waktu dewasaku?

Tuts..

Tuts, bilang pada nada yg sedang ia mainkan..
Untuk sejenak menantiku pada haluan..
Biar hatiku terkembangkan
Dan tiada lagi harapan-harapan..



Tuts, sampaikan bahwa akupun merindu..
Pada rasa galau, selimut tidurku yang lalu-lalu..
Biar puisiku tak lagi sepi..
Aku berbisik, mungkinkah Aku telah mati?


Di mimpiku masih ada suara tidurnya..
Suara detak jantung membeku yang aku rindu
Saat aku memeluknya,
Menatapnya, erat-erat..


Dan, jalan datang pada waktunya!
Aku harus bergegas, melepas.
Adakah relung hatinya, kembali?
Kembali pada aliran darahku yg membiru..
Membiru, dan haru..


Tuts, ayo bicara!

Ada Laba

Ada laba-laba.


Ada laba-laba di dinding atas kasur saya


Menatap pada indahnya dunia..


Bergantung, menunggu pagi..


Menanti saya, sepi-sepi


Dan saya tidak lagi sendiri...

Mimpi

Kalau saya mendetailkan lebih mengenai apa yang akan saya lakukan, saya takut saya akan terbuai dan merasa seluruh dunia sudah menggerakkan mimpi saya terwujud. Padahal seluruh dunia menunggu saya, terlebih dahulunya. Untuk itu, saya diam. Saya bilang, saya akan ke sana. Tapi saya tidak akan menuliskan sebagaimana caranya saya ke sana. Biar menjadi rahasia antara saya dan dunia. Karena saya begitu mencintai dunia dan mimpi saya.


Ternyata, belum ada yg mampu menerima saya apa adanya sekaligus saya cintai. Begitu saya cintai. Belum ada.

Jumat, 13 Agustus 2010

Thank You MC




Hey, saya sedang kembali jatuh cinta sama sosok masa depan saya, MC a.k.a Mariah Carey, :*

Iya, kalian pasti sudah begitu mengerti mengenai perinduan saya. Tapi saya tegaskan, kalau dia memang kenyataannya sudah kosong hatinya mengenai saya. Saya akan terima. Dulu hati saya juga nggak pernah keisi buat dia. Tapi, saya terlanjur berkomitmen. Dan pada komitmen inilah saya belajar menjaga diri saya. Selanjutnya belajar bagaimana menghargai sebuah pernyataan. Nggak ada yang begitu mengerti benar mengenai ke-konsistenan diri toh? Oke, satu alur yang terus lurus memang tidak begitu menyenangkan, tapi menjadi setia itu penting. Terutama pada ucapan. Toh, saya punya batasan, lagipula selama ini saya sudah menjadi terlalu lurus kepada yang namanya kesremawutan cara hidup, kenomadenan hidup. Jadi, saya ingin mencapai cara lain, mumpung saya masih 17 tahun :p

Saya cuma menunggu kok, boleh ya? Saya tidak meminta seseorang pun untuk menjadi apa-siapa-bagaimana untuk saya. Karena saya sayang sama dia. Dan dia teman yg baik untuk saya. Jadi, saya stay di sini, menunggu kontrak saya berakhir. Peduli siapa saya tersakiti?

Hubungannya dengan Nyonya MC adalah, pada intinya saya mirip dia. Sexy, has a gold voice, rich, and beauty. ROTFL :D

Nope. Tapi lagu-lagunya yang rata-rata saya temuin tuh hidup saya banget ya. Dari yang jaman SMP dulu ‘We Belong Together’ sampe sekarang ‘Angel’s Cry’. Ya, macem ‘Don’t Forget About Us’ atau ‘Stay In Love’ , etc. the topic is I love her damn so much.

Yang lucunya saya tangkep di satu bait liriks (*bergayaMCmissinglyric)

Apparently, she got your head all messed up now
That's the trickery
she'll wanna have like you know how this lovin' used to be (ah)
I bet she can't do it like me
She'll never be MC, --> mau saya ganti banget jadi She’ll never be FA wkwkww
Dan

I'm just speaking from experience
Nothing can compare to your first true love..

Haha, saya ketawa banget bacanya. Jadi suka malu sendiri. Kadang kalo udah nafsu sama sesuatu alias ngebet banget rasanya pengen banget terus-terusan di sampein :( ditunjukin, I felt it too baby :( .. nanti pas udah selesainya kadang suka ada penyesalan. Tapi, buat saya kali ini.. penyesalan bukan lagi hal yg harus ditutupi. Penyesalan adalah reminder to make our self better, dan dia bukan penyesalan buat saya. Sampai pada akhirnya, misalnya sayapun sudah menikah nantinya bukan sama orangnya. Hehe.

A first love was teach and give you more, than your Science teacher at Junior Hi School :)

So, what I did to you? Was that like MC did to her ex? Oh well, at the point is MC just like ME hahah :D

HAPPY RAMADHAN, PEOPLE!!! Cheersss, I love this Month so maddd 

Alhamdulillah. Ramadhan sudah datang. Ramadhan pertama tanpa Ayah Ibu Metlek, ramadhan di kota yang masih majority non muslim (di daerah saya). Ramadhan tanpa petasan yg begitu meriah, Ramadhan yg kemungkinan tanpa Buber sama teater, sama lvt sama pience, sama BRW, oh well I miss you all guys.

Saya mau curhat. Tapi bagian sedihnya Ramadhan kali ini. Ya Allah kalau memang pada akhirnya ini hanya semacam suudzon nggak papa deh ya, daripada beneran. Ramadhan di sini nggak semeriah di Jakarta, soalnya di sini juga banyak yg non muslim. Kebanyakan kristiani. Terus menurut saya fasilitas ibadahnya nggak begitu baik, khususnya yang buat muslim/muslimah. Sedihnya :(

Contohnya, karena saya anak baru di sini, dan tetangga kesayangan saya Mbak Widha kebingungan mau shalat di mana, jadi hari pertama tarawih saya pergi ke musholla yang sedikit dekat dari kosan. Well, saya bingung karena belum wudhu, jadi sesampainya di sana saya cari air. Saya masuk kamar mandi, dan tebak apa yg saya temukan; kamar mandi yang aduh ya Allah.. joroknya kamar mandi umum di rusun mungkin jauh lebih baik loh. Padahal saya di kota, dan sekali lagi bukan di desa. Tapi segininya banget. Belum lagi bentuk musholla yang nggak karuan, seperti di bangunan yang campur kosan sama orang-orang non muslim, tapi sebrangnya adalah bangunan kosong dengan keluarga besar laba-laba dan roman-roman sepi banget, dan saf perempuan ada di tengah-tengahnya. Tanpa tivi, tanpa kipas, bahkan solatnya tanpa mic imamnya. Yang saya tebak, mungkin ini juga bentuk toleransi agama biar nggak kebrisikan buat tetangga yg kebanyakan seperti yang saya sebut. Tapi ini kan Ramadhan ya :( ya Allah, Baabussalam how I miss you tarawih 9 rakaatnya :#

Hey ini nyambung juga sama yang jadi TToT mengenai account Adit_FPI yang menurut saya abnormal banget. Ya Allah puasa-puasa ngomongin orang. Ya, tapi ini mengenai bagaimana seseorang seharusnya menghargai apa yang telah ada, dia itu nggak banget ngadu domba agama kayak begitu. Buat saya toleransi itu penting banget, contoh favorit dan konkritnya adalah film CIN(T)A. Iya sih,kadang saya juga ngerasa, agama saya harus terus didahulukan dan sebodo sama yg lain. Tapi lambat laun, selain saya dicekokin pelajaran KWN dari ba7ta (baca:bajuta) , saya juga melihat keadan sekitar. Nggak bisa selamanya begitu ternyata, dan pada akhirnya bukan lagi maksud saya tidak menghargai agama saya dengan super lagi, tapi ini mengenai bagaimana harusnya bersikap pada akhirnya lagi. hah! Ribet.

Intinya semakin dewasa seseorang, harusnya bisa belajar bagaimana menghargai yang sudah ada seperti saya bilang sebelumnya. Saya harus bisa menyesuaikan diri. Sekalipun miris hati. Setidaknya kemungkinan besar saya harus bisa bertahan, saya nggak pernah sendirian. Allah sama saya, amin amin :)

Nah, dengan tulisan ini.. pada akhirnya di paragraph terakhir yg muter-muter itu saya berhasil memperbaiki mood saya. Semoga selamanya saya kuat, dan bisa jadi lebih baik. Terhaturkan juga doa ini untuk semua teman-teman yang memperhatikan saya dengan membaca blog saya. I miss you more, people :)

Senin, 09 Agustus 2010

So, You sure it was You?

Baru diomongin sedikit, udah ngecewain ya lu.
berasa bagus banget jadi orang --,--

Lirik - Sheila on 7 - Tunggu Aku di Jakarta

*
Lirik Lagu Tunggu Aku Di Jakarta
Sheila On 7

Masih saja kuteringat kata iringi kau pergi
Jadikan sore itu satu janji
Kau akan kembali untukku, serta untuk diriku
Mengingatku walau aku jauh
Akupun sempat janjikan, kukayuh semua mimpiku
Kulabuh tepat di kotamu…
Dan kaupun s’lalu janjikan kau ‘kan menungguku datang
Bersatu kembali seperti dulu
Dan bila akupun rindu pada nyamannya kecupmu
Pada indahnya tawamu
Kudendangkan dengan gitar lagu-lagu kesayangan
Sambil kuingat indah wajahmu

Oo… oo… ooo… 2x


Reff.
Tunggulah aku di Jakartamu
Tempat labuhan semua mimpiku
Tunggulah aku di kota itu
Tempat labuhan semua mimpiku

Sang Pemimpi.


Senangnya, kemarin saya sudah berhasil menonton Sang Pemimpi, sekuel dari tetralogi Laskar Pelangi. :D

Film, yang lebih menceritakan bagaimana ikal menjalani masa remajanya bersama sepupunya tuan mimpi, Arai. Dan sahabat kudanya, Jimbron. Bagaimana seorang anak pedalaman Gantong, yang kemudian berhasil mencapai Paris mendapatkan S2-nya. Waow!

Sebenernya saya sudah lama banget baca novelnya, jadi agak sedikit-sedikit lupa. Yang saya ingat dalam buku Sang Pemimpi sendiri terdapat istilah-istilah yang sukar dimengerti seperti film yang Ikal, Arai, dan Jimbron suka tonton, kemudian saya mengerti di visualisasi filmnya. Yah, kemungkinan karena istilah-istilah yg disebutkan di novel, hadir sebelum saya hadir di dunia.

Saya terharu bisu mendengarkan apa yang disampaikan film ini, mengenai mimpi, mengenai keterbatasan mencapai mimpi tersebut. Yang erat-erat saya tangkap adalah,

“Sebagai manusia seperti ini, kalau kita tak punya mimpi, kita akan mati, Kal”

“Yang menjadi masalah bukan katika memikirkan seberapa besar mimpimu untuk dimungkinkan, tapi yang benar adalah seberapa besar dirimu tersebut untuk menggapai mimpi..”

Ya, yang benar adalah ketika kita meyakini mimpi itu baik untuk kita atau tidak. Ketika kita yakin, kita hanya tinggal berkreativitas mewujudkan mimpi tersebut.

Aduh kalo inget tetralogi Laskar Pelangi ini, saya jadi inget genk-genkan waktu saya umur 15 tahun. Sekumpulan wanita yang bermimpi juga sampai Edensor, keliling dunia, keliling Eropa, menuju Alaska, sukses dan punya usaha. Haha.

Itu mimpi, tapi hidup berawal dari mimpi kan? Sekalipun orang lain menganggap mimpi kita terlalu mustahil, ataupun terlanjur dianggap payah. Tapi siapa yg bisa menebak bagaimana datangnya kebahagiaan. Saya di sini, dan menemukan orang-orang yang saya sayangi, dan semua hal yang saya temui selama ini adalah bagian dari mimpi saya dulu. Semoga Tuhan menjawab panggilan saya, sebagai sang pemimpi lainnya. Amin.

Minggu, 08 Agustus 2010

Plus Minus

Sebenernya di balik kesendirian saya, masih banyak yg harus saya syukuri. Di sini ngekos setaun 1,8 belom termasuk bayar listrik sih 15ribu/bulan, tapi that’s a thing called a super cheap and fun riteeee? Hehe. Dan kalo dibandingin sama temen-temen seperjuangan yg ngekos ya kosan saya paling ajib juga dengan biaya segitu. Kostan saya imut banget. Saya juga baru sadar, barang-barang di dalemnya hampir semua warnanya pink! Oh my pleasure.. xixixi. Saya coba mau lengkapi semua keperluan saya dengan baik, meskipun emnag masih banyak yg ketinggalan di Jakarta termasuk hati saya. Saya baru sedia tv, laptop, rice cooker dan antenna+it’s booster, dan masih banyak barang berharga yg gak kebawa. Saya lupa bawa boneka dari Kamu, Al-Qur’an, tasbih ayah (padahal saya udah rencana ngembay, kalo ada tasbih itu hati saya damai -,-), saya lupa bawa guling, gallon, keranjang baju bekas, novel, kuas masker, foundation cake kryolan tercinta, eyeshadow cd sayaaaaaa, heels vnc blue, sandal kado dari LVT, dan banyak barang 

Di sini kurangnya selain sepi, adalah kamar mandinya nggak kaya kaya kamar mandi rusun lantainya pink dan kesat terus soalnya disikat sama Mbu. Jalannya juga masih nanjak-nanjak dan banyak jalan yg langsung terhubung sama jalan besar ke Surabaya, misalnya, kan serem banyak kendaaan besar (Kalo di Jakarta kan paling nggak lewat jalan tol). Kendaraan umum juga susah banget, rata-rata semua pembalap, bawa motor, sekarang ibu saya aja kalo saya naik sepeda udah was-was teriak kelojotan. Kita semua ingat Laras . Di sini, juga warungnya jarang-jarang, dan semuanya serba lokal, jarang ditemuin prodak yang umum gitu. Sampe minimart juga begitu. Ezy juga, adanya Blue Shark.. apa coba, mana filmnya bajakan lagi paraaaaaah.

Lebihnya, di sini makanannya murah-murah bin super murah, ya makanan tipe rumah gitu paling mahal mah cuma 4000, hehe belagu. Tapi iya tho, di Jakarta mah cuma dapet tempe 4 secara tempe itungannya 750 perak -.-. terus harga pulsa, dan laundry juga murah banget, persemester gue apalagi. Saya kuliah mahal di uang pangkal aja, sok dianggap kaya. Tai juga nih jurusan. Hehe pis.

Trus, kostan saya ada kaya atap joglonya gitu, senangnya. Terus ada sofa panjang di teras, tebaaaak saya ingat apa? Diapelin, ya. Hehe

Trus, Saya juga dapet jurusan yg saya mau, jadi saya cukup bahagia gitu deh. Tinggal tunggu punya temen, semoga punya temen yg baik, sekalipun nggak sebaik pience, jdc, x2, lvt, teater 35, tapi semoga saya dapet teman yg sejatinya memang baik. Saya juga berada di kutha bedhoyo, di tengah-tengah Jawa, nggak sabar ingin melongok dengan nyata dunia seninya, haha. Nggak sabar mau keliling Jawa, ke Jogya, Semarang, balik ke Kaliurang, ke Tawangmangu, traveling! Haha, tapi memang saya seharusnya sabar, saya memang seharusnya menunggu, karena percaya atau tidak Allah selalu meiliki masa yg tepat untuk memberikan rezekinya. Ingat; yg kita inginkan belum tentu yg terbaik untuk kita.

Masih banyak yg mungkin belum saya temui, nanti saya kasih tau. Saya harus bersyukur, saya harus bersyukur, saya harus bersyukur :D. mungkin karena Allah ingin menunjukkan saya yg lebih baik ketika saya di sini, bukankah kita harus selalu Khusnudzon pada-Nya :D amiiiiiiiiin.

I will survive!

Sudah 4 hari saya di kosan. Kosan saya sepine ora patut!

Yang kos di sini rata-rata mbak-mbak yg udah kerja, yang udah praktek kerja, yg udah skripsi  kayaknya saya sendirian, bener-bener sendirian.

See, nyatanya saya bertahan. Sekalipun saya nggak pernah ngerasain hal kayak gini sendirian. Sesepi-sepinya rusun kalo malem masih banyak suara bocah main petasan, atau nggak genjrang-genjrengnya mas-mas kalimati main gitar dan mojok di rusun baru. Dan bagusnya saya sukses melewati malam minggu dengan benar-benar sendiri adanya. Nggak kedengeran suara hair dryer ibu, atau ke sky dinning sama Intan, atau kopi dan mas-mas tato. Bagusnya saya sedang menjalani hidup normal.. no coffee no smoke.

Selama saya sendiri saya banyak berkaca, saya banyak bicara, terkadang saya begitu memuji diri saya. Sebisa mungkin saya begini, saya belom nangis lo selama di sini, padahal saya bener-bener sendiri, ngapa-ngapain sendiri, nggak ada ibu nyuci, nggak ada metlek, nggak ada ike, teater, kalimati, Shella, rumah lonce, nggak ada ambon, nggak ada esa 

Saya bisa banget hidup begini. Makasih ya Allah, dikasih kesempatan duluan menghadapi hidup yg perlu aturan sendiri, aturan yg baik. Saya berusaha ngatur diri saya dengan baik, karena ibu saya selalu bilang, saya sedang jauh sama orang tua, keluarga, jadi yg bisa saya lakukan cuma berusaha mengatur diri dengan baik. Amin ya.

Saya harus ingat lagi mengapa saya di sini, saya harus ingat lagi bagaimana saya di sini. Remember, these aren’t about success things that I had got, but these are just like the doors to somewhere that I’ll be there someday as a better person. Amin.

Eh, saya bijak banget. Apa bener ya? Karena saya belom punya temen jadi saya alim begini? 

Ooooooooooooooooooh, I will survive~~~~

Jumat, 06 Agustus 2010

Answer 2

Jawabannya adalah ketika kita menunggu dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Itu adalah jawaban yang baik. Coba lihat di mana lebih dan kurangnya kita pada posisi tersebut. Coba lihat akan seperti apa nantinya. Kalo misalnya poin baiknya jauh-jauh lebih banyak, sekalipun itu cuma bayangan, khayalan, percobaan pikiran. Itu namanya jodoh. Satu-satunya yg kita lakukan adalah, perjuangin!

Dan yakin kalo kita bisa. Tapi jangan jadi takabur, jangan menjadi seseorang yg begitu banget nunjukin kalo kita sedang dalam proses. Ini proses rahasia, proses menjadi dewasa. Dunia keras, tapi masih bisa kita lembutin kalo pada dasarnya kita ingin melembut.

Please guys, semangat! Saya salah satu orang yang pernah terhempas dari mimpi, tapi pada akhirnya Alhamdulillah saya justru sedang berada di mimpi saya saat ini. Mimpi sederhana saya, mimpi yg menghancurkan saya, mimpi yang insya Allah membangun saya, menjadikan saya yang lebih baik. Amin.

Answer 1

Alhamdulillah saya udah nyampe Solo. Ini adalah mukjizat yang patut saya syukuri.
Kemarin-kemarin yang menjadikan saya begitu galau adalah keadaan tanpa sebuah kegiatan yang pada dasarnya memang menguras semua isi hati dan pikiran. Mengenai penantian, sebuah kepastian. Menunggu tempat sekolah lanjutan.

Saya menunggu jauh lebih lama dari teman-teman saya, teman-teman saya sudah kesampean cita-citanya masuk negeri, meskipun jarang banget yang jurusannya sesuai sama keinginannya. Saya masih harus termehek-mehek menunggu sebuah kepastian dimakan stress, menangis, dan dilematik campur putus asa. Tapi saya bangun lagi, saya bertanya sama yang lain yang sudah saya anggap dewasa, saya mencari dan berusaha tidak sendiri, saya berlari membunuh waktu sekalipun itu sia-sia. Saya tidak akan pernah bisa. Saya memang ditakdirkan untuk tetep menunggu.

Yap. Itu adalah hal yang dinamakan menunggu. Saya menangis tiap hari karena diomelin ibu saya, malu sama diri sendiri belom dapet tempat kuliahan,bingung putus asa mau apa, merasa nggak berguna. Tapi siapa yang peduli? Pada kenyataannya tidak ada yang benar-benar menjadi peduli, mengerti bagaimana isi hati saya tho? Atau ada yang begitu mengerti tapi memang pada dasarnya tidak begitu mengerti harus apa selanjutnya.

Sampai pada satu titik, saat saya benar-benar merasa hopeless, dan useless. Saya kembali lagi sama DIA, saya memang merasa selama ini nggak pernah yang namanya melupakan DIA, tapi pada saat itu saya seperti terlepas dari yang namanya.. apa ya.. semacam ketentuan yang saya lupakan. Ketentuan yg mungkin diubah dan tidak mungkin ditebak, selayaknya saya.

Setelah itu saya sadar, segala keras gimanapun usaha yg saya lakukan kalo pada dasarnya Allah SWT nggak ngizinin, that would never happen. Abis itu, saya kaya orang tobat, apa-apa saya pasrahin sama Allah, semuanya saya bismillahin, semuanya saya nazarin ya Allah saya mau jadi lebih baik lagi.

Pada saat itu saya sampe nggak punya pilihan kedua, saya fokus sama yang saya mau sejak awal saya lulus SMA itu, bahkan sebelumnya. Saya fokus, Komunikasi UNS. Ibu saya nggak tega, semenjak saya didaftarin Binus, baru tiba matahari yang saya tunggu dari Senja seabad yang lalu, matahari seutuhnya tanpa gumpalan mendung menutupinya. Fenti Anasari diterima Universitas Negeri Surakarta 11 Maret Jurusan Ilmu Komunikasi. Makasi Ya Allah SWT saya nangis lagi di warnet. Dilemanya tambah lagi karena Binus saya juga dikasih yang jurusan eksklusif.

Tapi saya sportif, saya ingat bagaimana saya begitu menginginkannya. Bagaimana saya dikecewain ditolak 2 kali. Normalnya, saya harusnya bakar itu kampus. Tapi, coba baca hati saya. Hasrat saya masih 95% membara! Haha. Bukankah itu namanya sebuah tanda.

Intinya adalah, ketika kita menginginkan sesuatu sekalipun kita begitu menginginkannya, begitu begitu mendambakannya, belum tentu itu baik buat kita, Allah SWT jauh lebih tau kita. Kecewa kan dengernya? Saya juga ngerasain gimana saya sakit dan kecewanya pas saya lagi mewek nangis curhat saya mau itu, saya dijawab “berarti itu bukan yg terbaik buat lo ti”. Demi nama semua anjing, saya kan mau itu banget!

Dan nyatanya bener, bener banget. Saya yang salah.

Jawabannya adalah :
….

Finally

Finally. Kertas pajangan depan kasur saya semua terpenuhi. Kamu tau? Begini tulisannya :


“Bismillahirrahmanirrahim..

1. LULUS UN 2010 tanpa ngulang dan dengan nem baik! Amin

2. Universitas Negeri Surakarta 11 Maret; FISIP S1 ILMU KOMUNIKASI..

Amin


Go Girl~ You can do it, and Allah forever withhh YOUUU.. ~Ganbatte Kudasaaaaiiiiiy”

See? Centil banget kan? Saya tulis itu tanggal 10.01.10, di depan tempat tidur saya. Jadi sudah 7 bulan saya menderita, menantikan untuk men-checklist kesemuanya. Dan, lihat! Tangisan saya nggak sia-sia ternyata.

Tiap hari saya mohon sama Allah SWT, tapi baru serius sebulan ini saya minta ampun dan bener-bener ikhlas mohonnya, sekalipun Ibu saya mencla-mencle dan gamang gak ngizinin saya kuliah jauh.. tapi nyatanya tetep dikasih sama Allah. Dikasih kesempatan untuk meliihat nama saya di daftar di jurusan paling favorit ini. Tandanya, that’s gonna be my chance!

Maaf, maaf ini bukan bentuk kemanusiawian yg kita biasa sebut somse atau belagu. Ini hanya sekedar pemahaman dan sharing saya mengenai apa yang saya nanti. Kita semua harus percaya kita sangat mungkin untuk mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan. Sekalipun nanti mungkin pada akhirnya saya nggak bisa ngerasain gitu misalnya (tapi jangan sampe ya Allah). Ya, pertama karena Tuhan yg punya kehendak.

Saya menanti sesuatu yang gak pasti, saya menanti yang sudah menghancurkan saya, saya menanti sesuatu yang sudah mengecewakan saya berkali-kali. Dan saya bisa diberikan kesempatan mendapatkannya. Itu berkah, hadiah.

Sekarang masalahnya adalah keyakinan ketika kita menantinya, tangisan, emosi, dan segala konflik yang dilahirkannya, hal yang saya tunggu.. Alhamdulillah sudah mulai bisa saya maafkan. Saya sekarang mau berusaha untuk lebih banyak bersyukur..

5 ciri wanita sempurna di mata ibu saya

Menurut Ibu saya, wanita seharusnya memiliki 5 tipe:

1. Cah wadon sing apik paniku sing iso masak.
Saya :

“AKU MASIH NGGAK PUNYA PACAR KOK, JADI YA SUKA-SUKA DONG MASAK APA.. KECUALI NANTI KALO PUNYA PACAR, BARU DEH HEBOH CARI RESEP YG ENAK BUAT PACAR, KAYAK KAKAKNYA TEMEN-TEMEN AKU..”
Nykp:
“Lah, masak kok ya cuma buat diri sendiri tho? Masak itu buat orang-orang di sekitar, bikinin kesukaan mereka, belajar dari sekarang biar disayang nanti sama mertua kamu, belajar masakin buat ibu, ayah, metlek, jangan cuma sekedar pedes dan kebanyakan lada, atau kemanisan sesuai selera kamu.. ya deh punya pacar sekarang juga boleh kok..” (oke yg terakhir ga penting)


2. Perempuan yang baik itu, yang bisa Make Up.
Oke, bukan karena Ibu dan seluruh keluarga saya punya salon juga, tapi yg saya lihat menurut ibu saya, wanita yang bisa make up memang patut diperhatikan. Bagaimana bisa menutupi kekurangan tanpa harus merubahnya selamanya itu baik. Laki- laki tidak akan melihat wanita dari make upnya, pacar yg normal nggaka kan suka wanitanya make up-an. Girls, tapi ini mengenai flek hitam yg bangsat yang ga ilang dengan cepat tanpa foundation!!! ini mengenai perlindungan dari wanita jahat di pesta yang suka ngomongin mascara lunturrr!! Ya, ya..ya.. memang lebih baik juga saya bisa make up sendiri, nyalon aja minimal gocap bok!!


3. Perempuan yang baik itu bisa bawa kendaraan, ya karna mbokne nggak setuju saya jadi macem tukang ojek yg pelor, jadi saya tidak diizinkan untuk motor-ing, dan saya juga kebetulan nggak tertarik, saya lebih senang dibonceng, lebih semriwing ketiup angin tanpa harus khawatir stnk motor, belok sana, belok sini apalah. Jadi, ibu saya neken saya untuk jadi sopir, yah mengalahkan The Pantura’s Ganks yang kita lewati tiap lebaran.. anak gadis jadinya kan bisa gantiin ayahnya bawa mobil kan enak thoo? -_-


4. “Jadi wanita seutuhnya itu harus bisa ngatur rumah tangga, selain nanti ngatur karir.. so, yen sampeyan ndelok sing brantakan, nduk.. yo harus langsung diberesken.” Oke, saya diancam untuk terus melakoni bagian yg ini sampai THR datang nanti di awal Syawal ; Bebenah; nyapu, ngepel, masak nasi, ngurus Metlek, nyemprotin bayfresh dan baygon, nyuci piring, cuci baju sendiri, ngelipetin baju (karena Mama Agung belum sembuh please mama agung sembuh sebelum saya diperintah ngegosok baju ).. ya Alloh, semoga nanti gaji saya cukup untuk membayar assisten.


5. Nexxxt, the last! “Perempuan punya hidupnya sendiri, punya ilmu itu wajib, punya karier sendiri itu penting.. biar nanti nggak ngerepotin suaminya.. belajar sampai mati. Perempuan yang nggak pernah berhenti belajar adalah perempuan yang berhasil, ammin.”
6.

Those were that told to me, and I am trying hard now to make them mine, wishly I can be a real woman like what you want Mom, and My future husband.. and I wanna say HELLO to my mother in law :p..

This :




Bondan Ya Sudah lah..

Pernah mendengar lagu Bondan Prakoso ft Fade to Black? Yeas, the new release. Ya sudahlah.

Well, I really love this sound.

Okay, sebenarnya saya memang suka sama warna musik mereka sejak awal, musik mereka menggambarkan banget kalo anak muda Indonesia mampu bikin musik. Nggak semua lirik lagu industri musik negri kita sekarang itu Alay. Hip-hop control it! (hehe) Semua bisa bicara melalui lirik, dan hip-hop membuat tidak terdengar mendayu-dayu atau kampungan,mungkin karena terlanjur terlihat seperti terdominasi budaya barat. Well, that’s my own perception about hip-hop, that’s why I love tha music. Trus, karena dulu saya kenal di tv mas Bondan itu ganteng, jadi saya coba suka musiknya, dan lama-lama saya sadar ternyata musiknya jauh lebih ganteng dari musik-makernya.

Ya sudahlah, mengajarkan saya. Saya dengar dan baca musiknya, saya lihat video klipnya. Kali ini mengenai manusia yang begitu mencintai kita, ke pada manusia yang begitu khawatir tentang apapun yang hadir di hidup anaknya. Sampai bisa sebegitunya kolot, alot, a lot!

Okay. Saya sempet ya terharu biru-biru. Mendengar lagu ini, saya ingat orang tua saya, khususnya si Mbok Pecel; My Momster (thank you ayu, you had suggested me that she would be a real monster for me). Ibu saya kira-kira sama itu kaya begitu. Ya, kaya yang digambarin di klipnya.

Lagunya mengajarkan kita begitu banyak masalah yang bertubi-tubi. Tapi, mengenai masalah. Nggak ada lagi yang bisa kita perbuat selain menjadi tabah menghadapinya, dan mencoba ikhlas. Nggak bisa mendapatkannya, ya sudahlah. Kita toh nggak bisa maksa Tuhan.

Dan demi masalah apapun yang ada, tidak lebih baik ketika kita tidak melupakan apa yang telah hadir di hidup kita sebelumnya bukan. Tidak lebih baik kita tetap hadir dalam hidup yang telah menghadiri hidup kita sebelumnya.

Orang dewasa punya caranya. Guys, God always with us, don’t be sad.. don’t be alone, we never walk alone.. be a wise, be patient, you’ll finda way. That’s all of most editors said, nothing else..


For me, if you have no more reason to survive, just only you give up. You’ll given, next time. Just say goodbye, you’ll find the end.

Ya sudahlah lah ya..

Suburban Girl

I just watched Suburban Girl.

Actually I do not really understand what it means. The movie just scened about what an editor is doing. About how can Brett met her idol, Archie. Archie is a senior editor, and a friend of Brett’s aunty. In my country, Archie just like a phedophil. He dates many women more younger than him. And Brett fall in love with him. Not just because Archie is a chief of a great publisher company, but for Brett; Archie would give her a chance to increase her job, editing.

Archie thought Brett, how can you write something that it ever written by someone before. It’s about when you have to focus about what you have to think at the time. The movie just told me about what an editor must be. And it said that ; “most editors are failed writers, but so are most writers.” –T.S Elliot

As an editor you must be looks like my first editor; Kak Ferdy! You must see how specific what you want to edit. You must see where is the coma must be, or the P symbol placed. Okay,but New York and TVRI is so much different. That what I saw in themovie, when you say no, it must be no, New York editors must be a critically talk about everything. Sometime, they just look more controversial than the writers.

And out-of-thetopically, the movie just showed about, again, a choice. Even Brett loves Archie so much, and he screamed at the hospital : “I AM HIS GIRLFRIEND AND I HAVE SEX WITH HIM” but finally Brett realized that she only looked Archie as her teacher, not more. And they canceled their marriage.

A love is need to edited, sometime.

So, I think. It’s about an editor that fell in love an it must be edited too, and she is a girl from suburban city. Is that?



I need my own editor, but he won’t be an oldest man. :D

Rabu, 04 Agustus 2010

Wall. E



Kampungan kali ya kalo saya baru nonton Wall. E. selain karena saya malas melihat film-film baru, saya bena-benar baru ada hasrat untuk menontonnya. Jadinya, saya baru kesempetan’ buat nonton filmnya utuh.

Saya rasa mereka benar-benar begitu benar kalo film ini mereka bilang patut dijadikan recommended-movie. Bener kok bagus, bagus buat saya khususnya. Seberapa harusnya kita semua lebih mencintai bumi, dan menghargai rangkaian kawat baja, dan gabungan mesin, alias robot macem Wall. E lah yang justru sanggup mempertahankan hidup di bumi. Sekalipun Cuma ngere-arrange kehidupan yg udah selesai kiamat. Saya jadi tidak bisa membayangkan bagaimana hidup harus berakhir. Saya jadi ingat Laras, teman saya yang kemarin terbujur kaku, biru, di kamar jenazah.

Bagaimana? Hidup nyatanya di dunia ini nggak lebih baik. Kita semua punya cara masing-masing menghadapi hidup. Tapi, kuatkah kita, saya khususnya kalau saya diberi hidup sampai massa nanti Wall. E datang. Sampai nggak ada lagi oksigen yang bening.

Tapi, kalau saya sendiri yang sadar nggak mungkin juga semuanya ini bertahan. Kita semua harus punya kesadaran dan lebih bisa mensyukuri hidup. Pilih mana tetap hidup atau hanya memilih aman dan menjadi overweight di luar angkasa?

CIN(t)A versi saya dulu

“Untung orang yg pertama gue suka adalah elo”

“Please, lo bener-bener yg paling ngerti gue suka bengong, dan paling bolot kalo di motor”

“Bersediaaanya nganterin gue balik kapanpun”

“Mau banget dimintain bareng gue ke mana-mana”

“Tau banget sih ya gue paling cengeng, dan moody”

“My first Vespa experience!”

“Sok flamboyant, tengil, dan dewasa banget sih lu tengs”

“Basket emang jodoh ya sama hip-hop, sayangnya kesukaan kita nggak sejodoh kitanya sendiri”

“ am feeling as full guarded, feeling home, when I am with you”

“Kalo gue dikasih kesempatan sama lu, gue lebih milih nikah sama elu deh.. ketimbang disamain sama fans lu yg lain.. sama mantan-mantan yang segabrek dan dengan catatan buruknya. Gue lebih milih mengenalkan diri gue langsung seutuhnya ke elu. Sayangnya, nikahpun nggak mungkin.

“Kalau kita bukan jodoh, mari kita berdo’a menurut kepercayaan saya.. eh salah.. kepercayaan masing-masing”

“Terima kasih cin(T)a, terima kasih sudah mengantar saya, hati-hati di jalan ya”

“Woy, mantan doang woy.. udah lewat!”

My valentine is you. I don’t know.



My valentine is you. I don’t know.

I just watched something awesome, it’s about love, that so ME. I am the one that so much melancholist or something you said mellow or whatever. I love the romance one, I love movies.

Valentine’s day was a good movie, okay that wasn’t because it’s a romantic one and I like to watch that genre. But it’s a true good movie, it’s like “LOVE ACTUALLY” that I ever watched before. United of love stories, and I think it’s the secuel of “LOVE ACTUALLY”, and that’s good I guess so.

The movies like those, are about to teach us to realize that in this fucking world still there is something amazing that called as love. Believe or not, we still in. we live our life just because it, we survive also because it.

And also because people that I adore so much in this movie, Anne Hathaway, and Ashton Kutcher, then I think I have to start to love Jennifer Garner, just because she looks so cute like me. Hihi.

Okay, I amma sentimental girl, so I hope you aren’t . the stories were about you feel so lucky cause you in love with your bestfriend, then Hi-school life that could be better without sex, longlife love, about love with someone refused us, or a gay athlete love, and the most I love was the words that the movie told to me that LOVE IS ABOUT WHEN YOU RECEIVE ALL PARTS OF YOUR COUPLE, NOT ONLY HIS GOODNESS THAT EASY FOR YOU TO LOVE IT, BUT ALL THAT HIS/HER BADSIDE, YOU HAVE TO BE MIGHT TO LOVE IT, UNDERSTAND.

Well, after all my dramatic life. I found some pleasure, my last lover, MY MOVIES. I founda love. I found a life by movie. Thank God.. now I see, when we forget something, we miss something, then when we find it back it’ll be make our self better

My first valentine is Gerry D’fa my first boy that said, “would you be my girlfriend?”. Then the memorizing me again was someone that told me “I’ll always by your side forever”, my best second valentine Esananda Jodie Alfianto. Then I hadn’t valentines more, because afer the second time, my religion’s teacher said “you do not allowed to celebrate it more!!” so my mom did it. -_____-

ini ditulis menjelang akhir Juli

Kapan saya akan menemukan hidup yang sempurna? Saya rasa sampai nanti saya mendapatkan anak kembar saya/ putra / putri tunggal saya, saya akan merasakan betapa sempurnanya hidup.

Mulai deh, sok mikir lagi. Iya, saya kehabisan cara untuk menghindari pemikiran mengenai hal ini itu. Saya bukan seorang yang beruntung, baru saja saya sadari semua yang saya dapatkan adalah berdasarkan usaha/ teknis, secara ril saya bekerja keras untuk semuanya yang telah saya dapatkan. Tapi setelah saya menemukan cara untuk lebih cepat mendapatkan apa yang saya inginkan yaitu dengan hanya cara berfikir, saya jadi lamban, dan lebih berharap. Please, saya itu kaya yang di lagunya piera, band yang lagi heboh di jagad anak muda dengan per-lipsingannya itu loh. Saya tidak terbiasa untuk berharap. Setelah insiden hampir tonjok. Ya Allah naudzubillah, semoga anak saya nanti nggak akan seperti itu, amin.

Saya kehabisan inspirasi dan uang ini. Dan saya males banget bales sms, nggak usah sms saya deh kalo nggak penting. -,- saya miris kalo inget sms-sms orang nggak pernah saya bales. Pertama, saya males sms pake hape saya, kedua, saya males pake cdma lama deliverednya tai, ketiga saya males ngabisin pulsa buat bales sms macem, “Ti..”, “Bsk ikt ga ke 7/11?” “ank2 nongkrong di Strbucks, ayoo summerecon!”atau puisi-puisian apalah, yelo..puisi yang bisa nembus hati saya cuma puisi Sapardi Djoko Damono, dan Tengku Muhammad Iqbal. Apalagi nomer ngga ada di kontak. Please saya nggak ada duit juga lagian. Rekeningku amblas, harus usaha keras ini tanggung jawab.

Saya belum menemukan tipe sahabat sejati saya, yang bisa bela saya seutuhnya, yang nggak temenan sama musuh saya. Ya Allah, pengen ngerasain..

Oh ya, saya sayang banget sama laptop saya. Dia ini tipe laki-laki setia, malem, pagi, siang, nggak bosen-bosennya liat wajah saya ya. Aih, I love you Besky :*

Ultah Sinta

Hai, ulang tahun simet tahun ini nggak berkesan buat saya. Bukan mengenai pestanya yang begitu meriah dan banyak surprisenya. Buat saya, ultahnya simet adalah ajang reunion dari persahabatan yg sok suci nih. Biasanya curhatan saya poll sama abang kalo ada reunion begini. Atau ngerasanya bestfriend-an banget karena pulangnya jalan kaki sama mereka. Tahun ini nggak ada, tahun ini semuanya berubah.

Saya tau ada yg ngambek, saya tahu banyak yang menganggap saya berbeda juga.

Ya, pada akhirnya saya menganggap ini adalah perjalanan mengenai kedewaaan. Pada akhirnya kita memang tidak selamanya mampu menjadi anak-anak. Kita ingin dianggap lebih dewasa duluan, dan prosesnya terjadi bersamaan dan kemudian tidak ada yg rela bilang ; iya, saya duluan yang akan merajukmu.

Rasanya ada yang aneh, karena kita tak biasa bicara langsung. Ketika kita ingin saling member tahu, tidak ada yang sangup memulainya. Gender kali ya yang misahin kita sekarang.

Bahkan cita-cita mengulang kebahagiaan di Puncak sampe gagal terlaksana.

“maafin gue ya brothers-land, karena kita begitu canggung, sekaligus sudah malas membahas hal-hal sepele marlele, nggak kaya dulu lagi. terus, gue juga nggak tau gimana memulainya, gue juga nggak tau bagaimana menunjukkan rasa kecewa gue sama lu lagi, karena gue juga nggak tau bagaimana memulai membahas rahasia yg ada. Karena kita terlalu dekat, sampai gender bukan lagi jadi batas. Karena kalian sahabat pertama saya. Maafin gue. Gue juga nggak akan merajuk kalian duluan, saat ini. Karena gue begitu tau, kita sama-sama tau”


Harmoni- Padi -> slideshow Puncak’s folder

Senin, 19 Juli 2010

bff :D



Jadi, waktu SMP selain saya langganan juara umum, juara pembaca terbanyak, dan atlit basket abal-abal. Saya memiliki hal-hal luar biasa pada saat itu. Quality times that so much made my memory was full of happiness and laugh, love til’ now.

I love them so much, Retno Eka Maulidina and Shella Desita~

Saya tuh ya bener-bener bertiga-bertia aja hidupnya sama mereka waktu SMP, meskipun kadang dulu seiring waktu kita sempet pisah. Tapi tetep mainnya juga bertiga, meskipun jambronk udah di 9-3 saya 9-1 sama Lonce, tetep madol PM dan try outnya bareng-bareng, nonton bokep pertama juga bareng-bareng, mandi juga bareng-bareng, naksir pelatih bareng-bareng, dan lain lain lain lain.

Sampai sekarang saya kadang juga nggak percaya sih bisa ngerasain keabadian kaya b.egini. Rasanya kadang nggak percaya masih bisa sedeket ini, meskipun kadang tuh suka ada yg bilang “lo berubah banget deh” but see.. we still together

Kadang suka terharu biru biru, kalo mau solat liat di lemarinya lonce ada tulisan

J4mBronKSS, Pentolzz (ini nama aneh banget sumpah), LOunChee tOgetHer For3ver

Karena rumah saya paling jauh dan kendaraannya nyolotin, jadi rumah saya sendiri yang jarang disinggahi. Akhirnya rumah mereka berdua tuh sering dijadikan korban kebrutalan masa-masa childhood kita. Rumah saya yg kesekian kali ya, soalnya mama-mamanya buaiknya minta ampun sama saya. Maaasya Alloh.

Di balik cobaan yang sedang menimpa saya akhir-akhir ini saya masih nemuin sodari-sodari saya yg the best banget kaya mereka. Alhamdulillah 

Minggu, 18 Juli 2010

masih galau

Saya mungkin nggak kuliah tahun ini. Saya ingin benar-benar menata hidup saya. Saya ingin menghilang. Kalau ada yang butuh TKW ke luar negri saya mau deh ikut. Saya mau ikut. Saya nggak kuat kalo metlek yang sebangsat itu pulang pesantren kilat bisa erat banget meluk saya nggak mau lepas dan bilang kalo dia takut ayah kenapa-kenapa. Dia sama kaya saya, takut.

Saya nggak tau, saya mungkin anak durhaka. Tapi saya selalu bilang kalau saya sayang sama ibu saya, selamanya.

Saya bener-bener nggak tau harus gimana. Terima kasih, Alhamdulillah saya dapatkan teman yang sebenar-benarnya ya Allah. Semoga KAU dengar doaku, amin.

Jadi tidak salah kan bila saya terlihat sangat riang di hadapan kalian?

mENURUT aNDA

Kenapa ya kalau rasa galau di diri kita bisa begitu konsistennya melekat erat padat..

TAPI KALAU PATUH TENTRAM HIDUP YANG NYATA, SEKALI AKU RENGKUH, DIA MALAH HILANG JAUH-JAUH MELUCUTI SEMUA HATIKU!